Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti tinjau Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN Cipayung 01 Ciputat, Tangerang Selatan. (dok. kemendikdasmen)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti tinjau Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN Cipayung 01 Ciputat, Tangerang Selatan. (dok. kemendikdasmen)

JAKARTA – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN Cipayung 01 Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, berlangsung tertib dan lancar. Sebanyak 89 murid mengikuti ujian tersebut dengan penuh semangat, bahkan mendapat perhatian langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang turun meninjau pelaksanaan pada Senin (27/4/2026).

Dalam kunjungannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memastikan seluruh proses berjalan tanpa hambatan berarti. Ia juga memberikan motivasi langsung kepada para murid agar mengerjakan soal dengan jujur dan percaya diri. “Semangat mengikuti TKA, percaya pada kemampuan diri, jangan menyontek, dan kerjakan TKA ini dengan kemampuan kalian. Jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan soal dan semoga mendapatkan hasil yang maksimal,” ujarnya saat memasuki ruang laboratorium TKA.

Kepala SDN Cipayung 01 Ciputat, Lina Marlina, menjelaskan kelancaran pelaksanaan TKA tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan pihak sekolah bersama lingkungan sekitar. Dengan keterbatasan fasilitas, sekolah hanya memiliki 11 unit komputer sehingga harus meminjam perangkat tambahan dari SDN Cipayung 02 Ciputat serta para guru.

Menurut Lina, semangat gotong royong menjadi kunci utama terselenggaranya TKA tanpa kendala. “Kolaborasi lintas sekolah menjadi solusi sementara sambil menunggu penambahan jumlah perangkat pendukung TKA. Kami benar-benar menjaga perangkat yang kami pinjam dengan maksimal agar tidak terjadi gangguan teknis. Ini menjadi pengalaman baru bagi kami, tentunya semua dipersiapkan dengan sangat serius,” ungkapnya.

Pada tahun ini, sebanyak 89 murid dibagi ke dalam dua ruang laboratorium dengan tiga sesi pelaksanaan. Meski TKA tidak bersifat wajib, pihak sekolah tetap menganjurkan seluruh murid untuk ikut sebagai sarana evaluasi kemampuan belajar sekaligus bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Selain kesiapan sarana, sekolah juga menaruh perhatian besar pada penguasaan materi ujian. Lina menyebut pihaknya membentuk Komunitas Belajar (Kombel) antar guru sebagai wadah berbagi pengetahuan dan meningkatkan kompetensi pengajar dalam mendampingi murid menghadapi TKA. Ia pun berharap dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah, terus berlanjut dalam bentuk pelatihan dan penyediaan fasilitas. “Saya juga berharap adanya dukungan dari Kemendikdasmen untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di SD kami,” tambahnya.

Sementara itu, guru kelas VI, Siti Nurlaela, mengungkapkan bahwa persiapan akademik telah dilakukan sejak awal semester melalui pendalaman materi dan latihan soal secara rutin. Bahkan, kegiatan belajar tambahan digelar setelah jam sekolah guna memperkuat pemahaman murid.

“Kami melakukan pendalaman materi pada waktu selepas mereka pulang sekolah. Mereka kami berikan waktu istirahat untuk pulang ke rumah dan kembali lagi ke sekolah pukul 13.30 hingga 15.00. Melalui komunikasi aktif dengan orang tua, pendalaman materi ini mendapat respons positif dan sebagai pendidik saya sangat termotivasi untuk bisa memacu mereka mendapatkan nilai maksimal agar bisa masuk SMP negeri,” tutup Laela.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Berita Terbaru