Sekolah Lebih Nyaman, Semangat Belajar Meningkat Berkat Program Revitalisasi Pendidikan

- Penulis

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat saat meresmikan hasil revitalisasi 24 satuan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. (dok. rentak.id.)

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat saat meresmikan hasil revitalisasi 24 satuan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. (dok. rentak.id.)

TASIKMALAYA – Upaya pemerintah memperbaiki kualitas pendidikan mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan. Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, ratusan ruang kelas di berbagai daerah kini tampil lebih layak, aman, dan nyaman, sehingga mendorong meningkatnya semangat belajar peserta didik serta kenyamanan tenaga pendidik dalam menjalankan proses pembelajaran.

Program revitalisasi ini menjadi bagian dari kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan mutu layanan pendidikan secara menyeluruh. Perbaikan sarana dan prasarana sekolah dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan langkah strategis untuk membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan.

“Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, banyak aspek yang harus kita tata, mulai dari penyediaan fasilitas pendidikan yang layak melalui revitalisasi, peningkatan kompetensi guru, hingga penataan manajemen pendidikan,” ujar Atip saat meresmikan hasil revitalisasi 24 satuan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026.)

Menurut Atip, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengelolaan fasilitas secara optimal dan berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah.

“Fasilitas yang telah dibangun harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kehadiran sekolah yang layak ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Kota Tasikmalaya,” tambahnya.

Pada tahun 2025, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya menyasar 24 satuan pendidikan yang terdiri dari 4 PAUD, 8 SD, 8 SMP, dan 4 SMA yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sekolah-sekolah penerima program ini antara lain TK Plus Assalam, TK Aisyiyah 5, TK Aisyiyah 1, TK IT Al Furqon, SDN 3 Picungremuk, SDN Bojongsari, SD Islam An-Nahl, SD Islam Al Misbah, SDN Sukarindik, SDN 1 Rahayu, SDN 1 Linggajaya, SDN 1 Manangga, SMAS Plus Pesantren Amanah Muhammadiyah, SMA Negeri 7 Tasikmalaya, SMA Negeri 2 Tasikmalaya, SMAS Plus Nashrul Haq, SMP Persis Gandok, SMP Islam Tarbiyatul Ummah, SMP Negeri 17 Tasikmalaya, SMP Al Mujahid, SMP IT Daarul Falaah, SMP Plus Nashrul Haq Tasik, SMP Negeri 4 Tasikmalaya, serta SMP Mahathir.

Dampak positif revitalisasi pun dirasakan langsung oleh warga sekolah. Kepala SMA Negeri 2 Tasikmalaya, Ina Reina Susanti, mengaku perubahan fasilitas membawa pengaruh besar terhadap proses pembelajaran.

“Kami merasakan perubahan yang sangat signifikan, baik bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik, karena proses pembelajaran kini dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

Menurut Ina, ruang kelas dan fasilitas baru turut meningkatkan semangat belajar siswa serta menumbuhkan rasa bangga terhadap sekolah. Ia berharap program revitalisasi dapat terus berlanjut agar mutu pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya semakin meningkat.

Hal senada disampaikan Rizky Haikal Akbar, siswa SMP Negeri 4 Tasikmalaya. Ia mengaku suasana belajar kini jauh lebih nyaman dan memotivasi siswa untuk meraih prestasi.

“Fasilitas dan ruang kelas yang lebih nyaman membuat kami lebih semangat untuk belajar dan meraih prestasi,” kata Rizky.

Sementara itu, Saskia, siswi SMA Negeri 2 Tasikmalaya, menuturkan bahwa sebelum direvitalisasi, ruang kelas di sekolahnya sering bocor saat hujan dan kondisi bangunannya sudah kurang layak.

“Sekarang ruang kelas menjadi lebih aman dan nyaman untuk digunakan. Dengan ruang kelas yang lebih rapi, bersih, dan nyaman, kami menjadi lebih bersemangat mengikuti pembelajaran di kelas,” ungkapnya.

Program revitalisasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi muda yang unggul, sehat, dan siap bersaing di masa depan.

Penulis : LW27

Editor : guntar

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar
Kesempatan Emas Guru! Program PPG 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Dari Nyaris Roboh Jadi Nyaman, SLBN Indramayu Bangkit Lewat Revitalisasi
Upacara Hari Kartini 2026 di MA Khomsani Nur Klanting Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
FSGI Soroti Skorsing 19 Hari Siswa SMAN 1 Purwakarta: Berpotensi Rugikan Hak Belajar
Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global
Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 09:53 WIB

Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar

Kamis, 23 April 2026 - 07:33 WIB

Kesempatan Emas Guru! Program PPG 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Rabu, 22 April 2026 - 07:42 WIB

Dari Nyaris Roboh Jadi Nyaman, SLBN Indramayu Bangkit Lewat Revitalisasi

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WIB

Upacara Hari Kartini 2026 di MA Khomsani Nur Klanting Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

Senin, 20 April 2026 - 11:42 WIB

FSGI Soroti Skorsing 19 Hari Siswa SMAN 1 Purwakarta: Berpotensi Rugikan Hak Belajar

Berita Terbaru