JAKARTA — Perayaan Hari Ibu bukan sekadar seremoni, tetapi panggilan nurani. Inilah yang diwujudkan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pemuda dan Olahraga (DWP Kemenpora) saat memperingati HUT DWP Ke-26 dan Hari Ibu Ke-97 dengan aksi nyata penuh makna: bakti sosial, donor darah, dan cek kesehatan gratis.
Bertempat di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Selasa (23/12), kegiatan ini dihadiri Penasehat DWP Kemenpora RI Liza Erick Thohir, Wakil Penasehat Ami Taufik Hidayat, serta Ketua DWP Kemenpora Sunarti Gunawan Suswantoro. Kehadiran para tokoh perempuan ini menjadi simbol kuat bahwa kesehatan ibu adalah fondasi masa depan bangsa.
Kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI, Puskesmas Tanah Abang, dan Palang Merah Indonesia (PMI) menghadirkan layanan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan dan keluarga besar Kemenpora, bahkan terbuka bagi masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Liza Erick Thohir menegaskan bahwa ibu yang sehat adalah penentu lahirnya generasi unggul.
“Perempuan Indonesia harus sehat badan dan bugar, karena dari rahim dan tangan ibu yang kuatlah lahir Generasi Emas 2045,” ujarnya penuh empati.
Ia juga mengapresiasi target pengumpulan hingga 200 kantong darah dalam kegiatan donor hari itu. “Terima kasih untuk seluruh pengurus DWP Kemenpora, PMI, dan Puskesmas Tanah Abang. Ini adalah wujud kepedulian nyata perempuan untuk sesama,” tambahnya.
Senada, Wakil Penasehat DWP Kemenpora Ami Taufik Hidayat menyampaikan bahwa donor darah telah menjadi budaya kepedulian di lingkungan Kemenpora.
“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap empat bulan sekali. Rata-rata 150 pendonor hadir. Semoga kebaikan seperti ini terus berlanjut. Selamat HUT DWP Ke-26 dan Hari Ibu Ke-97,” tuturnya.
Tak hanya soal kesehatan fisik, kegiatan ini juga membawa pesan besar tentang ketangguhan perempuan dalam membangun karakter generasi bangsa. Sekjen DWP Pusat Dewi Arief R. Hakim, yang mewakili Ketua Umum DWP Pusat, menegaskan bahwa peringatan ini adalah momentum refleksi bersama.
“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi penguatan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Masa depan Indonesia ditentukan oleh keluarga yang kuat, anak-anak berkarakter, dan perempuan yang tangguh,” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan mendalam: setiap anak Indonesia berhak tumbuh dengan Asih, Asuh, dan Asah yang baik—dan semua itu bermula dari ibu yang sehat, sadar, dan berdaya.
Penulis : guntar
Editor : gunawan tarigan






