Hubungan Turkiye–Arab Saudi Kian Erat, Dorong Stabilitas Kawasan Timur Tengah

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Turki dan Arab Saudi (dok. anadolu)

Bendera Turki dan Arab Saudi (dok. anadolu)

JAKARTA – Hubungan politik antara Turkiye dan Arab Saudi terus menunjukkan penguatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kedekatan kedua negara ini dinilai tidak hanya berdampak positif terhadap kerja sama ekonomi dan perdagangan, tetapi juga berkontribusi pada upaya menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sebagai dua kekuatan penting di kawasan, Ankara dan Riyadh secara konsisten memperkokoh hubungan historis yang telah terjalin sejak lama. Penguatan tersebut tercermin melalui intensifikasi dialog politik serta peningkatan kunjungan tingkat tinggi antarpemimpin kedua negara.

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Arab Saudi pada Selasa. Kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting dalam dinamika hubungan bilateral Turkiye–Arab Saudi. Presiden Erdogan akan disambut secara resmi oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Istana Yamamah, Riyadh.

Selain agenda kenegaraan, kedua negara juga akan menggelar Forum Bisnis Arab Saudi–Turkiye. Forum ini diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Turkiye bersama Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri (DEIK), dengan tujuan memperluas peluang kerja sama investasi dan perdagangan.

Pekan lalu, Dewan Menteri Arab Saudi telah memberikan mandat kepada kementerian terkait untuk menandatangani sejumlah perjanjian dengan Turkiye. Kerja sama tersebut mencakup sektor energi terbarukan, pertahanan sipil, serta nota kesepahaman di bidang layanan sosial.

Hubungan diplomatik Turkiye dan Arab Saudi secara resmi dimulai pada 1929 melalui penandatanganan Perjanjian Persahabatan. Sejak saat itu, kedua negara secara aktif membangun hubungan melalui kunjungan tingkat tinggi dan kolaborasi di berbagai forum regional, termasuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Kerja sama ekonomi mulai terinstitusionalisasi pada 2003 dengan pembentukan Dewan Bisnis Turkiye–Arab Saudi di bawah naungan DEIK. Hubungan ini semakin menguat setelah kunjungan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz Al Saud ke Turkiye pada 2006, yang menghasilkan enam perjanjian kerja sama lintas sektor, mulai dari pariwisata hingga investasi.

Penguatan hubungan politik turut mendorong peningkatan perdagangan bilateral. Data Institut Statistik Turkiye mencatat nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 8 miliar dolar AS pada 2024. Ekspor Turkiye ke Arab Saudi tercatat sebesar 3,15 miliar dolar AS, dengan komoditas utama berupa produk pertanian, karpet, dan bahan kimia.

Kerja sama juga berkembang pesat di sektor pertahanan. Sejumlah perusahaan pertahanan Turkiye, seperti ASELSAN dan Baykar, menjalin kemitraan strategis dengan institusi Arab Saudi. Pada 2023, Baykar menandatangani kontrak ekspor pesawat nirawak tempur Bayraktar AKINCI ke Arab Saudi, yang tercatat sebagai kontrak ekspor pertahanan terbesar dalam sejarah Republik Turkiye.

Di tingkat regional, Ankara dan Riyadh dinilai berhasil membangun keseimbangan kebijakan yang mengombinasikan kerja sama dan kompetisi secara terkendali. Kedua negara menunjukkan keselarasan sikap dalam berbagai isu kawasan, termasuk Palestina, Suriah, Yaman, Sudan, dan Somalia, baik melalui OKI maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pasca eskalasi konflik Gaza pada Oktober 2023, Turkiye dan Arab Saudi mempererat koordinasi diplomatik dalam mendorong solusi dua negara bagi Palestina. Upaya ini disebut berkontribusi pada meningkatnya jumlah negara anggota PBB yang mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Kerja sama kedua negara juga terlihat dalam dukungan terhadap stabilitas Suriah pasca perubahan politik pada akhir 2024, termasuk mendorong pencabutan sanksi internasional serta mendukung proses rekonstruksi.

Pengamat menilai, konsolidasi hubungan Turkiye dan Arab Saudi kini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong penyelesaian damai berbagai konflik di Timur Tengah.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Sumber Berita: anadolu

Berita Terkait

PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha
Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras
Jeritan dari Penjara Damon: Tahanan Perempuan Palestina Dipukul dan Dipaksa Lepas Jilbab
DPR RI Nilai Penangkapan Presiden Venezuela Cederai Kedaulatan Negara
AS Tangkap Presiden Maduro, Hikmahanto Juwana: Ini Preseden Berbahaya bagi Dunia!
Indonesia Semarakkan IWA Charity Bazaar 2025 di Bucharest
Gencarkan Promosi, Indonesia Makin Diminati Wisatawan Rumania
Badai Musim Dingin Perparah Krisis Gaza, Sukamta Desak Indonesia Tekan Israel Buka Akses Bantuan

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:45 WIB

PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:03 WIB

Hubungan Turkiye–Arab Saudi Kian Erat, Dorong Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:33 WIB

Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:12 WIB

Jeritan dari Penjara Damon: Tahanan Perempuan Palestina Dipukul dan Dipaksa Lepas Jilbab

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:48 WIB

DPR RI Nilai Penangkapan Presiden Venezuela Cederai Kedaulatan Negara

Berita Terbaru

Bus Damri (dok. rentak.id)

Transportasi

Mudik Lebaran 2026: Tiket Bus DAMRI Mulai Ramai Diburu Pemudik

Selasa, 10 Mar 2026 - 20:44 WIB