Kemendikdasmen Apresiasi Upaya SMP Dwijendra dalam Penguatan Karakter melalui Budaya Lokal

- Penulis

Rabu, 15 Januari 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, ke SMP Dwijendra, Denpasar, Bali, pada Selasa (14/1/2025). (dok. Kemendikdasmen)

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, ke SMP Dwijendra, Denpasar, Bali, pada Selasa (14/1/2025). (dok. Kemendikdasmen)

DENPASAR – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan komitmennya untuk memperkuat pendidikan karakter dengan pendekatan budaya lokal.

Hal ini tampak dari kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, ke SMP Dwijendra, Denpasar, Bali, pada Selasa (14/1/2025).

Kunjungan tersebut disambut dengan hangat oleh para siswa yang menampilkan tarian Bali dan memainkan musik gamelan khas daerah tersebut.

Dalam suasana penuh semangat, Wamendikdasmen Fajar menyampaikan apresiasinya terhadap para siswa yang tetap melestarikan seni dan budaya lokal.

“Penanaman pendidikan karakter melalui seni budaya lokal seperti ini sangat penting. Selain mengasah kecerdasan sosial siswa, hal ini juga menunjukkan bahwa tradisi yang dijaga dengan baik bisa menjadi fondasi kuat dalam pendidikan karakter. Saya juga melihat bahwa daerah-daerah yang menjaga budaya dan nilai-nilai agama cenderung memiliki indikator pendidikan karakter yang baik,” ungkap Fajar.

Fajar memberikan penghargaan kepada Yayasan Dwijendra, lembaga yang telah berkontribusi mencerdaskan bangsa sejak 1953.

“Yayasan Dwijendra telah berdiri lebih dari setengah abad, hampir seumur dengan usia negara kita. Atas nama pemerintah, saya ucapkan terima kasih karena pendidikan tidak bisa hanya dipikul oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan kontribusi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fajar, keberhasilan pendidikan bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keduanya harus berjalan seiring dan saling mendukung untuk menciptakan pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat.

“Saat ini, kami bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti terus mendorong pendidikan yang berkeadilan. Baik sekolah negeri maupun swasta harus mendapatkan perhatian yang sama. Sebagai contoh, kami sedang mengupayakan kebijakan agar guru swasta yang lolos seleksi ASN P3K dapat tetap mengajar di sekolah asal mereka,” jelas Fajar.

Dalam kunjungan ini, Wamendikdasmen didampingi oleh para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di Bali dan pengurus Yayasan Dwijendra. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal. ***

Berita Terkait

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan
SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga
PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan
Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
Dua Ruang Kelas Roboh Akibat Gempa Nagekeo, Guru SD Katolik Doki Tak Berhenti Mengajar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:08 WIB

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan

Rabu, 16 September 2026 - 14:01 WIB

SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga

Rabu, 16 September 2026 - 10:23 WIB

PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Minggu, 13 September 2026 - 08:15 WIB

200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan

Berita Terbaru