Barantin Perkuat Laboratorium Karantina Hewan, Jamin Keamanan Pangan Nasional 2026

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barantin perkuat laboratorium karantina hewan (dok. barantin)

Barantin perkuat laboratorium karantina hewan (dok. barantin)

JAKARTA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus mengakselerasi penguatan laboratorium karantina hewan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan hewan dan menjamin keamanan pangan asal hewan. Langkah ini dinilai krusial untuk menopang target swasembada serta kemandirian pangan nasional di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Deputi Karantina Bidang Hewan, Sriyanto, melakukan peninjauan langsung ke Laboratorium Balai Besar Karantina Uji Standar (Karantina Uji Standar) di Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (27/4/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh proses pengujian berjalan sesuai standar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Sriyanto menegaskan, laboratorium karantina memiliki peran vital dalam sistem perlindungan pangan nasional. “Laboratorium karantina adalah benteng awal dalam menjaga keamanan komoditas. Setiap hasil pengujian menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam mencegah masuk serta penyebaran penyakit, cemaran mikroba, maupun residu kimia berbahaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas laboratorium bukan sekadar langkah teknis, melainkan investasi strategis jangka panjang bagi ketahanan pangan Indonesia. “Dengan sistem pengujian yang kuat dan terstandar, kita memastikan produk asal hewan yang beredar aman, sehat, utuh, dan halal. Ini bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan serta meningkatkan daya saing produk nasional di tengah dinamika global,” tegasnya.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Laboratorium Karantina Hewan di Karantina Uji Standar mencatat berbagai pengujian penting, di antaranya LSD sebanyak 13 sampel, Salmonella sp. 175 sampel, Escherichia coli 171 sampel, coliform 173 sampel, total cemaran mikroba 170 sampel, serta Staphylococcus aureus 173 sampel. Pengujian ini menjadi bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap kesehatan hewan dan keamanan pangan.

Selain itu, pengujian pada Laboratorium Keamanan dan Mutu Pangan/Pakan terhadap produk hewan juga terus dilakukan. Parameter yang diuji meliputi logam Aluminium sebanyak 863 sampel, Pb 242 sampel, Cd 243 sampel, As 242 sampel, dan Hg 246 sampel. “Parameter lain yang diuji meliputi H₂O₂ dan SO₃ masing-masing 407 sampel, serta NO₃ sebanyak 27 sampel pada periode yang sama,” jelas Sriyanto.

Dengan penguatan kapasitas laboratorium yang berkelanjutan, Barantin optimistis dapat terus menjadi garda terdepan dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus memastikan terwujudnya kemandirian pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

MUI Percepat Fatwa Haram Vape, Tulus Abadi: Jangan Hanya Rokok Elektronik! Judul ini paling kuat karena
BULOG Guyur Peternak Ayam Petelur dengan 180 Ton Jagung Murah
Pengawasan Etik Pemilu Diperkuat, DKPP Lantik 228 Anggota dari Tiga Unsur
Menko Polkam Buka Suara soal Situasi Polri, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Isu
Skandal Sadap Presiden Membuka Persoalan Baru, Abdullah Soroti Pengawasan Alat Intelijen Polri
MagangHub Batch 3 Angkatan II Dibuka 5 November, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
Bukan Sekadar Kasus Penyadapan, ICSF Ungkap Ancaman Serius di Balik Keamanan Digital Istana
Sungai Regoyo Dialihkan, Akses Warga Terdampak Lahar Semeru Mulai Dibuka

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:23 WIB

MUI Percepat Fatwa Haram Vape, Tulus Abadi: Jangan Hanya Rokok Elektronik! Judul ini paling kuat karena

Kamis, 5 November 2026 - 12:46 WIB

BULOG Guyur Peternak Ayam Petelur dengan 180 Ton Jagung Murah

Kamis, 5 November 2026 - 12:21 WIB

Pengawasan Etik Pemilu Diperkuat, DKPP Lantik 228 Anggota dari Tiga Unsur

Kamis, 5 November 2026 - 09:23 WIB

Menko Polkam Buka Suara soal Situasi Polri, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Isu

Rabu, 4 November 2026 - 16:30 WIB

Skandal Sadap Presiden Membuka Persoalan Baru, Abdullah Soroti Pengawasan Alat Intelijen Polri

Berita Terbaru