Ketua DPD RI Gaungkan Demokrasi Hijau di COP30 Brasil

- Penulis

Sabtu, 15 November 2025 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin diacara COP30 Brasil (foto. dpdri)

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin diacara COP30 Brasil (foto. dpdri)

BRASIL – Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyerukan penguatan peran masyarakat adat dalam menjaga hutan sekaligus mendorong ekonomi hijau saat menyampaikan pidato kunci di Paviliun Indonesia pada perhelatan COP30, Jumat (14/11/2025).

Di hadapan delegasi dari berbagai negara, Sultan menegaskan bahwa dunia membutuhkan terobosan baru untuk menjawab krisis iklim yang semakin mendesak.

“Semua paradigma lama dalam mitigasi iklim hanya membawa kita pada ancaman lingkungan yang lebih besar. Kita membutuhkan arah baru yang menyatukan demokrasi, ekosistem, dan ekonomi berkelanjutan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Sultan mempromosikan gagasan Green Democracy atau Demokrasi Hijau yang ia gagas di Indonesia. Menurutnya, demokrasi tidak boleh berhenti pada proses politik semata, melainkan harus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berpihak pada lingkungan.

“Demokrasi harus menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjaga alam dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Sultan juga menekankan bahwa masyarakat adat memiliki peranan yang tak tergantikan dalam menjaga keberlanjutan hutan dan ekosistem. Ia menyebut bahwa mereka telah membuktikan diri sebagai penjaga alam paling efektif.

“Bagi masyarakat adat, hutan bukan sekadar aset. Hutan adalah semesta kehidupan. Mereka hidup dengan kearifan yang menjaga keseimbangan, bukan eksploitasi,” kata Sultan.

Ia turut menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam menekan laju deforestasi, melakukan rehabilitasi jutaan hektare lahan, serta mengembangkan ekonomi karbon. Kebijakan tersebut, menurutnya, sejalan dengan target Indonesia dalam Second Nationally Determined Contribution (NDC), termasuk pengurangan emisi hingga komitmen menuju net-zero emission.

Dalam forum itu, Sultan juga menyoroti pentingnya kerja sama antara negara-negara pemilik hutan tropis seperti Indonesia, Brasil, dan Kongo. Pertukaran pengetahuan masyarakat adat dan kearifan lokal diyakini dapat memperkuat upaya global menghadapi krisis iklim.

“Kerja sama Selatan–Selatan harus menjadi ruang berbagi pengalaman para penjaga hutan dunia,” tegasnya.

Menutup pidatonya, Sultan mengingatkan bahwa alam sedang menunjukkan batas kesabarannya.

“Dari Sahara hingga Amazon, dari Sumatera hingga Papua, pesan alam sama: pentingnya hidup selaras dengan alam demi keberlanjutan kehidupan,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Gencarkan Promosi, Indonesia Makin Diminati Wisatawan Rumania
Badai Musim Dingin Perparah Krisis Gaza, Sukamta Desak Indonesia Tekan Israel Buka Akses Bantuan
BPOM dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama Vaksin, Bahas Transfer Teknologi dan Produksi Lokal
Sukamta Serukan Gencatan Senjata di Sudan: “Tragedi Kemanusiaan Harus Segera Dihentikan”
Indonesia Sapu Bersih Gelar Juara di Migran Arirang Multicultural Festival 2025 Korea Selatan
Sukamta Desak AS Tekan Israel Hentikan Pelanggaran Gencatan Senjata
Sukamta Kecam Israel Cegat Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotila ke Gaza
DPR Apresiasi 159 Negara Akui Palestina, Desak Langkah Nyata di PBB

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 20:35 WIB

Gencarkan Promosi, Indonesia Makin Diminati Wisatawan Rumania

Rabu, 19 November 2025 - 08:41 WIB

Badai Musim Dingin Perparah Krisis Gaza, Sukamta Desak Indonesia Tekan Israel Buka Akses Bantuan

Sabtu, 15 November 2025 - 10:38 WIB

Ketua DPD RI Gaungkan Demokrasi Hijau di COP30 Brasil

Sabtu, 8 November 2025 - 10:42 WIB

BPOM dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama Vaksin, Bahas Transfer Teknologi dan Produksi Lokal

Selasa, 4 November 2025 - 07:56 WIB

Sukamta Serukan Gencatan Senjata di Sudan: “Tragedi Kemanusiaan Harus Segera Dihentikan”

Berita Terbaru