Dari Nyaris Roboh Jadi Nyaman, SLBN Indramayu Bangkit Lewat Revitalisasi

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wajah baru SLBN Pahlawan Indramayu (foto. kemendikdasmen)

Wajah baru SLBN Pahlawan Indramayu (foto. kemendikdasmen)

INDRAMAYU – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan terus membawa perubahan nyata di berbagai daerah. Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, transformasi tersebut tampak jelas di SLBN Pahlawan Indramayu yang kini tampil lebih layak dan nyaman, sekaligus mendorong meningkatnya partisipasi belajar murid.

Perbaikan yang dilakukan tidak hanya menyentuh fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Revitalisasi mencakup rehabilitasi 12 ruang kelas dan satu unit toilet, serta pengadaan perabot pendukung seperti meja dan kursi murid, meja dan kursi guru, hingga lemari penyimpanan di setiap ruang kelas.

Guru sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) tahun 2025, Yulius, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah sebelum direvitalisasi cukup memprihatinkan. Sejumlah bangunan yang berdiri sejak 1989 mengalami kerusakan berat, bahkan sempat terjadi insiden robohnya bagian gedung.

Mulai dari tembok yang keropos, bau ruangan tidak nyaman, hingga debu yang bertebaran karena beton sudah lapuk. Itu sangat mengganggu proses belajar,” ungkap Yulius, rABU (22/4/2026).

Kini, kondisi tersebut berubah drastis. Bangunan sekolah diperbaiki sekaligus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Atap dibuat lebih tinggi untuk mengurangi panas, struktur bangunan diperkuat, serta aksesibilitas ditingkatkan agar ramah bagi pengguna kursi roda. Area belakang sekolah juga ditinggikan guna mengantisipasi banjir yang sebelumnya kerap menghambat kegiatan belajar.

“Sekarang sekolah ini sudah sangat berubah. Lebih nyaman, lebih aman, dan lebih sesuai untuk anak-anak,” ucap Yulius.

Kepala SLB Negeri Pahlawan Indramayu, Wawan Darsa, menambahkan bahwa revitalisasi turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Proses pembangunan melibatkan tenaga kerja lokal sebagai prioritas utama. “Untuk tenaga kerja, kami menggunakan pekerja lokal, meskipun beberapa tukang didatangkan dari Cirebon karena kebutuhan cukup banyak. Total ada 28 orang tukang yang terlibat,” jelasnya.

Pengerjaan berlangsung sekitar 10 minggu, dimulai sejak pertengahan Agustus 2025. Wawan menilai, pendekatan ini sejalan dengan semangat program revitalisasi yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar.

Dampak paling terasa terlihat pada perubahan perilaku dan kehadiran peserta didik. Jika sebelumnya pihak sekolah harus aktif mengunjungi rumah murid karena rendahnya tingkat kehadiran, kini kondisi tersebut berbalik. “Sekarang hampir semua murid hadir ke sekolah. Hanya yang jaraknya jauh saja yang sesekali kami kunjungi,” ujar Wawan.

Selain itu, kesadaran murid terhadap kebersihan dan fasilitas sekolah juga meningkat. Dinding yang sebelumnya penuh coretan kini lebih terjaga, mencerminkan tumbuhnya rasa memiliki terhadap lingkungan belajar.

Revitalisasi di SLBN Pahlawan Indramayu menjadi bukti bahwa program ini tidak sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi juga mampu menghidupkan kembali semangat belajar, meningkatkan partisipasi siswa, serta mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa revitalisasi merupakan langkah strategis pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang layak, inklusif, dan bermutu bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Ia menekankan bahwa tujuan utama program ini bukan hanya memperbaiki fisik sekolah, melainkan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. “Ketika anak merasa nyaman, mereka akan lebih termotivasi untuk hadir dan belajar,” ujarnya.

Tatang menambahkan, keberhasilan revitalisasi dapat dilihat dari dampak menyeluruh yang ditimbulkan, mulai dari peningkatan kehadiran hingga perubahan perilaku belajar siswa. “Ketika lingkungan belajar tambah baik dan nyaman, kehadiran siswa meningkat, interaksi belajar menjadi lebih positif, dan tumbuh rasa memiliki terhadap sekolah. Ini menjadi indikator penting bahwa revitalisasi berjalan sesuai dengan tujuan besarnya, yaitu menguatkan ekosistem pendidikan,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Upacara Hari Kartini 2026 di MA Khomsani Nur Klanting Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
FSGI Soroti Skorsing 19 Hari Siswa SMAN 1 Purwakarta: Berpotensi Rugikan Hak Belajar
Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global
Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara
TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa
TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan
Alarm Pendidikan! 91 Persen Kasus Kekerasan di Sekolah adalah Kekerasan Seksual

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 07:42 WIB

Dari Nyaris Roboh Jadi Nyaman, SLBN Indramayu Bangkit Lewat Revitalisasi

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WIB

Upacara Hari Kartini 2026 di MA Khomsani Nur Klanting Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

Senin, 20 April 2026 - 11:42 WIB

FSGI Soroti Skorsing 19 Hari Siswa SMAN 1 Purwakarta: Berpotensi Rugikan Hak Belajar

Selasa, 14 April 2026 - 11:21 WIB

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas

Kamis, 9 April 2026 - 08:57 WIB

RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global

Berita Terbaru