Kabut Asap Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik Terganggu hingga 17 Oktober 2026

- Penulis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Udara Tjilik Riwut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) (foto. pu)

Bandar Udara Tjilik Riwut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) (foto. pu)

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia semakin mengganggu operasional penerbangan. Hingga 17 Oktober 2026, sebanyak 2.458 penerbangan berjadwal domestik terdampak, mulai dari keterlambatan hingga pembatalan dan pengalihan rute.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, jumlah penerbangan terdampak tersebut bertambah 437 dibandingkan data 13 Oktober 2026 yang mencapai 2.021 penerbangan. Gangguan ini terakumulasi sejak 11 Agustus 2026.

Dari total penerbangan terdampak, sebanyak 1.080 mengalami keterlambatan, 1.324 dibatalkan atau ditunda, 22 dialihkan ke bandar udara lain, enam kembali ke bandara keberangkatan, dan 26 dimajukan jadwalnya.

Meluasnya kabut asap membuat dampak karhutla terhadap transportasi udara semakin terasa. Jika sebelumnya gangguan banyak terjadi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua, pada periode 13–17 Oktober 2026 asap juga memengaruhi operasional penerbangan di Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara.

Sejumlah bandar udara di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan turut terdampak. Di Sulawesi Tengah, gangguan dilaporkan terjadi di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Maleo di Morowali, Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk, serta Sultan Bantilan di Tolitoli.

Sementara itu, di Sulawesi Tenggara, bandara yang terdampak meliputi Sangia Nibandera di Kolaka dan Betoambari di Baubau. Gangguan juga menjangkau Bandara Toraja di Sulawesi Selatan.

Di kawasan Maluku dan Maluku Utara, kabut asap berdampak pada operasional Bandara Sultan Babullah di Ternate, Oesman Sadik di Labuha, Pattimura di Ambon, serta Karel Sadsuitubun di Langgur.

Wilayah Papua juga menghadapi gangguan di sejumlah titik, antara lain Bandara Mozes Kilangin di Timika, Douw Aturure di Nabire, Wamena, Domine Eduard Osok di Sorong, Utarom di Kaimana, dan Babo di Teluk Bintuni.

Di Kalimantan, dampak asap tercatat di Bandara Supadio di Pontianak, Rahadi Oesman di Ketapang, Iskandar di Pangkalan Bun, H. Asan di Sampit, Tjilik Riwut di Palangka Raya, serta Robert Atty Bessing di Malinau.

Adapun di Sumatera, gangguan terjadi di Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Japura di Rengat, Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Sultan Thaha di Jambi, Dr. Ferdinand Lumban Tobing di Sibolga, dan Malikussaleh di Lhokseumawe.

Kabut asap dapat menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara sehingga menyulitkan proses lepas landas maupun pendaratan. Kondisi tersebut membuat maskapai dan pengelola bandara harus menyesuaikan operasional demi menjaga keselamatan penerbangan.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Setiap keputusan operasional harus mempertimbangkan kondisi jarak pandang dan perkembangan cuaca di wilayah bandar udara terdampak,” demikian penegasan yang sejalan dengan langkah mitigasi Ditjen Perhubungan Udara.

Gangguan akibat kabut asap tidak hanya terjadi pada penerbangan domestik. Ditjen Perhubungan Udara juga mencatat 14 penerbangan internasional dibatalkan.

Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang pergi pada 12–23 September 2026 dibatalkan akibat asap di Bandara Supadio. Selain itu, dua penerbangan rute Singapura–Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026 dibatalkan karena kondisi asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Penerbangan perintis turut mengalami gangguan. Pada 16 Oktober 2026, sebanyak 22 penerbangan perintis dibatalkan akibat kabut asap, termasuk dua penerbangan kargo.

Pembatalan tersebut terjadi di empat wilayah koordinasi, yakni Korwil Singkep sebanyak enam penerbangan, Korwil Kuala Pembuang empat penerbangan, Korwil Tanah Merah enam penerbangan, dan Korwil Gorontalo enam penerbangan.

Di luar dampak karhutla, sebanyak 20 penerbangan berjadwal domestik juga dibatalkan karena faktor lain. Penyebabnya meliputi abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.

Menghadapi meluasnya gangguan penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara meminta pengelola bandar udara di wilayah terdampak meningkatkan langkah mitigasi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan Low Visibility Procedures (LVP) atau prosedur operasional saat jarak pandang rendah bersama AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pengelola bandara juga diminta menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM), meningkatkan kesiagaan operasional di sisi udara, serta memastikan pelayanan penumpang di terminal tetap berjalan optimal.

Penyediaan informasi penerbangan yang akurat dan masker bagi penumpang juga menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.

Di sisi lain, upaya pemadaman karhutla melalui operasi water bombing terus dilakukan. Selama periode 20 April hingga 16 Oktober 2026, operasi tersebut telah mencapai 5.179 flight cycle atau siklus penerbangan dengan melibatkan 38 pesawat dari 11 operator.

Bandara di wilayah terdampak turut mendukung operasi pemadaman dengan menyediakan area parkir pesawat dan helikopter, memberikan prioritas slot penerbangan, serta menyiapkan posko pemantauan karhutla. Pendataan sumber air dan ketersediaan bahan bakar juga dilakukan untuk menunjang kelancaran operasi.

Ditjen Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi.

Di tengah gangguan yang masih berlangsung, masyarakat diimbau tetap tenang dan memahami kemungkinan perubahan jadwal penerbangan akibat kabut asap.

Penumpang juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Sebelum berangkat ke bandara, calon penumpang sebaiknya memeriksa status penerbangan dan perkembangan cuaca melalui kanal resmi maskapai masing-masing.

Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi keterlambatan maupun pembatalan mendadak, sekaligus memastikan perjalanan berlangsung lebih aman di tengah dampak karhutla yang meluas di berbagai wilayah Indonesia.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Trem Listrik Bali Digadang Atasi Macet, Pakar Ingatkan 5 Tantangan Besar
Tol Jakarta–Cikampek Contraflow Lagi, Berlaku dari KM 21 hingga KM 23
Jutaan Warga Bergantung pada Ojol, Djoko Setijowarno: Pemerintah Harus Berbenah
Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan, Citilink Paling Terdampak
DAMRI Bawa Bus Hidrogen ke Bandung, Intip Inovasi Transportasi Masa Depan
Puluhan Jam Menyusuri Sungai, Jalan Darat Mahakam Ulu Buka Harapan Baru
AirNav Indonesia dan Telkom University Kembangkan AI untuk Navigasi Penerbangan
Bukan Cuma Sepeda Motor, Kendaraan Roda Tiga Dinilai Punya Masa Depan di Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Kabut Asap Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik Terganggu hingga 17 Oktober 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Trem Listrik Bali Digadang Atasi Macet, Pakar Ingatkan 5 Tantangan Besar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Tol Jakarta–Cikampek Contraflow Lagi, Berlaku dari KM 21 hingga KM 23

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Jutaan Warga Bergantung pada Ojol, Djoko Setijowarno: Pemerintah Harus Berbenah

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan, Citilink Paling Terdampak

Berita Terbaru