KOLOMBO – Hubungan Indonesia dan Sri Lanka kembali diperkuat melalui jalur kebudayaan. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kolombo resmi membuka Indonesia Cultural Centre (ICC) pada Rabu (12/8/2026), sebagai ruang interaksi masyarakat kedua negara sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di Sri Lanka.
Peresmian ICC dilakukan Duta Besar Republik Indonesia untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing. Menteri Buddhasasana, Urusan Keagamaan dan Kebudayaan Sri Lanka, Prof. Hiniduma Sunil Senevi, hadir sebagai tamu kehormatan.
Pelaksana Fungsi Sosial Budaya KBRI Kolombo, Yadi Suriahadi, mengatakan kehadiran ICC diharapkan tidak sekadar menjadi tempat untuk mengenalkan budaya Indonesia, tetapi juga membuka ruang pertemuan dan kolaborasi antara masyarakat kedua negara.
“Indonesia Cultural Centre hadir sebagai ruang bagi masyarakat Sri Lanka untuk mengenal, mempelajari, dan berinteraksi secara langsung dengan kekayaan budaya Indonesia,” ujar Yadi.
Acara peresmian turut dihadiri para duta besar dan perwakilan misi diplomatik, guru, dosen, mahasiswa, seniman, serta pegiat seni dan budaya di Sri Lanka.
ICC dirancang sebagai pusat pembelajaran sekaligus interaksi budaya. Di dalamnya tersedia perpustakaan yang memuat buku dan berbagai bahan informasi mengenai Indonesia.
Pusat kebudayaan tersebut juga dilengkapi alat musik tradisional seperti Gamelan Jawa dan Angklung, koleksi Wayang Kulit dan Wayang Golek, ruang latihan tari tradisional, kelas bahasa Indonesia, hingga fasilitas pemutaran film Indonesia.
Beragam fasilitas itu diharapkan membuat masyarakat Sri Lanka tidak hanya mengenal Indonesia melalui informasi, tetapi juga dapat merasakan langsung pengalaman belajar dan berinteraksi dengan seni serta budaya Nusantara.
Nuansa budaya Indonesia semakin terasa saat kelompok Gamelan Sekar Laras tampil dalam acara peresmian. Kelompok gamelan Jawa tersebut menarik perhatian karena seluruh anggotanya merupakan musisi Sri Lanka yang sebelumnya mendapat pelatihan dan pendampingan dari KBRI Kolombo.
Gamelan Sekar Laras membawakan karya Jawa populer “Lancaran Gugur Gunung”. Alunan instrumen gamelan disambut hangat para tamu dan menjadi salah satu penampilan yang memperlihatkan bagaimana budaya Indonesia telah mendapatkan tempat di tengah masyarakat Sri Lanka.
“Penampilan Gamelan Sekar Laras menjadi bukti bahwa kebudayaan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat Indonesia dan Sri Lanka,” kata Yadi.
Tidak hanya gamelan, peresmian ICC juga dimeriahkan Tari Tor Tor dari masyarakat Batak, Sumatra Utara. Tarian tersebut dibawakan para penari dari Sanka Samudhi Performing Art Foundation, Kalutara, Sri Lanka.
Keterlibatan seniman Sri Lanka dalam membawakan kesenian Indonesia menjadi gambaran tumbuhnya ketertarikan masyarakat setempat terhadap budaya Nusantara.
Keragaman budaya Indonesia kemudian ditampilkan melalui Tari Legong Bapang Saba dari Bali. Tarian tersebut dibawakan oleh staf KBRI Kolombo dengan gerakan, ekspresi, dan koreografi khas Bali.
Rangkaian pertunjukan itu sekaligus memperlihatkan luasnya spektrum budaya Indonesia, mulai dari tradisi Jawa, Sumatra Utara, hingga Bali.
Keterlibatan musisi dan seniman Sri Lanka bersama staf diplomatik Indonesia dalam pertunjukan budaya dinilai menjadi bagian penting dari upaya membangun apresiasi dan kolaborasi seni lintas negara.
Antusiasme para tamu juga menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi pertukaran budaya Indonesia-Sri Lanka.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin mendorong interaksi yang lebih dekat, memperluas apresiasi terhadap kebudayaan, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara masyarakat Indonesia dan Sri Lanka,” ujar Yadi.
Keberadaan ICC ke depan akan diisi berbagai program yang terbuka bagi masyarakat Sri Lanka. Di antaranya kursus bahasa Indonesia, kelas tari tradisional, kelas alat musik tradisional Indonesia, serta kegiatan kebudayaan lainnya.
ICC juga akan menjadi lokasi berbagai lokakarya, pameran, pertunjukan seni tradisional, pemutaran film Indonesia, hingga program pertukaran budaya.
Melalui program tersebut, masyarakat Sri Lanka diharapkan dapat mengenal Indonesia secara lebih dekat, bukan hanya dari sisi seni, tetapi juga bahasa, tradisi, dan kehidupan masyarakatnya.
Pembukaan Indonesia Cultural Centre menjadi tonggak baru dalam hubungan persahabatan Indonesia dan Sri Lanka yang telah berlangsung lama. Pusat kebudayaan tersebut diharapkan menjadi jembatan yang memperkuat pemahaman, memperluas kerja sama seni dan budaya, serta mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Penulis : lazir
Editor : ameri












