VATIKAN — Paus Leo XIV menegaskan bahwa ajaran Yesus Kristus tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang, di tengah meningkatnya konflik global yang menelan banyak korban jiwa.
Dalam misa Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus, Paus menekankan bahwa pesan utama Yesus adalah perdamaian, bukan kekerasan.
“Yesus adalah Raja Damai yang menolak perang, dan tidak seorang pun dapat menggunakan-Nya untuk membenarkan perang,” ujar Paus, seperti dikutip dari Vatican News, Selasa (31/3/2026)
Ia juga menyampaikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata, dengan menyebut bahwa doa dari mereka yang berperang tidak akan mendapat tempat.
“Yesus tidak mendengarkan doa mereka yang berperang, melainkan menolaknya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Paus menyerukan penghentian kekerasan di seluruh dunia dan mengingatkan pentingnya persaudaraan antarmanusia.
“Letakkan senjata kalian! Ingatlah bahwa kalian adalah saudara dan saudari,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Paus Leo XIV juga memanjatkan doa bagi para korban kekerasan di berbagai belahan dunia. Ia berharap penderitaan akibat perang dan ketidakadilan dapat segera berakhir, sekaligus menekankan pentingnya menjaga harapan di tengah situasi global yang semakin memanas.
Penulis : guntar
Editor : gunawan tarigan
Sumber Berita: anadolu













