Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq, turun langsung ke SD Dwijendra di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (dok. kemendikdasmen)

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq, turun langsung ke SD Dwijendra di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (dok. kemendikdasmen)

JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan satuan pendidikan. Salah satu lokasi yang ditinjau adalah SD Dwijendra di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kunjungan ini dilakukan guna melihat secara langsung kesiapan sekolah, guru, serta siswa dalam menghadapi asesmen nasional tersebut. Dalam peninjauan, Wamen Fajar menyempatkan diri berinteraksi dengan siswa kelas VI yang tengah mengikuti latihan soal TKA mata pelajaran Matematika.

Ia bahkan ikut bergabung dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID), mengerjakan soal cerita berbasis logika bersama para siswa. Di sela kegiatan, ia mengingatkan pentingnya latihan sebagai bekal menghadapi TKA.

Wamen Fajar menegaskan bahwa TKA bukanlah penentu kelulusan siswa. “Untuk anak-anak kita, jangan panik dan takut karena TKA tidak menentukan kelulusan. Ini untuk memetakan kemampuan individual murid, sehingga kita tahu kemampuan mereka di bidang literasi dan numerasi,” ujarnya di Mataram, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, hasil TKA nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu komponen dalam jalur prestasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, peserta didik diimbau untuk mengikuti asesmen dengan percaya diri dan menjunjung tinggi kejujuran.

Penggunaan Papan Interaktif Digital dalam proses pembelajaran juga dinilai membawa dampak positif. Selain membuat suasana belajar lebih menarik bagi siswa, media tersebut dinilai membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih visual dan interaktif.

Kepala SD Dwijendra, Ni Nyoman Sukreni, menyampaikan bahwa kesiapan sekolah dalam menghadapi TKA telah hampir mencapai 100 persen, termasuk dari sisi sarana pendukung seperti perangkat dan jaringan internet. Ia mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat delapan siswa yang akan mengikuti TKA.

Sementara itu, guru kelas VI, Ni Wayan Mega Whidya Sridani, mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan sejak tahun lalu. Upaya tersebut mencakup penambahan jam pembelajaran khusus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, serta latihan soal yang disesuaikan dengan kisi-kisi TKA.

“Setelah melakukan simulasi, kami juga membuat soal dengan model serupa untuk melatih siswa. Persiapan ini sudah dilakukan sejak tahun lalu karena materi TKA mencakup pembelajaran dari kelas 4 hingga kelas 6,” jelasnya.

Dari sisi siswa, kesiapan juga terlihat dari berbagai kegiatan pengayaan yang telah diikuti. Salah satu siswa kelas VI, I Gede Swantara Yonas Amnifu, mengaku telah menjalani sejumlah latihan tambahan dan simulasi.

“Kami sudah beberapa kali melakukan pengayaan dan satu kali simulasi. Pelajaran tambahan sangat membantu memahami materi dan model soal TKA,” ujarnya. Ia berharap dapat meraih hasil terbaik demi melanjutkan pendidikan ke SMP impian melalui jalur prestasi.

Melalui peninjauan ini, Kemendikdasmen memastikan seluruh satuan pendidikan siap melaksanakan TKA secara optimal. Dengan dukungan kesiapan sekolah, guru, serta semangat belajar siswa, pelaksanaan TKA jenjang SD diharapkan berjalan lancar dan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026

Berita Terbaru