JAKARTA – Setelah setahun menemani kita dengan Snapdragon 8 Elite yang sangat efisien di S25, Samsung akhirnya merilis suksesornya, Galaxy S26. Pertanyaannya: Dengan selisih harga mencapai 3 juta Rupiah, apakah si pendatang baru ini benar-benar membawa perubahan revolusioner atau cuma sekadar polesan di sana-sini?
Gua udah ngetes keduanya berdampingan, dan ini ulasan jujur gua.
Desain: Lebih Tegas, Lebih Premium
First impression? S26 terasa lebih “serius”. Samsung meninggalkan sudut-sudut membulat khas S25 dan beralih ke desain yang lebih lancip (boxy). Genggamannya terasa lebih panjang dan sedikit lebar.
Poin plus buat gua adalah Frame Kamera baru di S26. Desain ini bikin S26 nggak lagi tertukar dengan Galaxy A-series. Materialnya? Masih sama-sama tangguh pakai Armor Aluminum 2 dan Victus 2, jadi soal build quality keduanya masih berada di kasta tertinggi.
Layar & Audio: Karakter yang Bertolak Belakang
Ada anomali menarik di sini. S26 memang punya layar 0,1 inci lebih luas, tapi saat dibawa ke bawah terik matahari, S25 entah kenapa masih terasa sedikit lebih terang meski di atas kertas S26 diklaim tembus 2.600 nits.
S25: Warnanya lebih vibrant dan punchy (agak magenta).
S26: Warnanya lebih kalem (subtle) dan cenderung ke arah hijau.
Untuk audio, S26 menang telak. Speaker-nya punya bass yang jauh lebih dalam. Kalau kamu sering nonton Netflix tanpa earphone, kamu bakal ngerasain bedanya.
Performa: Exynos 2600 Kembali Melawan!
Banyak yang skeptis saat Samsung balik pakai Exynos di S26, sementara S25 pakai Snapdragon 8 Elite. Tapi hasilnya? Surprise! Exynos 2600 di S26 ternyata lebih kencang buat urusan berat. Render video 4K lebih cepat, dan main Genshin Impact di rata kanan 60fps terasa lebih stabil dibanding S25. Tapiii… ada harganya. S26 lebih cepat panas sekitar 3 derajat Celcius. Jadi, performa buasnya dibayar dengan suhu yang lumayan terasa di tangan.
Kamera: Komputasi AI yang Makin Matang
Sensornya mungkin mirip, tapi ISP (Image Signal Processor) di chipset barunya kerja keras.
Foto Daylight: S26 lebih pop-out warnanya (khas Samsung lama), sementara S25 lebih natural di bagian shadow.
Low Light: S26 juara. Noise-nya jauh lebih minim dan detail di lensa tele-nya lebih tajam.
Video: Fitur Horizontal Lock di S26 itu game changer buat konten kreator. Mau HP-nya miring gimanapun, videonya tetap lurus!
Software & Baterai: Optimization is King
One UI 8.5 di S26 bikin S25 terasa “lambat”. Animasinya luar biasa mulus. Fitur AI yang didukung Perplexity juga bikin asisten virtualnya jauh lebih berguna dibanding Bixby versi lama.
Soal baterai, kapasitas S26 naik 300 mAh. Menariknya, meski kapasitas lebih besar, S26 bisa penuh 4 menit lebih cepat dibanding S25 pakai charger 25W yang sama. Optimasi charging-nya jempolan!
KESIMPULAN: Layak Upgrade?
Gak usah upgrade kalau: Kamu sekarang pakai Samsung S25. Selisih 3 juta menurut gua belum sebanding dengan peningkatan performa harian yang bakal kamu rasain. S25 masih terlalu kuat untuk dipensiunkan.
Wajib beli kalau: Kamu masih pakai Galaxy S23 ke bawah, atau pengguna seri menengah (A-series) yang mau naik kelas. Di titik ini, lompatan performa, kamera, dan kemulusan layarnya bakal terasa seperti pindah dari mobil biasa ke mobil balap.
Skor Akhir:
Samsung S25: 8.5/10 (Masih value for money)
Samsung S26: 9/10 (Rajanya performa & fitur baru)
Penulis : lazir
Editor : ameri
Sumber Berita: https://www.youtube.com/watch?v=-HghCq3T9D4













