DALAM hitungan hari umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa. Dimana puasa kerap dipersepsikan sebatas menahan lapar dan haus. Tak sedikit yang mengira, berjam-jam tanpa asupan makanan justru akan melemahkan tubuh dan menurunkan daya tahan fisik.
Namun, pandangan tersebut mulai bergeser seiring temuan sains modern. Sejumlah riset menunjukkan bahwa puasa bukan hanya aman, tetapi juga memicu sistem perbaikan alami di dalam tubuh manusia. Mekanisme ini dikenal dengan istilah autophagy, sebuah proses biologis penting yang berperan dalam menjaga kesehatan sel, meningkatkan imunitas, hingga memperpanjang usia harapan hidup.
Tubuh Masuk Mode Perbaikan Saat Puasa
Dalam kondisi normal, saat seseorang makan secara rutin, tubuh terus-menerus bekerja mencerna gula, lemak, dan protein. Energi lebih banyak tersedot untuk proses pencernaan, sementara sistem pembersihan sel bekerja minimal.
Situasinya berubah ketika tubuh mulai berpuasa selama beberapa jam. Kadar gula darah menurun, hormon insulin ikut turun, dan sumber energi cepat perlahan habis. Pada fase inilah tubuh beralih ke mode bertahan hidup dan mengaktifkan autophagy sebagai mekanisme perlindungan.
Autophagy dapat diibaratkan sebagai sistem daur ulang internal. Sel-sel yang rusak, komponen usang, dan zat beracun akan dihancurkan untuk kemudian digunakan kembali sebagai bahan pembentuk sel baru yang lebih sehat.
Melalui proses ini, tubuh membersihkan dirinya sendiri, memperbaiki jaringan, serta menjaga fungsi organ tetap optimal. Para ilmuwan menilai autophagy berperan penting dalam mencegah peradangan kronis, penyakit degeneratif, hingga gangguan metabolik.
Pentingnya autophagy diakui secara global ketika ilmuwan asal Jepang, Yoshinori Ohsumi, meraih Nobel Prize bidang Fisiologi atau Kedokteran pada 2016. Penelitiannya membuktikan bahwa autophagy merupakan sistem vital bagi kelangsungan hidup sel manusia.
Sejumlah studi lain, termasuk riset Valter Longo dan Mark Mattson yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism, juga menunjukkan bahwa puasa terkontrol berpotensi menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan berbagai gangguan metabolisme.
Hubungan Puasa dan Kesehatan
Secara sederhana, kaitan antara puasa dan kesehatan dapat diringkas dalam satu rangkaian: puasa menurunkan gula darah dan insulin, autophagy pun aktif, lalu tubuh melakukan perbaikan menyeluruh. Artinya, puasa bukan merusak tubuh, melainkan menghidupkan sistem pemeliharaan internal yang jarang bekerja saat pola makan berlangsung tanpa jeda.
Selaras dengan Ajaran Islam
Menariknya, temuan ilmiah ini selaras dengan ajaran Islam. Rasulullah ﷺ bersabda, “Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Thabrani). Sabda tersebut kini memperoleh pembenaran ilmiah melalui riset modern.
Kesimpulan
Puasa bukan sekadar ritual atau tradisi keagamaan. Ia merupakan mekanisme alami yang membantu tubuh membersihkan diri, memperbaiki sel, dan menjaga kesehatan jangka panjang. Sains modern baru mengungkap rahasianya hari ini, sementara hikmahnya telah diajarkan sejak berabad-abad lalu.
Penulis : atz
Editor : ameri













