SELAMA ini, banyak orang merasa aman mengonsumsi makanan atau obat selama tanggal expired di kemasan belum terlewati. Anggapan ini terdengar logis, tapi sayangnya tidak sepenuhnya benar. Ada satu fakta penting yang kerap luput dari perhatian: tanggal kedaluwarsa hanya berlaku jika kemasan masih utuh dan belum dibuka.
Begitu segel dibuka, aturan mainnya berubah. Produk yang tampak “masih aman” di atas kertas bisa saja menyimpan risiko kesehatan yang serius—mulai dari gangguan pencernaan hingga penurunan efektivitas obat, bahkan efek berbahaya.
Expired Date Bukan Jaminan Mutlak
Tanggal kedaluwarsa ditetapkan produsen melalui serangkaian uji stabilitas yang ketat. Namun, pengujian ini dilakukan dengan satu asumsi utama: produk disimpan dalam kemasan tertutup rapat dan sesuai petunjuk penyimpanan.
Dalam kondisi ideal tersebut, produk memang dinilai aman hingga tanggal yang tertera. Masalahnya, begitu kemasan dibuka, produk langsung terpapar udara, cahaya, kelembapan, mikroorganisme, serta sentuhan tangan manusia. Sejak saat itu, expired date bukan lagi satu-satunya patokan keamanan.
MFG Bukan Tanggal Kedaluwarsa, Ini Penjelasannya
Selain tulisan EXP, konsumen juga sering menemukan label MFG pada kemasan. Banyak yang keliru mengartikannya sebagai batas aman konsumsi.
Padahal, MFG (Manufacturing Date) adalah tanggal produksi, bukan tanggal kedaluwarsa. Alurnya sederhana:
MFG (tanggal produksi) → masa simpan → EXP (tanggal kedaluwarsa)
Artinya, tanggal expired dihitung sejak produk dibuat, dengan catatan produk tidak pernah dibuka dan disimpan sesuai aturan.
Kenapa Produk Lebih Cepat Rusak Setelah Dibuka?
Secara ilmiah, ada beberapa faktor utama yang membuat produk lebih cepat menurun kualitasnya setelah kemasan dibuka, antara lain:
Masuknya bakteri dan jamur dari lingkungan sekitar
Paparan oksigen yang mempercepat proses oksidasi
Perubahan suhu dan kelembapan penyimpanan
Inilah sebabnya banyak produk mencantumkan peringatan tambahan seperti “Habiskan dalam X hari setelah dibuka” atau “Simpan di lemari es setelah dibuka”.
Obat-Obatan: Risiko yang Tak Boleh Diremehkan
Jika pada makanan risikonya “hanya” gangguan pencernaan, pada obat-obatan dampaknya bisa jauh lebih serius. Beberapa contoh yang perlu diwaspadai:
Obat sirup dan tetes mudah terkontaminasi setelah dibuka
Antibiotik cair memiliki batas hari pakai tertentu setelah dilarutkan
Salep dan krim rentan tercemar akibat kontak langsung dengan tangan
Meski tanggal kedaluwarsa masih lama, obat-obatan tersebut bisa menjadi tidak efektif, rusak, atau bahkan berbahaya jika digunakan melewati batas waktu setelah dibuka.
Kesalahan Umum yang Perlu Diluruskan
Produk belum kedaluwarsa bukan berarti selalu aman, terutama jika:
Sudah lama dibuka
Disimpan tidak sesuai anjuran
Mengalami perubahan bau, rasa, warna, atau tekstur
Dalam kondisi ragu, prinsip paling aman tetap sama: lebih baik dibuang daripada mempertaruhkan kesehatan.
Kesimpulan
Tanggal kedaluwarsa bukanlah jaminan mutlak keamanan produk. Label tersebut hanya berlaku dalam kondisi ideal—kemasan utuh, belum dibuka, dan disimpan dengan benar. Setelah kemasan dibuka, waktu penggunaan, cara penyimpanan, dan kondisi fisik produk menjadi penentu utama.
Edukasi sederhana ini penting untuk terus disebarkan. Kesalahan kecil dalam memahami label kemasan bisa berdampak besar bagi kesehatan, baik secara individu maupun masyarakat luas.
Sumber Rujukan:
BPOM RI – Pedoman Keamanan Pangan dan Informasi Obat
FDA (U.S. Food & Drug Administration) – Food & Drug Storage After Opening
WHO (World Health Organization) – Food Safety & Safe Use of Medicines
Penulis : atz
Editor : ameri













