AHY Dorong Percepatan Flyover dan Underpass untuk Atasi Perlintasan Rawan di Bekasi

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY saat kunjungi TKP musibah kerta di Bekasi. (dok. rentak.id)

AHY saat kunjungi TKP musibah kerta di Bekasi. (dok. rentak.id)

BEKASI – Tingginya Kecelakaan di perlintasan kereta sebidang kembali menjadi perhatian serius pemerintah.

Dalam kunjungannya ke Bekasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa aspek keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama, terutama di kawasan dengan mobilitas tinggi dan kepadatan penduduk.

Menurut AHY, perlintasan sebidang hingga kini masih menjadi titik rawan kecelakaan, baik yang melibatkan kendaraan maupun pejalan kaki. Untuk itu, pemerintah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengganti seperti flyover dan underpass guna meminimalkan risiko.

“Perlintasan sebidang ini memang memiliki risiko yang tinggi. Kita harus mengurangi potensi kecelakaan dengan menghadirkan solusi infrastruktur yang lebih aman, seperti flyover atau underpass,” ujar AHY, Rabu (29/4/2026)

Ia menekankan, percepatan pembangunan akan difokuskan pada titik-titik prioritas yang selama ini dikenal rawan kecelakaan, khususnya di wilayah dengan intensitas lalu lintas tinggi.

“Kita ingin memastikan keselamatan masyarakat benar-benar terjaga. Karena itu, pembangunan flyover dan underpass harus dipercepat, terutama di titik-titik yang selama ini dikenal rawan,” lanjutnya.

Upaya ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi secara menyeluruh, terlebih setelah sejumlah insiden terjadi di kawasan Bekasi dan sekitarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menko Infrastruktur Bidang Hukum dan Regulasi, Sigit Raditya, menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan penguatan regulasi serta peningkatan disiplin di lapangan.

“Perlintasan sebidang ini memang berisiko tinggi, sehingga perlu ditangani dengan pendekatan yang menyeluruh. Selain pembangunan flyover dan underpass sebagai solusi jangka panjang, penegakan aturan dan kedisiplinan pengguna jalan juga harus terus diperkuat,” jelas Sigit.

Ia menegaskan bahwa keselamatan transportasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan operator dan masyarakat luas.

“Ke depannya, kita akan memastikan bahwa setiap titik rawan dapat ditangani secara bertahap dengan solusi yang berkelanjutan, sehingga keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas utama,” tutupnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru