TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu'ti meninjau langsung pelaksanaan TKA. (dok. rentak.id)

Mendikdasmen Abdul Mu'ti meninjau langsung pelaksanaan TKA. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama jenjang SMP di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, menghadirkan suasana yang berbeda dari ujian pada umumnya. Alih-alih tegang, para murid justru tampak menikmati proses asesmen dalam atmosfer yang santai, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Sejak awal kegiatan, nuansa positif sudah terasa. Para murid terlebih dahulu berkumpul di ruang transit untuk berdoa bersama dan saling menyemangati sebelum memasuki ruang ujian. Momen tersebut menjadi penguat mental, sehingga mereka dapat menghadapi asesmen dengan lebih percaya diri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang meninjau langsung pelaksanaan TKA di sekolah tersebut, mengapresiasi suasana yang tercipta.
“Pelaksanaan TKA hari ini berjalan dengan baik, suasananya tertib, dan yang paling penting murid dapat mengikuti dengan tenang dan gembira. Ini yang kita harapkan, asesmen yang tidak menegangkan, tetapi tetap bermakna,” ujarnya pada Senin (6/4/2026).

Ia menegaskan bahwa TKA tidak dimaksudkan sebagai beban bagi murid.
“Semangat ‘TKA Jujur dan Gembira’ ini penting agar murid tidak merasa tertekan. TKA bukan penentu kelulusan, tetapi sarana untuk mengenali kemampuan diri,” tambahnya.

Pihak sekolah juga turut menciptakan lingkungan yang mendukung dengan menghadirkan berbagai poster edukatif di area sekolah. Kepala SMP Negeri 2 Curug, Purwaningsih, menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk membangun motivasi belajar murid.
“Poster tersebut sebagian dibuat oleh murid sebagai bagian dari pembelajaran, dan sebagian diambil dari sumber laman resmi. Ini kami tampilkan di lingkungan sekolah sebagai media motivasi agar murid semakin semangat menghadapi TKA,” ujarnya.

Selain itu, sekolah juga melibatkan orang tua melalui sosialisasi untuk menciptakan dukungan bersama.
“Kami tidak memberikan tekanan berlebih kepada murid. Justru kami dorong mereka untuk terbiasa dengan pola soal TKA dan menghadapinya dengan santai, tetapi tetap serius,” tambahnya.

Dari sisi peserta, suasana nyaman tersebut turut dirasakan langsung oleh para murid. Salah satunya, Indy Calista Siahaan, mengaku pelaksanaan TKA berjalan lancar.
“Pelaksanaan hari ini cukup lancar. Saya dan teman-teman bisa mengerjakan soal TKA tepat waktu pada sesi 1,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pengalaman berkesan saat bisa bertemu langsung dengan Menteri.
“Yang paling menyenangkan, saya bisa mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan Pak Menteri,” katanya.

Menurut Indy, suasana sekolah yang asri turut membantu dirinya lebih rileks.
“Lingkungan sekolah yang asri membantu saya lebih rileks dalam mempersiapkan diri sebelum menghadapi TKA,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh murid lainnya, Rafli L. Arzaq, yang mengikuti sesi 2. Ia mengaku telah mempersiapkan diri dengan matang.
“Menurut saya, persiapan sudah hampir matang karena saya belajar cukup lama, termasuk dengan percobaan TKA. Saya juga lebih banyak memperdalam matematika,” ungkapnya.

Rafli menjadikan rasa cemas sebagai motivasi untuk belajar lebih giat.
“Rasa takut pasti ada, tapi saya jadikan itu sebagai dorongan. Kalau ada materi yang belum dikuasai, saya pelajari lebih dalam,” ujarnya.

Dengan persiapan yang telah dilakukan, ia optimistis mampu menghadapi asesmen dengan baik.
“Kalau dari usaha yang saya lakukan, saya yakin 100 persen,” pungkas Rafli.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan
SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga
PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan
Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
Dua Ruang Kelas Roboh Akibat Gempa Nagekeo, Guru SD Katolik Doki Tak Berhenti Mengajar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan

Rabu, 16 September 2026 - 14:01 WIB

SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga

Rabu, 16 September 2026 - 10:23 WIB

PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Minggu, 13 September 2026 - 08:15 WIB

200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA

Berita Terbaru