Usai Dugaan Kecelakaan Kereta, Kemenhub Sidak Pool Green SM Bekasi

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub saat sidak ke pool taksi Xanh SM (Green SM) (dok. kemenhub)

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub saat sidak ke pool taksi Xanh SM (Green SM) (dok. kemenhub)

BEKASI -Pemerintah memperketat pengawasan terhadap aspek keselamatan angkutan umum menyusul dugaan keterlibatan kendaraan dalam insiden kecelakaan kereta. Salah satunya dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ke pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat, Selasa malam (28/4/2026).

Sidak ini difokuskan untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) berjalan sesuai ketentuan, mengingat sistem tersebut menjadi fondasi utama dalam menjamin keselamatan operasional kendaraan.

“Dalam penyelenggaraan angkutan umum, ada sejumlah elemen penting yang wajib dipenuhi sesuai dengan SMK PAU. Sidak ini kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dijalankan secara konsisten, mulai dari pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi (pre-trip inspection) hingga memastikan kompetensi serta kondisi kesehatan pengemudi,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan di Bekasi malam, Selasa (28/4/2026).

Pemeriksaan dilakukan di pool Green SM Bekasi karena lokasi tersebut merupakan titik awal operasional kendaraan yang diduga terkait kecelakaan. Inspeksi mencakup kelengkapan administrasi, kelaikan jalan kendaraan, kesiapan armada, hingga penerapan standar keselamatan lainnya.

“Kami ingin memastikan bahwa sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum, termasuk Green SM, benar-benar diterapkan sesuai regulasi. Dari hasil pemeriksaan awal, kami menemukan sejumlah hal yang masih perlu didalami lebih lanjut,” ujarnya.

Aan menambahkan, pendalaman lanjutan akan dilakukan di pool pusat Green SM di Kemayoran, Jakarta, guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait implementasi sistem keselamatan perusahaan. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait dugaan keterlibatan kendaraan dalam kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Yusuf Nugroho yang memimpin langsung sidak menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap implementasi SMK PAU sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018.

“Apabila terjadi insiden, Ditjen Perhubungan Darat memiliki kewenangan untuk melakukan audit dan inspeksi melalui pengamatan serta pemantauan langsung. Langkah yang kami lakukan ini mengacu pada Pasal 16 PM 85 Tahun 2018, yang memungkinkan dilakukannya audit dalam kondisi tertentu, seperti kecelakaan lalu lintas yang menonjol maupun berulang,” terang Yusuf.

Ia menambahkan, hasil audit dan inspeksi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi. Rekomendasi itu dapat berupa perbaikan sistem keselamatan hingga pemberian sanksi administratif jika ditemukan pelanggaran, mulai dari surat peringatan, pembekuan izin operasional, hingga pencabutan izin sesuai tingkat pelanggaran yang terjadi.

Berita Terkait

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi
Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik
Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi
Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani
Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang
Pendapatan Jasa Marga Tembus Rp15,6 Triliun, Laba Bersih Kuartal III 2026 Capai Rp2,7 Triliun
Hujan Deras Picu Longsor di Sipirok, Separuh Badan Jalan Amblas

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:15 WIB

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi

Senin, 2 November 2026 - 09:24 WIB

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik

Minggu, 1 November 2026 - 10:15 WIB

Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani

Berita Terbaru