JAKARTA – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Program Kreasi (Kolaborasi untuk Pendidikan Anak Indonesia) resmi diluncurkan bekerja sama dengan Yayasan Save The Children (STC) Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan siswa, khususnya di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD).
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran sangat penting, terutama dalam literasi, numerasi, serta pendidikan karakter bagi anak-anak PAUD dan SD,” ujar Mu’ti dalam sambutannya secara daring pada Peluncuran Nasional Program Kreasi di Jakarta, Selasa (18/3/2025)
Mu’ti menyoroti bahwa masih ada beberapa daerah yang membutuhkan dukungan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, seperti Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Program Kreasi hadir untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkualitas di wilayah-wilayah tersebut.
“Program Kreasi akan memperkuat kurikulum, praktik pembelajaran, kepemimpinan sekolah, serta sistem perlindungan anak di tingkat PAUD dan SD,” jelasnya.
Program ini dikembangkan bersama berbagai pihak, termasuk organisasi mitra seperti Article 33, Ikatan Guru Indonesia (IGI), Yayasan Guru Belajar (YGB), Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU), PNF Dikdasmen Muhammadiyah, Perkumpulan Stimulant Institute (PSI), serta Wahana Visi Indonesia (WVI), yang berada di bawah konsorsium Mitra Pendidikan Indonesia (MPI).
CEO STC Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menekankan bahwa Program Kreasi tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga memastikan pemahaman yang mendalam bagi setiap siswa.
“Melalui Program Kreasi, kami ingin memastikan bahwa literasi dan numerasi bukan sekadar diajarkan, tetapi benar-benar dipahami oleh setiap anak. Dengan kolaborasi berbagai pihak, ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung anak-anak meraih cita-citanya,” katanya.
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh anak Indonesia.
“Kami ingin pendidikan inklusif dengan standar tinggi dan merata, sehingga semua anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas,” ujarnya di sela-sela peluncuran program.
Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik.
“Program Kreasi ini merupakan inisiatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan pengajaran dan pembelajaran siswa. Harapannya, program ini dapat memperkuat literasi, numerasi, serta pendidikan karakter anak-anak PAUD dan SD, khususnya di provinsi Lampung, Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Sumatera Utara,” pungkas Toni.***
Penulis : lazir
Editor : ameri













