KOBA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie melakukan kunjungan kerja ke Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (9/2/2025), untuk meninjau calon lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda.
Kunjungan ini menjadi langkah awal realisasi program unggulan pemerintah yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas secara merata kepada masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan sains dan teknologi di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Stella menegaskan bahwa SMA Unggul Garuda bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“SMA Unggul Garuda merupakan upaya strategis pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas dan pembangunan sains dan teknologi di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan SDM di bidang sains dan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian nasional.
“Melalui program ini, kami berharap dapat menciptakan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di era global,” tutur Stella.
Bangka Belitung dipilih sebagai lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda karena dinilai memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan. Wamen Stella optimistis, kehadiran SMA ini akan menjadi katalisator pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga teknologi.
“Dengan adanya SMA Unggul Garuda di Bangka Belitung, saya yakin ini akan menjadi trigger bagi kemajuan di berbagai bidang,” harapnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Sugito, menyambut baik program ini. Menurutnya, SMA Unggul Garuda merupakan jawaban atas harapan masyarakat Bangka Belitung untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
“Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga mendorong optimalisasi potensi lokal, seperti pertambangan, perikanan, perkebunan, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” jelas Sugito.
Ia berharap, pembangunan SMA Unggul Garuda dapat segera terealisasi dan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di wilayahnya.
“Bangka Belitung memiliki banyak potensi yang belum tergarap maksimal. Kehadiran SMA Unggul Garuda diharapkan dapat menjadi pendorong untuk mengoptimalkan potensi tersebut,” ujarnya.
Di sisi teknis, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Edy, menjelaskan bahwa lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda di Desa Perlang merupakan kawasan hutan produksi seluas 32 hektar.
Kawasan ini dapat dimanfaatkan melalui skema Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), yang memungkinkan penggunaan hutan untuk tujuan pendidikan, penelitian, atau konservasi. “Lokasi ini sangat strategis dan sesuai untuk mendukung program pendidikan berkualitas,” kata Edy.
Pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan bagian dari Program Cepat Hasil Terbaik pemerintah yang bertujuan menciptakan generasi muda Indonesia yang unggul di bidang sains dan teknologi.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, tetapi juga menjadi fondasi kuat untuk kemajuan bangsa di masa depan.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, SMA Unggul Garuda diharapkan dapat menjadi simbol kemajuan pendidikan Indonesia, sekaligus mengukuhkan Bangka Belitung sebagai salah satu pusat pengembangan SDM unggul di Tanah Air. ***













