BAKLI – Pemerintah terus mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan demi menciptakan ruang belajar yang lebih layak bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Melalui program revitalisasi satuan pendidikan, berbagai sekolah dengan kondisi kurang memadai kini mulai berbenah dan menghadirkan suasana belajar yang lebih aman dan nyaman.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, meresmikan hasil program revitalisasi tahun 2025 di 19 satuan pendidikan lintas jenjang di Kabupaten Karangasem. Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Dalam keterangannya, Wamen Fajar menegaskan bahwa program revitalisasi merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan secara merata di seluruh wilayah.
“Tahun 2026 ini, Bapak Presiden telah mengalokasikan anggaran untuk menambah jumlah sekolah yang direvitalisasi. Awalnya sekitar 11 ribu, kemudian ditambah 60 ribu, sehingga total menjadi sekitar 71 ribu sekolah,” ujarnya di Karangasem, Bali, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah memprioritaskan revitalisasi bagi sekolah-sekolah dengan kondisi rusak berat, terdampak bencana, serta berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kebijakan ini diharapkan mampu menjangkau satuan pendidikan yang paling membutuhkan perhatian.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh kebijakan pendidikan pada akhirnya bermuara pada kepentingan peserta didik. Karena itu, fasilitas yang telah dibangun perlu dijaga agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Kepada sekolah-sekolah yang menerima revitalisasi, saya ucapkan selamat. Mohon dirawat dan dijaga, karena perawatan tidak kalah penting agar fasilitas ini terus bermanfaat,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, menyampaikan bahwa pelaksanaan program revitalisasi tahun 2025 di daerahnya berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Sebanyak 19 satuan pendidikan telah menerima manfaat, mulai dari pembangunan ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas sanitasi dan layanan pendidikan lainnya.
Menurutnya, aspek keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan kualitas pendidikan yang merata.
Di tingkat sekolah, dampak revitalisasi dirasakan langsung oleh para tenaga pendidik. Kepala SD Negeri 3 Duda Timur, I Wayan Sudiana, mengungkapkan bahwa kondisi sekolahnya kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
“Pembelajaran di sekolah kami menjadi lebih kondusif dan aman. Masyarakat juga sangat antusias. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut ke depannya. Terima kasih untuk semua yang ikut menyukseskan program ini sehingga bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Penulis : amanda az
Editor : reni diana













