5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendiktisaintek Fauzan dengan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Timor-Leste, Mariano Assanami Sabino Lopes (foto. kemendiksaintek)

Wamendiktisaintek Fauzan dengan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Timor-Leste, Mariano Assanami Sabino Lopes (foto. kemendiksaintek)

JAKARTA – Lebih dari 5.700 mahasiswa Timor-Leste menempuh pendidikan tinggi di Indonesia. Kedua negara kini menjajaki perluasan kerja sama, mulai dari riset kesehatan, perikanan, dan keanekaragaman hayati hingga pertukaran mahasiswa dan dosen, untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan dengan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Timor-Leste, Mariano Assanami Sabino Lopes, di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (26/10/2026).

Fauzan menegaskan, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar capaian akademik. Kampus harus menjadi bagian dari pembangunan nasional dengan menghasilkan lulusan, penelitian, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Posisi kampus tidak bisa dilihat secara parsial dalam konteks pembangunan satu negara, tetapi kampus menjadi bagian tak terpisahkan dari kualitas pembangunan bangsa,” kata Fauzan.

Dalam pertemuan tersebut, Fauzan menyoroti pentingnya penelitian yang mampu menjawab persoalan masyarakat. Menurut dia, riset perguruan tinggi tidak semestinya berhenti pada publikasi ilmiah atau sekadar memenuhi persyaratan kenaikan jabatan akademik.

“Riset pun adalah riset yang harus berdampak. Jangan hanya berhenti sampai dengan jurnal. Jangan hanya riset yang ingin digunakan untuk meningkatkan kepangkatan, tetapi riset yang dapat memberikan kontribusi riil terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendukung tujuan itu, Indonesia dan Timor-Leste membahas peluang penelitian bersama di bidang kesehatan, perikanan, dan keanekaragaman hayati.

Kolaborasi di bidang kesehatan dapat mencakup penelitian penyakit, sedangkan sektor perikanan membuka peluang kajian sumber daya perairan. Kedua negara juga berpotensi mengembangkan penelitian mengenai spesies lokal untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan menjawab kebutuhan pembangunan.

Kerja sama ini diharapkan memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus meningkatkan kapasitas peneliti dan perguruan tinggi di kedua negara.

Mariano Assanami Sabino Lopes menyampaikan bahwa kedekatan budaya, hubungan persaudaraan, dan kemudahan berbahasa menjadi pertimbangan penting bagi Timor-Leste dalam mengembangkan kerja sama pendidikan dengan Indonesia.

Kesamaan tersebut dinilai mempermudah komunikasi dan pertukaran pengetahuan, terutama dalam menyiapkan SDM yang dibutuhkan untuk pembangunan negaranya.

“Kita berharap bahwa untuk masuk standarnya sama, kita lebih fokus kerja sama lebih banyak dengan Indonesia karena masalah kultur, masalah persaudaraan, dan juga masalah bahasa yang lebih mudah untuk bisa komunikasi. Jadi, pembangunan human resource ini kita fokusnya lebih ke Indonesia,” tutur Mariano.

Selama ini, hubungan pendidikan kedua negara berkembang melalui berbagai skema beasiswa, kemitraan antaruniversitas atau University to University (U2U), penelitian bersama, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.

Selain memperluas kolaborasi riset, kedua pihak membahas peningkatan kapasitas dosen, pengembangan karier akademik, dan pertukaran mahasiswa. Persoalan administrasi mahasiswa asing, termasuk visa dan izin tinggal untuk keperluan pendidikan, juga menjadi bagian dari pembahasan.

Indonesia dan Timor-Leste turut membahas pembaruan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di bidang pendidikan tinggi yang dijadwalkan berakhir pada 2027.

Pembaruan kesepakatan ini menjadi agenda penting untuk menjaga kesinambungan kerja sama sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih luas, termasuk dalam konteks keanggotaan Timor-Leste di ASEAN.

Melalui penguatan kemitraan perguruan tinggi, riset bersama, dan pertukaran akademisi, kedua negara berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta memperkuat kapasitas SDM.

Dengan lebih dari 5.700 mahasiswa Timor-Leste yang belajar di Indonesia, kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mendorong lahirnya penelitian dan inovasi yang menjawab tantangan pembangunan di kedua negara.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:05 WIB

5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Berita Terbaru