JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan satuan pendidikan. Salah satu lokasi yang ditinjau adalah SD Dwijendra di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Kunjungan ini dilakukan guna melihat secara langsung kesiapan sekolah, guru, serta siswa dalam menghadapi asesmen nasional tersebut. Dalam peninjauan, Wamen Fajar menyempatkan diri berinteraksi dengan siswa kelas VI yang tengah mengikuti latihan soal TKA mata pelajaran Matematika.
Ia bahkan ikut bergabung dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID), mengerjakan soal cerita berbasis logika bersama para siswa. Di sela kegiatan, ia mengingatkan pentingnya latihan sebagai bekal menghadapi TKA.
Wamen Fajar menegaskan bahwa TKA bukanlah penentu kelulusan siswa. “Untuk anak-anak kita, jangan panik dan takut karena TKA tidak menentukan kelulusan. Ini untuk memetakan kemampuan individual murid, sehingga kita tahu kemampuan mereka di bidang literasi dan numerasi,” ujarnya di Mataram, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, hasil TKA nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu komponen dalam jalur prestasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, peserta didik diimbau untuk mengikuti asesmen dengan percaya diri dan menjunjung tinggi kejujuran.
Penggunaan Papan Interaktif Digital dalam proses pembelajaran juga dinilai membawa dampak positif. Selain membuat suasana belajar lebih menarik bagi siswa, media tersebut dinilai membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih visual dan interaktif.
Kepala SD Dwijendra, Ni Nyoman Sukreni, menyampaikan bahwa kesiapan sekolah dalam menghadapi TKA telah hampir mencapai 100 persen, termasuk dari sisi sarana pendukung seperti perangkat dan jaringan internet. Ia mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat delapan siswa yang akan mengikuti TKA.
Sementara itu, guru kelas VI, Ni Wayan Mega Whidya Sridani, mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan sejak tahun lalu. Upaya tersebut mencakup penambahan jam pembelajaran khusus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, serta latihan soal yang disesuaikan dengan kisi-kisi TKA.
“Setelah melakukan simulasi, kami juga membuat soal dengan model serupa untuk melatih siswa. Persiapan ini sudah dilakukan sejak tahun lalu karena materi TKA mencakup pembelajaran dari kelas 4 hingga kelas 6,” jelasnya.
Dari sisi siswa, kesiapan juga terlihat dari berbagai kegiatan pengayaan yang telah diikuti. Salah satu siswa kelas VI, I Gede Swantara Yonas Amnifu, mengaku telah menjalani sejumlah latihan tambahan dan simulasi.
“Kami sudah beberapa kali melakukan pengayaan dan satu kali simulasi. Pelajaran tambahan sangat membantu memahami materi dan model soal TKA,” ujarnya. Ia berharap dapat meraih hasil terbaik demi melanjutkan pendidikan ke SMP impian melalui jalur prestasi.
Melalui peninjauan ini, Kemendikdasmen memastikan seluruh satuan pendidikan siap melaksanakan TKA secara optimal. Dengan dukungan kesiapan sekolah, guru, serta semangat belajar siswa, pelaksanaan TKA jenjang SD diharapkan berjalan lancar dan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Penulis : lazir
Editor : ameri













