Turkmenistan Pernah Gratiskan Gas dan Listrik Selama 24 Tahun, Begini Kisahnya

- Penulis

Minggu, 9 Februari 2025 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Saat banyak negara menghadapi lonjakan inflasi dan harga energi yang terus naik, Turkmenistan pernah menjadi pengecualian. Negara kaya gas alam di Asia Tengah ini pernah memberikan listrik, gas, dan air secara gratis kepada rakyatnya selama hampir seperempat abad. Kebijakan ini dimulai oleh Presiden Saparmurat Niyazov pada tahun 1993, tak lama setelah Turkmenistan merdeka dari Uni Soviet pada 1991.

Niyazov, yang dikenal dengan gaya kepemimpinan otoriternya, memastikan bahwa rakyatnya mendapat pasokan energi tanpa biaya sebagai bagian dari kebijakan populisnya.

“Negara ini kaya akan gas alam, jadi rakyat harus menikmatinya tanpa perlu membayar,” ujar Niyazov dalam salah satu pidatonya yang dikutip oleh Times of India.

Dalam kebijakan tersebut, setiap warga negara mendapatkan jatah 35 kilowatt-hour (kWh) listrik dan 50 meter kubik gas alam per bulan, serta 250 liter air gratis per hari. Kebijakan ini bertahan hingga Niyazov meninggal dunia pada 21 Desember 2006, setelah menjabat sebagai presiden seumur hidup sejak 1991.

Sepeninggal Niyazov, kepemimpinan Turkmenistan diteruskan oleh Gurbanguly Berdymukhamedov. Awalnya, ia tetap mempertahankan kebijakan gas, listrik, dan air gratis yang diwariskan pendahulunya. Namun, pada 2017, kebijakan tersebut dihentikan seiring dengan memburuknya kondisi ekonomi Turkmenistan akibat turunnya harga gas alam.

“Kami harus menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi global yang semakin sulit,” kata Berdymukhamedov dalam sebuah pernyataan saat itu.

Pada 2022, Gurbanguly Berdymukhamedov mengundurkan diri dan digantikan oleh putranya, Serdar Berdymukhamedov. Sebagai pemimpin baru, ia tidak mengembalikan kebijakan subsidi energi seperti di era Niyazov. Hal ini menandakan bahwa era gas, listrik, dan air gratis di Turkmenistan benar-benar telah berakhir. (***)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Sumber Berita: international.sindonews.com

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen
Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Berita Terbaru