CISEENG, BOGOR – SMAN 1 Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah menjalani proyek revitalisasi besar senilai Rp2,16 miliar yang mencakup rehabilitasi enam ruang kelas dan pembangunan enam ruang baru. Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas belajar siswa.
Kepala Sekolah SMAN 1 Ciseeng, Cicih Sukarsih, mengatakan revitalisasi mencakup perbaikan dan pembangunan sejumlah fasilitas penting.
“Jumlah yang kami terima dari revitalisasi ini ada enam ruang rehabilitasi, kemudian ada enam ruang baru dengan anggaran Rp2.160.000.000. Yang direhab itu ruang kelas, sedangkan yang ruang baru adalah ruang BK, ruang administrasi guru, UKS, laboratorium komputer, toilet, dan ruang OSIS,” ujarnya di SMAN 1 Ciseeng, Jln. Cibeuteung Muara RT 02/06, Ciseeng, Rabu (13/8/2025).
Menurut Cicih, kondisi ruang kelas yang direhabilitasi sebelumnya sudah sangat tidak layak pakai.
“Ruang kelasnya memang sudah goyang, tidak kokoh lagi, sehingga mengkhawatirkan terjadi runtuhnya bangunan,” jelasnya.
Selama proses rehabilitasi, sekolah menerapkan sistem pembelajaran kombinasi daring dan luring.
“Yang direhab itu enam kelas untuk siswa kelas 10. Untuk mengatasinya, siswa kelas 10 kami tempatkan di bagian belakang, kelas 12 di bagian depan, sedangkan kelas 11 dibagi, lima kelas luring dan lima kelas daring,” terangnya.
Proyek ini ditargetkan selesai dalam 180 hari kerja. “Kalau sesuai MOU, pekerjaan ini selesai Desember. Akhir September nanti progresnya sudah 50 persen,” kata Cicih.
Ia berharap revitalisasi ini menjadi awal pengembangan sekolah. “Dengan adanya bangunan-bangunan baru ini, anak-anak akan lebih nyaman dan fokus belajar tanpa khawatir bangunan runtuh,” ungkapnya.
Cicih mengaku sangat bersyukur karena pengajuan revitalisasi ini sudah dilakukan sejak 2019. “Bukan saya yang mengajukan pertama kali, tapi guru-guru di sini. Dari dulu Pak Ian Roy selalu bilang, ‘Bu, ajukan lagi, ajukan lagi.’ Alhamdulillah akhirnya tahun ini kami mendapatkannya,” ucapnya.
“Murid-murid senang sekali, bahkan kaget melihat pembangunan ini. Walaupun area olahraga sedikit berkurang, mereka tetap gembira karena fasilitasnya lebih baik,” tambahnya.
Fasilitas baru seperti ruang OSIS, BK, administrasi guru, laboratorium komputer, dan UKS dibangun di area yang sebelumnya merupakan lapangan voli dan bulu tangkis.
“Sebelumnya kami tidak punya ruang BK maupun lab komputer. Nanti kalau sudah selesai, ruang BK dan lab akan difungsikan sesuai peruntukannya, sementara ruang kelas tambahan akan membantu mengatasi kekurangan rombel,” jelas Cicih.
Penulis : lazir
Editor : ameri













