20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelepasan 20 Kompetitor untuk WorldSkills Competition 2026 (foto. kemendikdsmen)

Pelepasan 20 Kompetitor untuk WorldSkills Competition 2026 (foto. kemendikdsmen)

JAKARTA – Indonesia mematangkan persiapan menghadapi WorldSkills Competition (WSC) 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok. Sebanyak 20 kompetitor dan 17 expert disiapkan untuk membawa nama Indonesia dalam kompetisi keterampilan vokasi tingkat dunia tersebut.

Kontingen Indonesia juga diperkuat technical delegate, technical delegate assistant, pelatih, pendamping, dan tim pendukung. Para kompetitor berasal dari siswa dan alumni SMK, institusi pendidikan, serta mitra industri.

Persiapan dilakukan sejak Februari 2026 melalui Competition Preparation Week dan dilanjutkan dengan berbagai simulasi yang menyerupai kondisi kompetisi. Pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mental, disiplin, ketelitian, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan.

Salah satu kompetitor, Kanya Anggrek Gunawan, alumnus SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, akan tampil pada bidang 3D Game Art. Bidang ini menjadi salah satu tantangan baru karena untuk pertama kalinya Indonesia mengikuti kompetisi pada kategori tersebut.

“Persiapan yang kami jalani cukup panjang dan banyak hal yang saya pelajari, bukan hanya tentang kompetensi, tetapi juga bagaimana menjaga fokus, disiplin, dan mental dalam menghadapi kompetisi,” ujar Kanya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

“Saya harap ketika bertanding, kami bisa fokus mengerjakan sesuai apa yang sudah dipelajari dan bisa memberikan yang terbaik untuk negeri,” lanjutnya.

Sementara itu, kompetitor bidang Auto Body Repair, Dewangga Pratama Putra dari SMK Krian 2 Sidoarjo, telah menjalani pelatihan sekitar enam bulan bersama industri.

“Untuk target saya, yang paling utama adalah Gold Medal, tapi yang paling minimum adalah Medal of Excellence,” kata Dewangga.

Ia juga ingin membawa pulang pengalaman untuk dibagikan kepada adik kelasnya setelah kompetisi.

“Saya mengharapkan ada junior yang meneruskan bakat-bakat saya di bidang auto body repair terutama, dan skill-skill yang saya miliki bisa diasah oleh adik-adik kelas selanjutnya,” tuturnya.

Pada bidang Robot Systems Integration, expert Reza Pahlevi mengatakan tim yang didampinginya merupakan juara pertama ASEAN Skills 2025 di Filipina. Tim tersebut menjalani pelatihan sekitar tiga hingga empat bulan di training center industri.

Reza menilai perkembangan robotik dan kecerdasan artifisial (AI) membuat talenta vokasi harus terus meningkatkan keterampilan.

“Kalau kita tidak meng-upskilling, tidak me-reskilling kita, kita akan ketinggalan zaman, ketinggalan teknologi yang nantinya akan diambil oleh AI dan robotik yang ada di dunia,” ujarnya.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq berharap kontingen Indonesia mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa pulang pengalaman yang dapat dibagikan kepada dunia pendidikan vokasi di Tanah Air.

“Juara itu bukan semata-mata kita ranking 1, ranking 2, atau ranking 3, ataupun tidak semata-mata kita meraih medali atau tidak, tetapi itu juara menyangkut soal mentalitas, menyangkut soal cara pandang hidup,” kata Fajar.

Ia berpesan agar seluruh kontingen tetap bangga atas proses yang telah dijalani dan membagikan pengalaman dari Shanghai kepada komunitas pendidikan dan vokasi di Indonesia.

“Apa pun hasilnya, pulanglah kembali ke tanah air dengan kebanggaan, dengan tanggung jawab bahwa apa yang telah dicapai di Shanghai, apa yang telah dilihat dan dipelajari di Shanghai itu perlu ditularkan, disebarkan di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:05 WIB

5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB