Puasa Tak Sekadar Menahan Lapar, Sains Buktikan Aktifkan Perbaikan Sel Tubuh

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Susana berbuka puasa (dok. rentak.id)

Susana berbuka puasa (dok. rentak.id)

DALAM hitungan hari umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa. Dimana  puasa kerap dipersepsikan sebatas menahan lapar dan haus. Tak sedikit yang mengira, berjam-jam tanpa asupan makanan justru akan melemahkan tubuh dan menurunkan daya tahan fisik.

Namun, pandangan tersebut mulai bergeser seiring temuan sains modern. Sejumlah riset menunjukkan bahwa puasa bukan hanya aman, tetapi juga memicu sistem perbaikan alami di dalam tubuh manusia. Mekanisme ini dikenal dengan istilah autophagy, sebuah proses biologis penting yang berperan dalam menjaga kesehatan sel, meningkatkan imunitas, hingga memperpanjang usia harapan hidup.

Tubuh Masuk Mode Perbaikan Saat Puasa

Dalam kondisi normal, saat seseorang makan secara rutin, tubuh terus-menerus bekerja mencerna gula, lemak, dan protein. Energi lebih banyak tersedot untuk proses pencernaan, sementara sistem pembersihan sel bekerja minimal.

Situasinya berubah ketika tubuh mulai berpuasa selama beberapa jam. Kadar gula darah menurun, hormon insulin ikut turun, dan sumber energi cepat perlahan habis. Pada fase inilah tubuh beralih ke mode bertahan hidup dan mengaktifkan autophagy sebagai mekanisme perlindungan.

Autophagy dapat diibaratkan sebagai sistem daur ulang internal. Sel-sel yang rusak, komponen usang, dan zat beracun akan dihancurkan untuk kemudian digunakan kembali sebagai bahan pembentuk sel baru yang lebih sehat.

Melalui proses ini, tubuh membersihkan dirinya sendiri, memperbaiki jaringan, serta menjaga fungsi organ tetap optimal. Para ilmuwan menilai autophagy berperan penting dalam mencegah peradangan kronis, penyakit degeneratif, hingga gangguan metabolik.

Pentingnya autophagy diakui secara global ketika ilmuwan asal Jepang, Yoshinori Ohsumi, meraih Nobel Prize bidang Fisiologi atau Kedokteran pada 2016. Penelitiannya membuktikan bahwa autophagy merupakan sistem vital bagi kelangsungan hidup sel manusia.

Sejumlah studi lain, termasuk riset Valter Longo dan Mark Mattson yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism, juga menunjukkan bahwa puasa terkontrol berpotensi menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan berbagai gangguan metabolisme.

Hubungan Puasa dan Kesehatan

Secara sederhana, kaitan antara puasa dan kesehatan dapat diringkas dalam satu rangkaian: puasa menurunkan gula darah dan insulin, autophagy pun aktif, lalu tubuh melakukan perbaikan menyeluruh. Artinya, puasa bukan merusak tubuh, melainkan menghidupkan sistem pemeliharaan internal yang jarang bekerja saat pola makan berlangsung tanpa jeda.

Selaras dengan Ajaran Islam

Menariknya, temuan ilmiah ini selaras dengan ajaran Islam. Rasulullah ﷺ bersabda, “Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Thabrani). Sabda tersebut kini memperoleh pembenaran ilmiah melalui riset modern.

Kesimpulan

Puasa bukan sekadar ritual atau tradisi keagamaan. Ia merupakan mekanisme alami yang membantu tubuh membersihkan diri, memperbaiki sel, dan menjaga kesehatan jangka panjang. Sains modern baru mengungkap rahasianya hari ini, sementara hikmahnya telah diajarkan sejak berabad-abad lalu.

Penulis : atz

Editor : ameri

Berita Terkait

Bukan untuk Pembayaran, Ini Sejarah QR Code yang Berawal dari Industri Otomotif
TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Experience Luxury, KAI Wisata Bawa Kemewahan Perjalanan Kereta ke KAI Expo 2026
Air Kemasan, PDAM, Sumur atau Isi Ulang, Mana yang Paling Aman untuk Diminum? Ini Penjelasannya
KAI Daop 1 Peringati Hari Anak Nasional 2026 dengan Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Gambir
Manfaat Talas untuk Penderita Diabetes, Bisa Jadi Pengganti Nasi yang Lebih Aman
Waspada! HP Panas dan Baterai Boros Bisa Jadi Tanda Saldo Dikuras APK Jahat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Bukan untuk Pembayaran, Ini Sejarah QR Code yang Berawal dari Industri Otomotif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 4 September 2026 - 21:41 WIB

Experience Luxury, KAI Wisata Bawa Kemewahan Perjalanan Kereta ke KAI Expo 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Air Kemasan, PDAM, Sumur atau Isi Ulang, Mana yang Paling Aman untuk Diminum? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru