BANYAK orang pernah merasakan sensasi yang sama: saat minum es atau makan sesuatu yang sangat dingin, tiba-tiba gigi terasa nyeri tajam, bahkan seperti menjalar sampai ke kepala. Sebagian orang menganggap hal ini hanya sebagai “ngilu biasa”.
Padahal secara ilmiah, ada mekanisme saraf di dalam tubuh yang menjelaskan mengapa rasa sakit itu bisa terjadi.
Hubungan Gigi dengan Saraf Kepala
Gigi manusia terhubung dengan salah satu saraf terbesar di wajah, yaitu saraf trigeminal. Saraf ini berfungsi menghantarkan berbagai sensasi dari gigi, rahang, wajah, hingga sebagian kepala menuju otak.
Karena jalur sarafnya saling terhubung, rasa sakit yang berasal dari gigi dapat terasa menjalar hingga ke kepala. Inilah sebabnya mengapa nyeri pada gigi kadang terasa seperti sakit kepala atau tekanan di sekitar wajah.
Gigi Sensitif, Penyebab yang Paling Sering
Penyebab paling umum rasa sakit saat minum es adalah gigi sensitif atau dalam istilah medis disebut dentin hypersensitivity.
Secara struktur, gigi memiliki lapisan luar yang sangat keras bernama enamel. Lapisan ini berfungsi melindungi bagian dalam gigi dari berbagai rangsangan, termasuk suhu panas maupun dingin.
Namun jika enamel menipis atau gusi mengalami penurunan, lapisan dentin yang berada di bawahnya bisa terbuka. Dentin memiliki banyak saluran mikroskopis yang terhubung langsung dengan saraf gigi.
Ketika minuman dingin mengenai dentin yang terbuka, cairan di dalam saluran tersebut bergerak cepat dan merangsang saraf. Reaksi inilah yang memicu rasa nyeri tajam yang sering disebut sebagai “ngilu”.
Bisa Juga Karena Gigi Berlubang
Selain gigi sensitif, rasa sakit saat minum es juga bisa disebabkan oleh gigi berlubang atau dental caries.
Jika lubang pada gigi sudah cukup dalam, rangsangan suhu dingin dapat langsung mencapai jaringan saraf di bagian dalam gigi. Akibatnya, rasa sakit bisa terasa lebih kuat dan bahkan menjalar hingga ke rahang atau kepala.
Fenomena “Brain Freeze”
Dalam beberapa kasus, nyeri yang muncul setelah mengonsumsi sesuatu yang sangat dingin juga berkaitan dengan fenomena yang dikenal sebagai “brain freeze”.
Secara medis, kondisi ini disebut sphenopalatine ganglioneuralgia. Fenomena tersebut terjadi ketika suhu dingin secara tiba-tiba mengenai langit-langit mulut.
Pembuluh darah di area tersebut akan bereaksi cepat, lalu memicu sinyal nyeri yang dikirimkan melalui saraf trigeminal menuju otak. Itulah sebabnya rasa sakitnya bisa terasa seperti muncul di kepala, meskipun pemicunya berasal dari mulut.
Jangan Dianggap Sepele
Jika rasa sakit pada gigi sering muncul setiap kali minum es atau makan makanan dingin, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.
Nyeri tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada gigi, seperti enamel yang mulai menipis, gusi yang turun, atau gigi berlubang. Pemeriksaan ke dokter gigi dapat membantu mengetahui penyebab pastinya sekaligus mencegah kerusakan yang lebih serius.
Kesimpulan
Nyeri gigi saat minum es bukan sekadar rasa ngilu biasa. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh gigi sensitif, gigi berlubang, atau reaksi saraf terhadap suhu dingin yang ekstrem.
Rasa sakit tersebut sebenarnya merupakan sinyal dari tubuh agar kita lebih memperhatikan kesehatan gigi sebelum masalah yang lebih besar terjadi.
Sumber:
American Dental Association (ADA)
Mayo Clinic
National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR)
Harvard Health Publishing
Penulis : atz













