Kemnaker Gelontorkan Rp32,2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi Korban Bencana di Sumut dan Aceh

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, di BBPVP Medan (dok. kemnaker)

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, di BBPVP Medan (dok. kemnaker)

MEDAN – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempercepat langkah pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh dengan menyalurkan bantuan Kemnaker Peduli senilai Rp32.252.643.000. Bantuan ini difokuskan untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat pascabencana.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, di BBPVP Medan, Selasa (21/4/2026). Penyaluran ini menjadi wujud kehadiran negara dalam masa sulit, sekaligus upaya mendorong masyarakat agar kembali bangkit, bekerja, dan berdaya.

Yassierli menyampaikan duka dan empati mendalam atas bencana yang melanda masyarakat di kedua provinsi tersebut. Ia menegaskan bahwa dampak bencana tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Namun saya yakin, dengan semangat gotong royong dan ketangguhan masyarakat Sumatera Utara dan Aceh, kita akan mampu bangkit dan pulih bersama,” ujar Yassierli.

Ia menambahkan, bantuan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekonomi dan penguatan keterampilan masyarakat terdampak.

Total bantuan Rp32.252.643.000 tersebut dialokasikan untuk beberapa program utama. Program pelatihan vokasi menjadi porsi terbesar dengan sasaran 4.516 orang di Sumatera Utara dengan anggaran Rp16.531.704.000 dan 2.438 orang di Aceh dengan anggaran Rp8.918.439.000. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja agar masyarakat dapat kembali bekerja atau membuka usaha mandiri.

Selain itu, Kemnaker juga menggulirkan program padat karya sebanyak 40 paket kegiatan senilai Rp4.000.000.000 guna menciptakan lapangan kerja sementara sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di wilayah terdampak.

Dukungan lainnya diberikan melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sebanyak 400 paket senilai Rp2.000.000.000 untuk mendorong tumbuhnya usaha kecil baru di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, bantuan sosial juga disalurkan kepada 28 pekerja terdampak kategori berat dan sedang berupa paket sembako dan tali asih senilai Rp52.500.000 sebagai bentuk kepedulian langsung.

Kemnaker juga memberikan dukungan wirausaha melalui program MPSI berupa pelatihan dan bantuan modal usaha senilai Rp750.000.000 guna memperkuat kapasitas pelaku usaha agar lebih mandiri secara ekonomi.

Yassierli menegaskan bahwa Kemnaker melalui BBPVP Medan dan Aceh telah menyiapkan dukungan pemulihan jangka menengah dan panjang. Program tersebut mencakup pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pascabencana, peningkatan keterampilan kerja dan kewirausahaan, serta penguatan produktivitas tenaga kerja.

Ia menekankan bahwa proses pemulihan tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal, melainkan harus berkelanjutan hingga masyarakat benar-benar pulih dan mandiri.

“Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat. Kita jadikan musibah ini sebagai titik untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan,” tegasnya.

Yassierli juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, hingga masyarakat—untuk terus bersinergi dalam mempercepat pemulihan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di Sumatera Utara dan Aceh.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Pajak Kendaraan Didorong Lebih Adil, Insentif Listrik Jadi Kunci Transportasi Hijau
Irma Suryani: RUU Ketenagakerjaan Baru Harus Seimbang untuk Pekerja dan Pengusaha
MUI Kritik Cara Pembasmian Ikan Sapu-Sapu di Jakarta: Manfaat Ada, Tapi Dinilai Menyiksa
Balik Nama Sertifikat Hibah Rumah ke Anak Tak Otomatis, Ini Tahapan dan Biayanya
Barantin Perkuat Keamanan Pangan ASEAN Lewat Workshop Internasional CanSafe
Jelang Iduladha 2026, Barantin Awasi Ketat Lalu Lintas Hewan Kurban di Seluruh Indonesia
170 Bupati Dikumpulkan Mentan Amran, Rp3 Triliun Digelontorkan untuk Selamatkan Produksi Pangan dari Ancaman Kemarau
Tol Getaci Mangkrak, PUKIS Desak Pemerintah Ubah Strategi agar Menarik Investor

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 08:26 WIB

Pajak Kendaraan Didorong Lebih Adil, Insentif Listrik Jadi Kunci Transportasi Hijau

Rabu, 22 April 2026 - 07:32 WIB

Irma Suryani: RUU Ketenagakerjaan Baru Harus Seimbang untuk Pekerja dan Pengusaha

Rabu, 22 April 2026 - 07:25 WIB

Kemnaker Gelontorkan Rp32,2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi Korban Bencana di Sumut dan Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 08:35 WIB

MUI Kritik Cara Pembasmian Ikan Sapu-Sapu di Jakarta: Manfaat Ada, Tapi Dinilai Menyiksa

Selasa, 21 April 2026 - 08:09 WIB

Balik Nama Sertifikat Hibah Rumah ke Anak Tak Otomatis, Ini Tahapan dan Biayanya

Berita Terbaru