Mengunjungi Kediaman Abah Abuya Syar’i Ciomas: Siapakah Beliau? (Serial III)

- Penulis

Minggu, 9 Februari 2025 - 02:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH. Ratu Bagus Syah Ahmad Syar'i atau biasa juga disapa Abah Abuya Syar’i Ciomas. (dok.istimewa)

KH. Ratu Bagus Syah Ahmad Syar'i atau biasa juga disapa Abah Abuya Syar’i Ciomas. (dok.istimewa)

SERANG, BANTEN – Kediaman Abuya Abah Syar’i Ciomas tak hanya menjadi tempat bagi para santri menuntut ilmu, tetapi juga tujuan bagi banyak tamu dari dalam maupun luar negeri. Para peziarah datang dari berbagai negara, seperti Pakistan, Oman, Qatar, Arab Saudi, Singapura, dan Malaysia. Mereka hadir dengan beragam tujuan, mulai dari bersilaturahmi, meminta doa, hingga berharap berkah dari beliau.

“Saya datang pada asalnya hanya ingin minta nasehat,” Abuya tidak bagi nasehat, beliau kata, “Saya doakan anda,” jadi Alhamdulillah saya dapat doa dari orang ‘alim, MasyaAllah, saya bersyukur sangat, saya senang sekali, sebab Abuya mendoakan saya,” ujar Sayyid Usman Aljaelani, salah satu tamu Abuya Syar’i, yang datang dari Kuala Lumpur, Malaysia, seperti terlihat dalam upload youtube asisten Abuya Syar’i melalui akun “Kang Ujang Ciomas.”

Tempat Berbagi Ilmu dan Hikmah

Menurut Kang Ujang, permasalahan yang disampaikan kepada Abuya sangat beragam.

“Ada yang ingin berobat, mengeluhkan ekonomi, rumah tangga, bisnis, karier, bahkan soal jabatan. Abuya selalu memberikan nasihat dengan bijak dan doa yang menenangkan hati,” ujarnya.

Santri yang berkesempatan belajar langsung kepada Abuya Syar’i bukan sembarang orang. Hanya mereka yang mendapat restu dan izin beliau yang bisa berguru secara langsung. Metode pengajaran di padepokan ini berbeda dari sekolah formal.

“Kami di sini belajar untuk memahami diri sendiri dan alam semesta. Tidak ada ijazah seperti di sekolah-sekolah umum. Fokus kami adalah riyadhah, taubat, ikhlas, dan mengenal Tuhan,” ucap salah seorang santri Abah yang kami temui di lokasi.

Kegiatan Sosial Abuya Abah Syar’i

Selain membimbing para santri dan menerima tamu, Abuya Abah Syar’i memiliki kegiatan sosial yang konsisten, salah satunya adalah “Jumat Berkah.” Setiap hari Jumat, beliau rutin memberikan santunan kepada masyarakat sekitar. Tak hanya itu, lima hari menjelang Idul Fitri, Abuya juga menggelar santunan untuk 1.000 hingga 2.000 orang yatim dan duafa. Sedangkan pada bulan Rabiul Awal atau Maulid Nabi Muhammad SAW, jumlah penerima santunan bisa mencapai 3.000 hingga 4.000 orang, mencakup wilayah Ciomas, Pabuaran, Padarincang, dan Mancak.

“Beliau tidak pernah absen berbagi, terutama kepada yatim dan dhuafa. Saya sendiri menyaksikan bagaimana setiap tahun ribuan orang menerima santunan dari Abuya,” ungkap Kang Ujang dalam sebuah wawancara yang diunggah di kanal YouTube Ibnu Syarif Abdul Halim.

Pondok Pesantren Cimanungtung: Mencetak Santri Berilmu dan Berakhlak

Di kediaman Abuya, terdapat Pondok Pesantren Cimanungtung, ya, “Cimanungtung nama daerah di sini,” ujar asisten Abah Abuya dalam keterangannya, pondok pesantren ini dikelola langsung oleh putra bungsu beliau. Pesantren ini terbagi menjadi dua program utama. Santri putra mengikuti sistem pendidikan salafi yang berfokus pada pembelajaran Al-Qur’an dan Kitab Kuning. Sementara itu, santri putri lebih diarahkan untuk menghafal Al-Qur’an.

Menariknya, tidak ada biaya bulanan yang dibebankan kepada para santri.

“Kami hanya perlu membawa bekal sendiri untuk kebutuhan sehari-hari selama mondok,” ujar salah satu santri.

Setiap Kamis malam, para santri rutin mengadakan pembacaan Manakib Syekh Abdul Qadir Jaelani, mengenang sejarah para ulama, serta berzikir dan berdoa bersama. Kegiatan ini juga sering diikuti oleh para jamaah yang datang berkunjung. Bahkan, agenda dzikir dan doa bersama ini kerap diabadikan dalam kanal YouTube “Mang Ujang Ciomas.”

Kehidupan di kediaman Abuya Abah Syar’i bukan hanya tentang menimba ilmu agama, tetapi juga membangun kedekatan spiritual yang mendalam. Dengan segala aktivitasnya, beliau menjadi sosok ulama yang tak hanya dihormati di Nusantara, tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru