Jeritan dari Penjara Damon: Tahanan Perempuan Palestina Dipukul dan Dipaksa Lepas Jilbab

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi tahanan wanita palestina (dok. anadolu)

ilustrasi tahanan wanita palestina (dok. anadolu)

JAKARTA – Perempuan Palestina yang ditahan di Penjara Damon, Haifa, Israel, dilaporkan mengalami berbagai bentuk kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi. Informasi tersebut disampaikan Kantor Media Tahanan Palestina dalam pernyataan resminya, dikutip Jumat  (9/1/2026).

Menurut laporan tersebut, para sipir penjara memaksa tahanan perempuan keluar ke halaman, menyuruh mereka duduk di tanah, lalu memaksa melepas jilbab sebelum melakukan pemukulan. Tindakan represif itu disebut terjadi dalam empat insiden terpisah sepanjang Desember.

Tak hanya itu, aparat penjara juga dilaporkan menggunakan anjing penjaga dan granat kejut untuk mengintimidasi para tahanan. Kantor Media Tahanan menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan norma kemanusiaan.

Akibat kekerasan itu, sejumlah tahanan perempuan mengalami luka-luka. Lembaga tersebut menegaskan Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan para tahanan dan memperingatkan adanya risiko serius akibat pola penindasan yang terus berulang.

Kantor Media Tahanan Palestina juga menyerukan kepada organisasi hak asasi manusia serta lembaga kemanusiaan internasional untuk segera bertindak menghentikan meningkatnya pelanggaran terhadap perempuan Palestina di Penjara Damon.

Sementara itu, organisasi hak asasi manusia Israel dan Palestina mencatat lebih dari 9.300 warga Palestina—termasuk perempuan dan anak-anak—masih ditahan di penjara-penjara Israel. Banyak di antaranya dilaporkan mengalami kekerasan, kelaparan, hingga pengabaian medis yang telah menyebabkan sejumlah kematian.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan hampir 71.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 orang lainnya. Di wilayah Tepi Barat yang diduduki, militer Israel dan pemukim ilegal juga disebut telah menewaskan sedikitnya 1.102 warga Palestina dan melukai hampir 11.000 orang dalam periode yang sama.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Sumber Berita: anadolu

Berita Terkait

Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan
PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha
Hubungan Turkiye–Arab Saudi Kian Erat, Dorong Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras
DPR RI Nilai Penangkapan Presiden Venezuela Cederai Kedaulatan Negara
AS Tangkap Presiden Maduro, Hikmahanto Juwana: Ini Preseden Berbahaya bagi Dunia!
Indonesia Semarakkan IWA Charity Bazaar 2025 di Bucharest

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 05:18 WIB

Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:21 WIB

Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:45 WIB

PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:03 WIB

Hubungan Turkiye–Arab Saudi Kian Erat, Dorong Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:33 WIB

Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras

Berita Terbaru