Topik keamanan pangan

Ilustrasi prodak makanan bakso atau sosis sedang diolah (ilustrasi dibikin ai- rentak.id)

Ekonomi

Cegah Pangan Berbahaya, BPOM Rilis Aturan Baru Cemaran Mikroba

Ekonomi | Selasa, 14 April 2026 - 09:45 WIB

Selasa, 14 April 2026 - 09:45 WIB

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa pengaturan cemaran mikroba merupakan aspek krusial dalam menjamin keamanan pangan.
“Cemaran pangan yang harus diatur menjadi salah satu poin penting dalam keamanan pangan dan menjadi perhatian BPOM. Bukan pangan jika tidak aman. Jadi kita harus benar-benar memastikan bahwa pangan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat adalah pangan yang aman, bermutu, dan bergizi,” ujarnya.

Retno Listyarti, Ketua Dewan Pakar FSGI  (dok pribadi) n1

Pendidikan

FSGI Warning Keras: Lonjakan Korban MBG Makin Mengkhawatirkan

Pendidikan | Minggu, 5 April 2026 - 11:19 WIB

Minggu, 5 April 2026 - 11:19 WIB

JAKARTA -Kasus keracunan makanan kembali terjadi di lingkungan sekolah. Sebanyak 72 siswa tingkat SD dan SMA di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, harus menjalani perawatan…

Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean (dok.rentak.id)

Ekonomi

Barantin Gelar Operasi Patuh Karantina Jelang Mudik Lebaran, Ribuan Personel Dikerahkan

Ekonomi | Jumat, 13 Maret 2026 - 21:21 WIB

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:21 WIB

“Kami akan melakukan pengawasan dan penindakan terhadap komoditas pangan yang tidak memenuhi syarat karantina sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Kegiatan ini berlangsung serentak di seluruh Indonesia mulai hari ini,” kata Sahat dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Ilustrasi konsumen sedang melihat masa kaladuarsa (Expired Date) sebuah barang (dibikin oleh ai -rentak.id)

Gaya Hidup

Masih Belum Kedaluwarsa, Tapi Bisa Berbahaya: Ini Fakta yang Sering Diabaikan

Gaya Hidup | Minggu, 25 Januari 2026 - 11:16 WIB

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:16 WIB

Begitu segel dibuka, aturan mainnya berubah. Produk yang tampak “masih aman” di atas kertas bisa saja menyimpan risiko kesehatan yang serius—mulai dari gangguan pencernaan hingga penurunan efektivitas obat, bahkan efek berbahaya.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan hal itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI (dok.rentak.id)

Nasional

Program Makanan Bergizi Sentuh 42 Juta Warga, BGN Kejar Penyerapan 99 Persen Anggaran

Nasional | Rabu, 12 November 2025 - 12:11 WIB

Rabu, 12 November 2025 - 12:11 WIB

“Program makanan bergizi sampai hari ini sudah membentuk 14.853 SPMG di 594 kabupaten/kota dan 7.022 kecamatan. Jumlah ini meningkat dari 14.778 yang tercatat pagi tadi,” kata Dadan di hadapan anggota dewan.

Tulus Abadi (dok. Pribadi)

Nasional

Hari Pangan Sedunia, FKBI Serukan Reformasi Sistem Pangan Nasional dan Tegaskan Pangan Aman adalah Hak Rakyat

Nasional | Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:07 WIB

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:07 WIB

“Setiap anak yang keracunan adalah bukti bahwa sistem kita gagal melindungi yang paling rentan. Pangan aman bukan pilihan, tapi kewajiban negara,” tegas Tulus Abadi di Jakarta, Rabu (16/10/2025).

 Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani saat  memberikan secara langsung Makanan Bergizi Gratis. (dok. KemenP2MI)

Nasional

DPR Dukung Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Cegah Kasus Keracunan Anak

Nasional | Selasa, 23 September 2025 - 14:38 WIB

Selasa, 23 September 2025 - 14:38 WIB

“Program Makan Bergizi Gratis adalah kebijakan besar yang manfaatnya langsung dirasakan oleh anak-anak dan para orang tua. Karena itu, Presiden perlu turun tangan memberikan arahan agar para pengelola dapur memahami standar penyajian dan keamanan pangan yang benar,” ujar Zainul dalam keterangan pers, Selasa (23/9/2025).

Tulus Abadi (dok. Pribadi)

Nasional

Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis, FKBI Desak Pemerintah Lakukan Audit dan Moratorium

Nasional | Senin, 22 September 2025 - 08:36 WIB

Senin, 22 September 2025 - 08:36 WIB

“Ini bukan hanya masalah teknis, tetapi kegagalan sistemik yang menunjukkan lemahnya tata kelola dan pengawasan negara terhadap pemenuhan hak dasar anak,” tegas Tulus Abadi dalam keterangannya, Senin (22/9/2025).