SURABAYA – Keberagaman mahasiswa dari berbagai daerah dinilai menjadi kekuatan untuk membentuk generasi yang terbuka, kreatif, dan mampu berkolaborasi. Pesan itu disampaikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam Pengukuhan Mahasiswa Angkatan V 2026 dan Wisuda Pertama Penerima Beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya, Sabtu (11/9/2026).
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco mengatakan AMN bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pembinaan karakter, kebangsaan, dan kebinekaan.
“AMN tidak dirancang sekadar sebagai tempat tinggal mahasiswa, tetapi sebagai ruang pembinaan karakter, kebangsaan, dan kebinekaan bagi putra-putri Indonesia dari berbagai wilayah,” ujar Badri.
Sebanyak 200 mahasiswa Angkatan V dikukuhkan. Mereka berasal dari Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, UPN Veteran Jawa Timur, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, masing-masing 50 mahasiswa. Mereka mewakili 34 provinsi dan memiliki prestasi akademik maupun nonakademik di tingkat nasional dan internasional.
Badri menilai perjumpaan mahasiswa dari berbagai daerah dapat memperluas wawasan, membangun komunikasi, sekaligus memperkuat jejaring lintas daerah dan perguruan tinggi.
“Keragaman bukan hambatan. Keragaman adalah kekuatan yang harus kita rawat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, sebanyak 305 mahasiswa Angkatan I penerima beasiswa AMN Surabaya mengikuti wisuda. Sebanyak 186 lulusan meraih IPK di atas 3,5, sementara lima mahasiswa menyelesaikan studi dalam 3,5 tahun.
Salah satu lulusan, Eben Heizer Mirino dari Papua Barat, menuntaskan studi di Universitas Negeri Surabaya dengan IPK 3,8 dalam sekitar 3,5 tahun dan kini melanjutkan pendidikan magister melalui beasiswa.
Badri berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengejar pencapaian pribadi, tetapi juga memikirkan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Jangan hanya bertanya pekerjaan apa yang saya dapatkan, namun nilai apa yang akan saya ciptakan. Jangan hanya bertanya seberapa jauh saya akan berhasil, tanyakan pula siapa yang akan merasakan manfaat dari keberhasilan saya,” katanya.
Ia menutup pesannya dengan empat bekal bagi mahasiswa dan lulusan AMN.
“Bawalah ilmu sebagai bekal, integritas sebagai kompas, keberanian sebagai langkah, dan kebermanfaatan sebagai tujuan,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri






