Minta Maaf, Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar (foto. kemenag)

Menag Nasaruddin Umar (foto. kemenag)

JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya mengenai zakat yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa zakat tetap merupakan kewajiban individual (fardhu ‘ain) dan bagian dari rukun Islam yang tidak berubah kedudukannya.

“Saya memohon maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Perlu saya tegaskan kembali bahwa zakat adalah fardhu ‘ain, rukun Islam, dan kewajiban yang harus ditunaikan setiap Muslim yang memenuhi syarat,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Menag menjelaskan, pernyataan yang ia sampaikan dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah sejatinya dimaksudkan sebagai ajakan untuk melakukan reorientasi pengelolaan dana umat. Ia menilai penguatan ekonomi syariah tidak cukup hanya bertumpu pada zakat, tetapi juga perlu mengoptimalkan instrumen filantropi Islam lain seperti wakaf, infak, dan sedekah.

“Zakat tetap wajib dan tidak tergantikan. Namun, untuk memperkuat ekonomi umat secara lebih luas, kita perlu mengembangkan instrumen lain seperti wakaf produktif, infak, dan sedekah secara lebih profesional dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Nasaruddin, sejumlah negara telah menunjukkan kemajuan melalui pengelolaan wakaf yang terintegrasi dan modern. Ia mencontohkan praktik di Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, di mana institusi pengelola wakaf berperan sebagai motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi umat.

“Model pengelolaan wakaf di negara-negara tersebut menunjukkan bahwa dana umat dapat dikelola secara produktif untuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Inilah yang ingin kita pelajari dan adaptasi di Indonesia, tanpa mengurangi kewajiban zakat yang sudah jelas dalam ajaran Islam,” tegasnya.

Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya optimalisasi seluruh instrumen dana sosial keagamaan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menunaikan zakat sebagaimana kewajiban agama, sekaligus mendukung pengembangan wakaf dan filantropi Islam agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan bagi umat,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Menag Ajak 4 Negara ASEAN Rumuskan Model Masyarakat Islam Berkeadaban
Dari Jakarta hingga Makassar, Safari Pelayanan Hanny Kolamban dan Lano Runtuwarouw Rajut Kebersamaan GKMI
MUI Ingatkan Umat Islam: Penundaan Wajib Halal Jangan Bikin Lengah
MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik
Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat
Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:49 WIB

Menag Ajak 4 Negara ASEAN Rumuskan Model Masyarakat Islam Berkeadaban

Senin, 2 November 2026 - 09:40 WIB

Dari Jakarta hingga Makassar, Safari Pelayanan Hanny Kolamban dan Lano Runtuwarouw Rajut Kebersamaan GKMI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:04 WIB

MUI Ingatkan Umat Islam: Penundaan Wajib Halal Jangan Bikin Lengah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:50 WIB

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:37 WIB

Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat

Berita Terbaru