Empat Siswa Indonesia Wakili Negeri di Ajang Young Inventors Challenge 2025

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat siswa Indonesia berpartisipasi dalam ajang talenta internasional Young Inventors Challenge (YIC) 2025 (dok. rentak.id)

Empat siswa Indonesia berpartisipasi dalam ajang talenta internasional Young Inventors Challenge (YIC) 2025 (dok. rentak.id)

MALANG – Empat siswa Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa dengan berpartisipasi dalam ajang talenta internasional Young Inventors Challenge (YIC) 2025 yang digelar secara daring pada 1 November 2025.

Keikutsertaan mereka difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang sebelumnya memberikan pembinaan intensif dalam tiga tahap.

“Perjuangan adik-adik hingga mencapai tahap ini tidaklah mudah. Semoga mereka dapat meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama Indonesia di ajang Young Inventors Challenge tahun ini,” ujar Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, Senin (3/11/2025).

Keempat siswa tersebut terbagi dalam dua tim, yakni dari SMA Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, dan MAN 2 Kota Malang.

Tim dari SMA Negeri 1 Kepanjen yang beranggotakan Shafa Azmi Nadhira dan Nastiti Nicken Dyah Ayu Apsari mengembangkan penelitian berjudul “Sengon Wood Membrane Coated with Carbon Nanotubes for Brackish Water Desalination and Its Application in Interfacial Solar Steam Generation.”

Sementara itu, tim dari MAN 2 Kota Malang yang terdiri atas Muhammad Lingga Padantya Junaedi dan M. Izzat Adnan Kamal mengusung inovasi bertajuk “RIDDLE-Patch: Dissolvable Microneedle Patch with Rifampicin-Chitosan Microparticles for Tuberculosis Patients.”

Keempat siswa tersebut merupakan para pemenang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 yang kemudian diseleksi melalui tiga tahap pembinaan hingga terpilih dua tim terbaik untuk mewakili Indonesia pada tahap final YIC 2025.

Selama proses pembinaan, mereka didampingi oleh Tim Pembina YIC 2025 yang terdiri atas Abu Amar (Institut Teknologi Indonesia), Tinneke Mandang (IPB University), Dwi Anita Suryandari (Universitas Indonesia), dan Sonny Rustiadi (Institut Teknologi Bandung).

Koordinator Pembina YIC 2025, Abu Amar, menjelaskan bahwa dua tim tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari ratusan peserta.
“Pada Pembinaan Tahap I terdapat enam tim yang bersaing di antara ribuan peserta. Tahap II menyisakan empat tim yang masuk 200 besar, dan pada Tahap III terpilih dua tim terbaik yang berhasil menembus 30 besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Pada tahap akhir, para siswa juga mendapatkan pendampingan dari psikolog serta pelatihan bahasa Inggris agar lebih siap secara mental dan komunikasi. Harapannya, hasil penelitian mereka terus dikembangkan hingga memberi manfaat bagi masyarakat.”

Salah satu peserta, Shafa Azmi Nadhira dari SMA Negeri 1 Kepanjen, menjelaskan inovasinya yang berfokus pada pengolahan air payau.
“Kami berinovasi untuk menghasilkan air layak konsumsi dari air payau, terutama bagi masyarakat yang jauh dari sumber listrik dan terdampak intrusi air laut. Inovasi ini mendukung Sustainable Development Goals nomor 6, yaitu air bersih dan sanitasi,” ujarnya.

Rekan setimnya, Nastiti Nicken Dyah Ayu Apsari, menambahkan bahwa mereka mendapatkan banyak pengalaman selama pembinaan.
“Kami mengikuti tiga kali pembinaan dari Puspresnas, mulai dari penyusunan proposal, laporan penelitian, hingga persiapan menuju tahap final YIC,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Lingga Padantya Junaedi dari MAN 2 Kota Malang menjelaskan inovasi timnya yang berfokus pada bidang kesehatan.
“Inovasi kami adalah metode penghantaran obat tuberkulosis terbaru yang kami beri nama RIDDLE-Patch. Pasien cukup mengaplikasikan obat melalui jaringan kulit menggunakan microneedle patch yang dapat larut,” jelasnya.

“Semoga melalui inovasi ini kami dapat meraih prestasi terbaik dan membanggakan Indonesia,” tambah rekan setimnya, M. Izzat Adnan Kamal.

Sebagai informasi, Young Inventors Challenge (YIC) merupakan ajang penelitian internasional yang diselenggarakan oleh Association of Science, Technology, and Innovation (ASTI). Kompetisi ini bertujuan mendorong kolaborasi antar pelajar sekolah menengah dalam menciptakan solusi inovatif untuk berbagai permasalahan global.

Pengumuman pemenang YIC 2025 akan disampaikan pada 20 November 2025 melalui tautan: https://www.youtube.com/live/jBx4Zb_6YcQ?si=zqnP9fKJcCaAh5ik

Penulis : guntar

Editor : gunawan tarigan

Berita Terkait

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Berita Terbaru