AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MenkoAHY saat meninjau Sekolah Rakyat (dok. rentak.id)

MenkoAHY saat meninjau Sekolah Rakyat (dok. rentak.id)

JAKARTA –  Upaya mempercepat pemerataan pembangunan terus digencarkan pemerintah dengan menyasar berbagai sektor strategis secara langsung di daerah.

Hal ini tercermin dari kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (24/4/2026), yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan, penataan permukiman, hingga pengembangan infrastruktur konektivitas.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah untuk memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah lokasi prioritas pun menjadi fokus peninjauan, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo, penataan kawasan permukiman di Mrican, Sleman, dan Kampung Lampion Kotabaru, hingga progres pembangunan Jalan Tol Prambanan–Purwomartani yang terhubung dengan koridor Jogja–Solo.

Staf Khusus Menko Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, menjelaskan bahwa kehadiran Menko AHY di lapangan tidak hanya untuk memantau pelaksanaan program, tetapi juga memastikan keselarasan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan di daerah.

“Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terfokus pada proyek infrastruktur berskala besar, tetapi juga menyentuh aspek fundamental seperti pendidikan, kualitas permukiman masyarakat, dan kesejahteraan rakyat,” ujar Herzaky.

Salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut adalah pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo. Program ini menjadi prioritas nasional dalam upaya mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Selain menyediakan fasilitas belajar yang layak, program ini juga diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Herzaky menegaskan bahwa penguatan infrastruktur pendidikan memiliki peran penting dalam membuka peluang yang setara bagi setiap anak bangsa.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung sekolah, melainkan membangun harapan, memutus rantai kemiskinan, dan menyiapkan generasi masa depan yang berdaya saing,” katanya.

Dalam implementasinya, Kementerian Pekerjaan Umum berperan dalam penyediaan infrastruktur dasar dan sarana pendukung pendidikan, seperti bangunan sekolah, sanitasi, akses jalan, air bersih, hingga lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kolaborasi lintas kementerian ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah.

Selain sektor pendidikan, Menko AHY juga meninjau pelaksanaan program Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB) melalui kegiatan penanaman pohon di sepanjang ruas Jalan Tol Prambanan–Purwomartani. Program ini dirancang untuk menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya modern, tetapi juga berwawasan lingkungan, dengan manfaat seperti konservasi air, pengurangan polusi, dan peningkatan kualitas kawasan perkotaan.

Peninjauan turut dilakukan pada penataan kawasan kumuh di Mrican, Sleman, serta Kampung Lampion Kotabaru. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tertata, sekaligus mendorong produktivitas ekonomi warga.

Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Prambanan–Purwomartani sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di DIY dan Jawa Tengah. Kehadiran infrastruktur ini diyakini dapat menekan biaya logistik serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Melalui rangkaian kunjungan ini, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan pembangunan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, permukiman, lingkungan hidup, hingga infrastruktur strategis nasional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru