JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyesalkan pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan militer Israel terhadap warga sipil di Gaza. Ia menilai tindakan tersebut telah mencederai proses perdamaian yang baru saja dimulai dan menunjukkan bahwa Israel belum memiliki itikad baik untuk menghormati kesepakatan damai.
“Gencatan senjata tercederai oleh ulah Israel yang masih menembaki warga di Gaza yang dituduh melanggar gencatan senjata. Tentara Israel masih begitu ringan tangan untuk menembaki warga Gaza yang menurut mereka melanggar garis batas,” ujar Sukamta saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (20/10/2025).
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, sikap Israel yang terus menyerang di tengah masa transisi perdamaian merupakan bentuk penghinaan terhadap hak asasi manusia dan martabat warga Palestina.
“Nyawa warga Gaza seperti tidak ada harganya di mata Israel. Dengan kondisi seperti ini, tentu sangat tidak fair jika pihak Hamas diharuskan melucuti senjata. Tanpa adanya jaminan keamanan, proses perdamaian akan sulit bahkan mustahil terwujud,” tegasnya.
Sukamta menekankan, kemerdekaan penuh bagi Palestina merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian sejati. Ia menyebut bahwa hanya dengan status negara berdaulat, Palestina bisa membentuk tentara nasional yang berfungsi menjaga kedaulatannya.
“Ketika Palestina sudah merdeka dan memiliki angkatan perang sendiri, di situlah Hamas dengan kesadaran akan menyerahkan senjatanya. Si vis pacem, para bellum — jika ingin damai, harus siap untuk perang. Negara tanpa militer akan selalu menjadi korban kesewenang-wenangan,” jelasnya.
Selain menyoroti kekerasan di Gaza, Sukamta juga menyinggung pertukaran sandera antara Hamas dan Israel yang menurutnya memperlihatkan sisi kelam perlakuan Israel terhadap tahanan Palestina.
“Jenazah sandera yang diterima Palestina menunjukkan betapa biadabnya Israel memperlakukan sandera di luar batas kemanusiaan. Bekas-bekas penyiksaan masih tampak jelas,” ungkapnya.
Sukamta kemudian mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk mengambil peran lebih aktif di level internasional. Ia meminta agar Indonesia mendorong Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump agar benar-benar menekan Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata.
“Presiden Prabowo perlu mendesak Trump untuk tidak sekadar beretorika. Jika benar perang telah berakhir seperti pernyataannya tempo hari, maka buktikan dengan mendukung kemerdekaan penuh bagi Palestina,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri













