Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

- Penulis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lalu Hadrian Irfani, saat mengunjungi rumah Anissa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mataram (Unram) (foto. ist)

Lalu Hadrian Irfani, saat mengunjungi rumah Anissa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mataram (Unram) (foto. ist)

MATARAM – Keterbatasan ekonomi keluarga tak seharusnya memupus impian anak untuk kuliah. Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi salah satu penopang bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, saat mengunjungi rumah Anissa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mataram (Unram) yang menerima beasiswa KIP Kuliah, di Kelurahan Pekan Daye, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Dalam kunjungan tersebut, Lalu Hadrian didampingi Rektor Unram, Sukardi. Pertemuan itu memberinya kesempatan untuk melihat langsung kondisi keluarga penerima bantuan sekaligus memahami arti dukungan pendidikan bagi mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Program KIP Kuliah ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak dari keluarga sederhana dan kurang mampu, tetapi memiliki keinginan serta tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Lalu Hadrian, Minggu (18/10/2026)

Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan terhadap keberlanjutan akses pendidikan melalui program KIP Kuliah.

Menurut Lalu Hadrian, bantuan pendidikan bukan sekadar meringankan beban biaya kuliah. Program tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita tanpa sepenuhnya terbebani kondisi ekonomi keluarga.

“Kalau kita melihat kondisi keluarga penerima beasiswa ini, bantuan tersebut memang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Karena itu, program seperti ini harus terus dijaga keberlanjutannya agar semakin banyak anak bangsa yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi,” ujarnya.

Lalu Hadrian menegaskan, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi perlu terbuka bagi generasi muda yang memiliki kemauan belajar dan potensi akademik, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Ia berharap pemerintah tidak hanya mempertahankan program KIP Kuliah, tetapi juga terus meningkatkan jangkauannya agar bantuan tepat sasaran dan dapat dinikmati mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

Perhatian tersebut, kata dia, penting bagi Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Kami di Nusa Tenggara Barat, bersama Pak Rektor Unram, menyampaikan terima kasih. Semoga program ini terus berjalan dan berlanjut sehingga bisa membantu anak-anak bangsa yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan, meskipun kondisi ekonomi keluarganya sangat terbatas,” tuturnya.

Sementara itu, Anissa menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan KIP Kuliah yang diterimanya. Beasiswa tersebut menjadi dukungan penting baginya untuk meneruskan pendidikan di Universitas Mataram.

Kunjungan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana bantuan pendidikan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mempertahankan langkah menuju masa depan yang lebih baik.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Berita Terbaru