JAKARTA – Kota Pontianak, Kalimantan Barat, segera memiliki layanan transportasi umum modern berbasis skema Buy the Service (BTS). Sebanyak 19 armada bus disiapkan untuk melayani dua koridor yang ditargetkan mulai beroperasi pada Mei 2027.
Pontianak menjadi kota ketiga di Kalimantan yang mendapatkan program pembenahan transportasi umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan. Sebelumnya, layanan serupa telah hadir melalui Trans Banjarbakula di Kalimantan Selatan dan Balikpapan City Trans (Bacitran) di Kalimantan Timur.
Dua koridor yang disiapkan terdiri atas Koridor 1 dengan rute Rusunawa Harapan Jaya–RSUD dr. Soedarso sepanjang 21,04 kilometer. Rute ini akan dilayani delapan bus.
Sementara Koridor 2 menggunakan pola melingkar atau looping, menghubungkan TPI Nipah Kuning dengan Sungai Raya Dalam sepanjang 34,52 kilometer. Sebanyak 11 bus disiapkan untuk melayani koridor tersebut.
Kehadiran transportasi umum ini diharapkan memudahkan mobilitas warga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai pengoperasian bus BTS di Pontianak menghadapi sejumlah tantangan.
Ketergantungan masyarakat terhadap sepeda motor, kondisi jalan yang sempit, parkir di tepi jalan, serta kemacetan di Jembatan Kapuas I dan II berpotensi mengganggu kelancaran dan ketepatan jadwal bus.
“Peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum membutuhkan sosialisasi. Pemerintah juga harus memastikan infrastruktur dan dukungan anggaran tersedia,” ujar Djoko, Sabtu (31/10/2026)
Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi potensi persaingan dengan angkutan kota dan transportasi daring. Salah satu solusinya adalah melibatkan angkot sebagai angkutan pengumpan (feeder) atau bagian dari konsorsium operator.
Selain itu, sistem pembayaran digital melalui QRIS dan kartu uang elektronik perlu disosialisasikan agar mudah digunakan seluruh kelompok masyarakat.
Djoko mengingatkan, keberhasilan layanan BTS tidak cukup diukur dari jumlah bus yang beroperasi, tetapi juga kemampuan pemerintah menjaga kualitas pelayanan dan keberlanjutan pembiayaannya.
Bus Lebih Nyaman dan Terjangkau
Di sisi lain, kehadiran bus modern menawarkan sejumlah keuntungan bagi masyarakat. Layanan ini dirancang memiliki jadwal dan rute yang lebih pasti, dilengkapi pendingin ruangan (AC), kamera pengawas (CCTV), serta pengemudi terlatih.
Skema BTS memungkinkan operator dibayar berdasarkan kilometer perjalanan. Dengan sistem tersebut, operator dituntut menjaga kualitas pelayanan, kebersihan armada, keselamatan, dan ketepatan waktu.
Tarif bus mendapat subsidi pemerintah sehingga diharapkan terjangkau. Kelompok masyarakat seperti lansia, veteran, buruh, pelajar, mahasiswa, dan warga berpenghasilan setingkat upah minimum juga direncanakan memperoleh tarif khusus.
Pembayaran nontunai melalui QRIS atau kartu uang elektronik turut disiapkan. Namun, sosialisasi tetap diperlukan agar seluruh kelompok masyarakat dapat mengakses layanan tersebut.
Jika semakin banyak warga beralih menggunakan bus, kemacetan dan polusi kendaraan berpotensi berkurang. Transportasi umum juga dapat mempermudah akses masyarakat menuju sekolah, rumah sakit, perkantoran, dan pusat perdagangan.
Bagi pelaku usaha, kehadiran layanan ini membuka peluang baru, mulai dari periklanan, teknologi pembayaran digital, hingga jasa perawatan kendaraan. Angkutan lokal juga berpeluang memperoleh manfaat melalui kemitraan dengan operator bus.
Djoko menegaskan, keberhasilan transportasi umum di Pontianak bergantung pada kesiapan infrastruktur, anggaran, integrasi angkutan, dan dukungan masyarakat.
“Transportasi umum harus dikelola secara terintegrasi. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator, pelaku angkutan lokal, dan masyarakat harus bekerja sama agar layanan ini berkelanjutan,” tutupnya.
Dengan persiapan yang matang, layanan BTS diharapkan menjadi langkah penting menghadirkan transportasi umum yang nyaman, aman, dan terjangkau sekaligus mendukung Pontianak menuju kota yang lebih modern.
Penulis : lazir
Editor : ameri






