Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Pulau Penyengkat, Riau (dok. pu)

Suasana di Pulau Penyengkat, Riau (dok. pu)

TANJUNGPINANG — Upaya pemerintah mempercantik kawasan pesisir sekaligus mengangkat nilai sejarah terus dilakukan. Salah satunya melalui penataan kawasan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, yang kini semakin menunjukkan wajah baru sebagai destinasi wisata budaya Melayu yang lebih tertata dan nyaman.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penataan kawasan Pulau Penyengat untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat fungsi pulau tersebut sebagai destinasi wisata budaya Melayu.

Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepulauan Riau di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya, penataan kawasan ini telah dilakukan secara bertahap sejak 2022. Hingga kini, penanganan telah menjangkau area seluas 25 hektare yang sebelumnya teridentifikasi sebagai kawasan kumuh.

Penataan dilakukan dengan pendekatan terpadu, mencakup peningkatan infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan lingkungan, pembangunan jaringan drainase, hingga penyediaan air minum melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Selain itu, pemerintah juga membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), mengelola air limbah domestik melalui septic tank komunal, serta menyediakan Ruang Terbuka Publik (RTP).

Perbaikan infrastruktur tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Mobilitas warga dan wisatawan menjadi lebih mudah, genangan air berkurang, serta kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan meningkat. Kawasan yang kini lebih tertata juga menciptakan lingkungan pesisir yang bersih dan nyaman.

Memasuki tahap lanjutan pada 2025, penataan difokuskan pada penguatan identitas Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata budaya. Program ini mencakup penataan Plaza Penyambut Tamadun Melayu, pelataran balai adat, penataan lanskap kawasan, pembangunan ruang cerita (storytelling dan artwork), serta peningkatan kualitas jalan lingkungan.

Pulau Penyengat dikenal sebagai salah satu pusat sejarah dan kebudayaan Melayu, dengan berbagai peninggalan bersejarah. Salah satu ikon utamanya adalah Masjid Sultan Riau yang menjadi daya tarik wisata religi dan budaya di wilayah tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kawasan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga berperan sebagai instrumen sosial-ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui penataan kawasan, kita memastikan layanan dasar, seperti air minum, sanitasi, dan ruang publik, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya dikutip, Senin (27/4/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal, seiring meningkatnya kunjungan wisata dan berkembangnya layanan wisata berbasis masyarakat.

Penataan kawasan Pulau Penyengat juga menjadi bagian dari pelaksanaan visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita, yang menekankan pembangunan dari desa atau dari bawah serta pemerataan ekonomi di berbagai wilayah.

Kementerian PU berharap penataan kawasan ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat peran Pulau Penyengat sebagai pusat pelestarian budaya Melayu sekaligus destinasi wisata unggulan di Kepulauan Riau.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru