200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemdiktisaintek kukuhkan 200 pelajar program Asrama Mahasiswa Nusantara (foto. kemendiksaintek)

Kemdiktisaintek kukuhkan 200 pelajar program Asrama Mahasiswa Nusantara (foto. kemendiksaintek)

SURABAYA – Keberagaman mahasiswa dari berbagai daerah dinilai menjadi kekuatan untuk membentuk generasi yang terbuka, kreatif, dan mampu berkolaborasi. Pesan itu disampaikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam Pengukuhan Mahasiswa Angkatan V 2026 dan Wisuda Pertama Penerima Beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya, Sabtu (11/9/2026).

Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco mengatakan AMN bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pembinaan karakter, kebangsaan, dan kebinekaan.

“AMN tidak dirancang sekadar sebagai tempat tinggal mahasiswa, tetapi sebagai ruang pembinaan karakter, kebangsaan, dan kebinekaan bagi putra-putri Indonesia dari berbagai wilayah,” ujar Badri.

Sebanyak 200 mahasiswa Angkatan V dikukuhkan. Mereka berasal dari Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, UPN Veteran Jawa Timur, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, masing-masing 50 mahasiswa. Mereka mewakili 34 provinsi dan memiliki prestasi akademik maupun nonakademik di tingkat nasional dan internasional.

Badri menilai perjumpaan mahasiswa dari berbagai daerah dapat memperluas wawasan, membangun komunikasi, sekaligus memperkuat jejaring lintas daerah dan perguruan tinggi.

“Keragaman bukan hambatan. Keragaman adalah kekuatan yang harus kita rawat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, sebanyak 305 mahasiswa Angkatan I penerima beasiswa AMN Surabaya mengikuti wisuda. Sebanyak 186 lulusan meraih IPK di atas 3,5, sementara lima mahasiswa menyelesaikan studi dalam 3,5 tahun.

Salah satu lulusan, Eben Heizer Mirino dari Papua Barat, menuntaskan studi di Universitas Negeri Surabaya dengan IPK 3,8 dalam sekitar 3,5 tahun dan kini melanjutkan pendidikan magister melalui beasiswa.

Badri berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengejar pencapaian pribadi, tetapi juga memikirkan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Jangan hanya bertanya pekerjaan apa yang saya dapatkan, namun nilai apa yang akan saya ciptakan. Jangan hanya bertanya seberapa jauh saya akan berhasil, tanyakan pula siapa yang akan merasakan manfaat dari keberhasilan saya,” katanya.

Ia menutup pesannya dengan empat bekal bagi mahasiswa dan lulusan AMN.

“Bawalah ilmu sebagai bekal, integritas sebagai kompas, keberanian sebagai langkah, dan kebermanfaatan sebagai tujuan,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru