Lonjakan Kasus Sindrom Guillain-Barré di Pune: 59 Orang Terdiagnosis, 12 di Antaranya Gunakan Ventilator

- Penulis

Jumat, 24 Januari 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sindrom Guillain-Barre adalah gangguan neurologis

Sindrom Guillain-Barre adalah gangguan neurologis

INDIA – Sebanyak 59 kasus Sindrom Guillain-Barré (GBS), kelainan neurologis langka, telah teridentifikasi di Pune, India. Dari jumlah tersebut, 12 pasien memerlukan dukungan ventilator. Peningkatan mendadak kasus ini telah mendorong Departemen Kesehatan Maharashtra untuk membentuk tim investigasi guna menyelidiki penyebab lonjakan tersebut.

“Jumlah total kasus GBS mencapai 59 pada hari Rabu, terdiri atas 38 pria dan 21 wanita. Saat ini, 12 pasien sedang menjalani perawatan dengan bantuan ventilator,” ungkap seorang pejabat kesehatan setempat.

Menurut para dokter, GBS seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Meski penyakit ini dapat menyerang segala usia, kelompok anak-anak dan dewasa muda cenderung lebih rentan.

Namun, seorang pejabat kesehatan menegaskan bahwa GBS tidak akan berkembang menjadi epidemi atau pandemi. “Dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar pasien pulih sepenuhnya dari kondisi ini,” tambahnya.

Apa Itu Sindrom Guillain-Barré?

Sindrom Guillain-Barré (GBS) adalah gangguan langka di mana sistem kekebalan tubuh menyerang saraf, menyebabkan gejala seperti kelemahan, mati rasa, atau bahkan kelumpuhan.

Penyebab dan Gejala
Penyebab pasti GBS belum sepenuhnya diketahui. Sebagian besar kasus dilaporkan terjadi setelah pasien mengalami infeksi bakteri atau virus, seperti infeksi saluran pernapasan atau pencernaan, dalam enam minggu sebelum gejala GBS muncul.

Gejala awal GBS meliputi kelemahan pada kaki, yang dapat menjalar ke tubuh bagian atas, lengan, wajah, hingga otot-otot pernapasan. Gejala lainnya mencakup:

  • Kesulitan berjalan atau menaiki tangga
  • Nyeri di tangan dan kaki, sering kali memburuk pada malam hari
  • Masalah penglihatan, menelan, berbicara, atau mengunyah
  • Detak jantung tidak normal atau tekanan darah tidak stabil
  • Gangguan pada sistem pencernaan atau kandung kemih

Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis GBS dilakukan melalui pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan tes tambahan seperti kecepatan konduksi saraf (NCV) serta analisis cairan serebrospinal.

Hingga kini, belum ada obat khusus untuk GBS. Namun, terapi seperti plasmaferesis atau pemberian imunoglobulin intravena dapat membantu mengurangi keparahan gejala dan mempercepat pemulihan.

Meskipun langka, lonjakan kasus GBS di Pune menjadi perhatian serius. Penyelidikan lebih lanjut akan menentukan apakah ada faktor lingkungan atau infeksi tertentu yang menjadi pemicu utama peningkatan kasus ini. ***

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen
Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Berita Terbaru