Sukamta Desak AS Tekan Israel Hentikan Pelanggaran Gencatan Senjata

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukamta (dok.pribadi)

Sukamta (dok.pribadi)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyesalkan pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan militer Israel terhadap warga sipil di Gaza. Ia menilai tindakan tersebut telah mencederai proses perdamaian yang baru saja dimulai dan menunjukkan bahwa Israel belum memiliki itikad baik untuk menghormati kesepakatan damai.

“Gencatan senjata tercederai oleh ulah Israel yang masih menembaki warga di Gaza yang dituduh melanggar gencatan senjata. Tentara Israel masih begitu ringan tangan untuk menembaki warga Gaza yang menurut mereka melanggar garis batas,” ujar Sukamta saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (20/10/2025).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, sikap Israel yang terus menyerang di tengah masa transisi perdamaian merupakan bentuk penghinaan terhadap hak asasi manusia dan martabat warga Palestina.

“Nyawa warga Gaza seperti tidak ada harganya di mata Israel. Dengan kondisi seperti ini, tentu sangat tidak fair jika pihak Hamas diharuskan melucuti senjata. Tanpa adanya jaminan keamanan, proses perdamaian akan sulit bahkan mustahil terwujud,” tegasnya.

Sukamta menekankan, kemerdekaan penuh bagi Palestina merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian sejati. Ia menyebut bahwa hanya dengan status negara berdaulat, Palestina bisa membentuk tentara nasional yang berfungsi menjaga kedaulatannya.

“Ketika Palestina sudah merdeka dan memiliki angkatan perang sendiri, di situlah Hamas dengan kesadaran akan menyerahkan senjatanya. Si vis pacem, para bellum — jika ingin damai, harus siap untuk perang. Negara tanpa militer akan selalu menjadi korban kesewenang-wenangan,” jelasnya.

Selain menyoroti kekerasan di Gaza, Sukamta juga menyinggung pertukaran sandera antara Hamas dan Israel yang menurutnya memperlihatkan sisi kelam perlakuan Israel terhadap tahanan Palestina.

“Jenazah sandera yang diterima Palestina menunjukkan betapa biadabnya Israel memperlakukan sandera di luar batas kemanusiaan. Bekas-bekas penyiksaan masih tampak jelas,” ungkapnya.

Sukamta kemudian mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk mengambil peran lebih aktif di level internasional. Ia meminta agar Indonesia mendorong Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump agar benar-benar menekan Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

“Presiden Prabowo perlu mendesak Trump untuk tidak sekadar beretorika. Jika benar perang telah berakhir seperti pernyataannya tempo hari, maka buktikan dengan mendukung kemerdekaan penuh bagi Palestina,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan
PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha
Hubungan Turkiye–Arab Saudi Kian Erat, Dorong Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras
Jeritan dari Penjara Damon: Tahanan Perempuan Palestina Dipukul dan Dipaksa Lepas Jilbab
DPR RI Nilai Penangkapan Presiden Venezuela Cederai Kedaulatan Negara
AS Tangkap Presiden Maduro, Hikmahanto Juwana: Ini Preseden Berbahaya bagi Dunia!

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 05:18 WIB

Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:21 WIB

Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:45 WIB

PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:03 WIB

Hubungan Turkiye–Arab Saudi Kian Erat, Dorong Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:33 WIB

Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras

Berita Terbaru