Indonesia Desak Investigasi Independen atas Penembakan WNI oleh Otoritas Malaysia

- Penulis

Kamis, 30 Januari 2025 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menegaskan pentingnya pembentukan tim investigasi independen untuk mengungkap kebenaran di balik insiden penembakan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Langkah ini dinilai krusial agar Indonesia dapat mengambil keputusan berdasarkan fakta yang valid.

“Kita harus membentuk tim investigasi sendiri agar dapat menyusun kronologi dan mengumpulkan fakta dari perspektif kita. Dengan begitu, kita bisa menentukan langkah yang tepat dalam menangani kasus ini,” ujar Karding saat diwawancarai, Rabu (29/1/2025).

Karding menekankan bahwa pemerintah Indonesia tidak bisa serta-merta menerima narasi yang dibangun oleh pihak Malaysia.

“Kita tidak boleh langsung percaya begitu saja dengan kronologi yang disampaikan APMM Malaysia. Perlu ada verifikasi menyeluruh,” tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah berkomunikasi dengan dua WNI yang menjadi korban penembakan dan selamat dari insiden tersebut. Kedua korban, HA dan MZ, yang berasal dari Riau, menegaskan bahwa mereka tidak melakukan perlawanan terhadap aparat Malaysia saat kejadian berlangsung.

“Keduanya menjelaskan bahwa tidak ada perlawanan bersenjata dari penumpang WNI terhadap aparat APMM,” demikian pernyataan resmi Kemlu, Rabu (29/1).

Saat ini, HA dan MZ dalam kondisi stabil dan menjalani perawatan, sehingga mampu memberikan kesaksian. Namun, dua korban lainnya masih dalam kondisi kritis pascaoperasi dan belum dapat dimintai keterangan. Keempat WNI tersebut saat ini dirawat di RS Serdang dan RS Klang, Malaysia.

Dalam pernyataan resminya, Kemlu juga mendesak otoritas Malaysia untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden ini, termasuk meninjau kemungkinan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat APMM.

“KBRI terus mengumpulkan informasi lebih lanjut untuk memperjelas kronologi kejadian dan telah meminta retainer lawyer untuk mengkaji langkah hukum yang dapat ditempuh,” tambah Kemlu dalam keterangannya.

Sementara itu, jenazah Basri, WNI yang tewas dalam insiden tersebut, telah tiba di Terminal Kargo Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/1) sekitar pukul 16.00 WIB. (***)

Berita Terkait

Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan
PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha
Hubungan Turkiye–Arab Saudi Kian Erat, Dorong Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras
Jeritan dari Penjara Damon: Tahanan Perempuan Palestina Dipukul dan Dipaksa Lepas Jilbab
DPR RI Nilai Penangkapan Presiden Venezuela Cederai Kedaulatan Negara
AS Tangkap Presiden Maduro, Hikmahanto Juwana: Ini Preseden Berbahaya bagi Dunia!

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 05:18 WIB

Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:21 WIB

Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:45 WIB

PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:03 WIB

Hubungan Turkiye–Arab Saudi Kian Erat, Dorong Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:33 WIB

Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras

Berita Terbaru

Hiburan

Eminem Rayakan 18 Tahun Bebas Narkoba

Rabu, 22 Apr 2026 - 21:26 WIB