Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani

- Penulis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infogramis trans Pontianak (ilustrasi ist)

Infogramis trans Pontianak (ilustrasi ist)

JAKARTA – Kota Pontianak, Kalimantan Barat, segera memiliki layanan transportasi umum modern berbasis skema Buy the Service (BTS). Sebanyak 19 armada bus disiapkan untuk melayani dua koridor yang ditargetkan mulai beroperasi pada Mei 2027.

Pontianak menjadi kota ketiga di Kalimantan yang mendapatkan program pembenahan transportasi umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan. Sebelumnya, layanan serupa telah hadir melalui Trans Banjarbakula di Kalimantan Selatan dan Balikpapan City Trans (Bacitran) di Kalimantan Timur.

Dua koridor yang disiapkan terdiri atas Koridor 1 dengan rute Rusunawa Harapan Jaya–RSUD dr. Soedarso sepanjang 21,04 kilometer. Rute ini akan dilayani delapan bus.

Sementara Koridor 2 menggunakan pola melingkar atau looping, menghubungkan TPI Nipah Kuning dengan Sungai Raya Dalam sepanjang 34,52 kilometer. Sebanyak 11 bus disiapkan untuk melayani koridor tersebut.

Kehadiran transportasi umum ini diharapkan memudahkan mobilitas warga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai pengoperasian bus BTS di Pontianak menghadapi sejumlah tantangan.

Ketergantungan masyarakat terhadap sepeda motor, kondisi jalan yang sempit, parkir di tepi jalan, serta kemacetan di Jembatan Kapuas I dan II berpotensi mengganggu kelancaran dan ketepatan jadwal bus.

“Peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum membutuhkan sosialisasi. Pemerintah juga harus memastikan infrastruktur dan dukungan anggaran tersedia,” ujar Djoko, Sabtu (31/10/2026)

Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi potensi persaingan dengan angkutan kota dan transportasi daring. Salah satu solusinya adalah melibatkan angkot sebagai angkutan pengumpan (feeder) atau bagian dari konsorsium operator.

Selain itu, sistem pembayaran digital melalui QRIS dan kartu uang elektronik perlu disosialisasikan agar mudah digunakan seluruh kelompok masyarakat.

Djoko mengingatkan, keberhasilan layanan BTS tidak cukup diukur dari jumlah bus yang beroperasi, tetapi juga kemampuan pemerintah menjaga kualitas pelayanan dan keberlanjutan pembiayaannya.

Bus Lebih Nyaman dan Terjangkau

Di sisi lain, kehadiran bus modern menawarkan sejumlah keuntungan bagi masyarakat. Layanan ini dirancang memiliki jadwal dan rute yang lebih pasti, dilengkapi pendingin ruangan (AC), kamera pengawas (CCTV), serta pengemudi terlatih.

Skema BTS memungkinkan operator dibayar berdasarkan kilometer perjalanan. Dengan sistem tersebut, operator dituntut menjaga kualitas pelayanan, kebersihan armada, keselamatan, dan ketepatan waktu.

Tarif bus mendapat subsidi pemerintah sehingga diharapkan terjangkau. Kelompok masyarakat seperti lansia, veteran, buruh, pelajar, mahasiswa, dan warga berpenghasilan setingkat upah minimum juga direncanakan memperoleh tarif khusus.

Pembayaran nontunai melalui QRIS atau kartu uang elektronik turut disiapkan. Namun, sosialisasi tetap diperlukan agar seluruh kelompok masyarakat dapat mengakses layanan tersebut.

Jika semakin banyak warga beralih menggunakan bus, kemacetan dan polusi kendaraan berpotensi berkurang. Transportasi umum juga dapat mempermudah akses masyarakat menuju sekolah, rumah sakit, perkantoran, dan pusat perdagangan.

Bagi pelaku usaha, kehadiran layanan ini membuka peluang baru, mulai dari periklanan, teknologi pembayaran digital, hingga jasa perawatan kendaraan. Angkutan lokal juga berpeluang memperoleh manfaat melalui kemitraan dengan operator bus.

Djoko menegaskan, keberhasilan transportasi umum di Pontianak bergantung pada kesiapan infrastruktur, anggaran, integrasi angkutan, dan dukungan masyarakat.

“Transportasi umum harus dikelola secara terintegrasi. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator, pelaku angkutan lokal, dan masyarakat harus bekerja sama agar layanan ini berkelanjutan,” tutupnya.

Dengan persiapan yang matang, layanan BTS diharapkan menjadi langkah penting menghadirkan transportasi umum yang nyaman, aman, dan terjangkau sekaligus mendukung Pontianak menuju kota yang lebih modern.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang
Pendapatan Jasa Marga Tembus Rp15,6 Triliun, Laba Bersih Kuartal III 2026 Capai Rp2,7 Triliun
Hujan Deras Picu Longsor di Sipirok, Separuh Badan Jalan Amblas
Jasa Marga Tutup Sementara Sejumlah Lajur Tol JORR E dan Jagorawi, Ini Jadwalnya
Rel Kereta Api Sumbar Mulai Diaktifkan Lagi, Djoko Setijowarno Ingatkan Soal Subsidi
Awas Perjalanan Melambat! Ini Titik Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek 26 Oktober–1 November
Macet Jakarta Tak Kunjung Usai, Djoko Setijowarno Usul Pejabat Wajib Naik Transportasi Umum

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Pendapatan Jasa Marga Tembus Rp15,6 Triliun, Laba Bersih Kuartal III 2026 Capai Rp2,7 Triliun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Sipirok, Separuh Badan Jalan Amblas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Jasa Marga Tutup Sementara Sejumlah Lajur Tol JORR E dan Jagorawi, Ini Jadwalnya

Berita Terbaru