Harga BBM Non-Subsidi Naik Tajam April 2026, DPR Minta Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Firnando Ganinduto (dok. rentak.id)

Firnando Ganinduto (dok. rentak.id)

JAKARTA -Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tetap stabil per 18 April 2026, di tengah lonjakan harga BBM non-subsidi akibat tekanan global. Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter, sementara Pertamax tetap di level Rp12.300 per liter.

Sebaliknya, kenaikan signifikan terjadi pada BBM non-subsidi. Pertamax Turbo melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite juga naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia. Meski demikian, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firnando Ganinduto, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menaikkan harga kebutuhan pokok.

“Kenaikan BBM non-subsidi tidak boleh menjadi alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga bahan pokok. Pemerintah harus memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan mencegah spekulasi yang merugikan masyarakat,” ujar Firnando, Minggu (19/4/2026)

Ia menilai, tidak adanya kenaikan pada BBM subsidi seharusnya menjadi penahan agar harga pangan tetap stabil. Namun, dampak dari lonjakan BBM non-subsidi tetap perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok kelas menengah.

“Kita harus waspada terhadap dampak lanjutan, khususnya terhadap daya beli masyarakat kelas menengah yang mulai tertekan akibat kenaikan biaya energi,” katanya.

Firnando juga menyoroti potensi terjadinya fenomena “turun kelas energi”, yakni peralihan konsumsi dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi. Menurutnya, kondisi ini harus diantisipasi dengan pengawasan yang ketat.

“BBM subsidi harus tepat sasaran. Jangan sampai dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu. Penguatan sistem distribusi dan pengawasan di lapangan menjadi sangat penting,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk mengendalikan dampak tidak langsung melalui sektor logistik agar tidak memicu kenaikan harga barang.

“Pemerintah perlu mengontrol tarif logistik, termasuk melalui pemberian insentif, agar biaya distribusi tidak meningkat dan membebani masyarakat,” ujarnya.

Upaya menjaga stabilitas harga pangan juga dinilai harus diperkuat melalui operasi pasar dan intervensi distribusi.

“Langkah-langkah seperti operasi pasar harus diintensifkan agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah kenaikan harga energi,” tambahnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi VI DPR RI akan terus memantau implementasi kebijakan ini dan mendorong evaluasi berkala.

“Kami di Komisi VI DPR RI akan terus memastikan kebijakan energi tidak menimbulkan efek domino terhadap inflasi dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Firnando.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara
BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima
339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa
BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula
Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali
BULOG Punya Stok 4,9 Juta Ton, Beras Siap Digelontorkan untuk Jaga Harga Sesuai HET
Harga Emas Antam Hari Ini 4 September 2026: Berpotensi Turun ke Rp2,6 Juta, tapi Bisa Naik Lagi
Bantuan Pangan Beras Dipercepat, BULOG Salurkan 30 Kg untuk Warga di Papua dan Maluku

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:52 WIB

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara

Jumat, 11 September 2026 - 10:14 WIB

BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 09:39 WIB

339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa

Rabu, 9 September 2026 - 07:29 WIB

BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula

Sabtu, 5 September 2026 - 22:21 WIB

Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali

Berita Terbaru