BUCHAREST – Hubungan ekonomi Indonesia dan Rumania memasuki babak baru. Nilai perdagangan kedua negara sepanjang Januari-Juli 2026 menembus USD 571,6 juta, melonjak sekitar 240 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka tersebut bahkan telah melampaui total perdagangan Indonesia-Rumania sepanjang 2025 yang tercatat USD 317,7 juta.
Duta Besar RI untuk Rumania dan Republik Moldova Meidyatama Suryodiningrat mengatakan, peningkatan perdagangan tersebut menunjukkan besarnya peluang kerja sama ekonomi kedua negara.
“Hubungan bilateral Indonesia dan Rumania telah terjalin kuat sejak 1950. Kini, kedua negara tengah membangun landasan kerja sama ekonomi yang saling melengkapi, bukan saling bersaing,” kata Meidyatama dalam resepsi diplomatik HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bucharest, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, Indonesia pada 2022 merupakan mitra dagang terbesar kelima Rumania di kawasan Asia Tenggara. Tren perdagangan yang terus meningkat membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu mitra dagang utama Rumania di kawasan tersebut.
Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi bilateral meningkat dari USD 158,5 juta pada 2022 menjadi USD 317,7 juta pada 2025.
Kinerja perdagangan semakin kuat pada tujuh bulan pertama 2026. Nilainya mencapai USD 571,6 juta, dibandingkan USD 168 juta pada periode yang sama 2025.
Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Rumania mencapai USD 541,1 juta. Angka ini membuat nilai perdagangan dalam tujuh bulan pertama 2026 sudah melampaui capaian setahun penuh 2025 maupun tahun-tahun sebelumnya.
Meidyatama juga menilai dukungan Rumania diperlukan untuk mempercepat proses ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).
Menurutnya, kesepakatan tersebut dapat memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang baru bagi perdagangan dan investasi Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa, termasuk Rumania.
“Indonesia-EU CEPA diharapkan dapat semakin memperluas akses pasar dan membuka peluang perdagangan serta investasi yang lebih besar antara Indonesia dan Uni Eropa,” ujarnya.
Sekretaris Negara untuk Urusan Strategis dan Global Kementerian Luar Negeri Rumania, Ana Cristina Tinca, menyebut perdagangan sebagai salah satu bidang kerja sama yang memiliki potensi besar bagi kedua negara.
“Perdagangan merupakan salah satu bidang kerja sama penting dan potensial antara Rumania dan Indonesia. Peluang kerja sama juga dapat dikembangkan dalam kerangka hubungan Uni Eropa dan ASEAN,” kata Ana Cristina.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam resepsi diplomatik yang dihadiri lebih dari 250 tamu, mulai dari pejabat pemerintah Rumania, korps diplomatik, mitra kerja, sahabat Indonesia hingga undangan lainnya.
Kegiatan itu sekaligus menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Para tamu disuguhi Tari Kembang Girang dan Joged Bumbung yang diiringi gamelan bambu, serta Tari Kecak yang dibawakan Sanggar Seni Jepun Bali Bucharest.
Pertunjukan angklung dan angklung interaktif juga turut ditampilkan Tim Kesenian KBRI Bucharest bersama mahasiswa Indonesia di Rumania dan asosiasi mahasiswa Rumania, Salonul Universitar.
Resepsi semakin semarak dengan sajian kuliner khas Indonesia.
Selain perdagangan, Indonesia dan Rumania memiliki peluang kerja sama di sejumlah sektor lain, seperti ekonomi, pariwisata dan ketenagakerjaan.
Lonjakan perdagangan pada 2026 menjadi salah satu indikator menguatnya hubungan ekonomi kedua negara sekaligus membuka ruang bagi peningkatan kerja sama Indonesia-Rumania di masa mendatang.
Penulis : lazir
Editor : ameri






