Berjuang 5 Kilometer Setiap Hari, Siswa SD Pakpak Bharat Kini Dijemput Bus Sekolah Gratis

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angkutan siswa SD di Pakpak Barat (dok. rentak.id)

Angkutan siswa SD di Pakpak Barat (dok. rentak.id)

PAKPAK BARAT – Saat fajar belum sepenuhnya merekah di kaki Pegunungan Bukit Barisan, langkah-langkah kecil anak-anak sekolah dasar di Kabupaten Pakpak Bharat sudah lebih dulu menyusuri jalan tanah dan bebatuan.

Dengan tas di punggung dan bekal seadanya, mereka harus berjalan kaki sejauh 4 hingga 5 kilometer demi bisa sampai ke sekolah.

Perjuangan itu bukan cerita satu dua anak, melainkan potret keseharian ratusan siswa SD di wilayah dataran tinggi Sumatera Utara tersebut.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai persoalan jarak sekolah dan minimnya transportasi umum menjadi tantangan serius bagi akses pendidikan di daerah pedesaan.

“Siswa SD yang tinggal jauh dari sekolah harus berjuang menempuh perjalanan kaki 4 hingga 5 kilometer setiap hari. Banyak dari mereka berangkat sebelum subuh agar tidak terlambat. Kondisi ini tentu sangat berat bagi anak-anak seusia mereka,” ujar Djoko, Kamis (15/1/2026).

Kabupaten Pakpak Bharat yang berada di kawasan pegunungan Bukit Barisan memiliki karakter geografis yang menantang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah penduduk di wilayah ini mencapai 57.152 jiwa, dengan permukiman yang tersebar di wilayah perbukitan dan lembah.

Sayangnya, keterbatasan trayek angkutan umum membuat mobilitas warga, khususnya pelajar, sangat terbatas. Hampir seluruh wilayah pedesaan di luar ibu kota kabupaten belum terlayani transportasi publik secara memadai.

Akibatnya, anak-anak harus menempuh perjalanan panjang setiap hari hanya untuk mengenyam pendidikan dasar. Mereka tiba di sekolah dalam kondisi lelah, bahkan kerap mengantuk di kelas karena kehabisan energi di perjalanan.

“Kalau anak-anak sudah lelah sejak berangkat, tentu sulit berharap mereka bisa fokus belajar di kelas. Ini bukan sekadar soal transportasi, tapi menyangkut masa depan generasi muda,” tambah Djoko.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mengoperasikan layanan bus sekolah gratis yang dikhususkan bagi siswa sekolah dasar.
Saat ini, sebanyak tujuh unit bus sekolah telah beroperasi melayani rute-rute penting yang menghubungkan permukiman siswa dengan sekolah mereka. Armada tersebut dibagi ke dalam beberapa rute strategis:

Tiga unit bus melayani Rute Prongil, dari Prongil Julu menuju SDN 0359444 Prongil Jehe

Dua unit bus melayani Rute Kuta Kacip menuju SDN 034816 Jambu Mbellang

Dua unit bus melayani Rute Perduhapen – Kerajaan menuju SDN 03435 Kerajaan

Pembagian armada ini dilakukan secara terukur untuk memastikan wilayah dengan kebutuhan tertinggi mendapat layanan optimal.

Kini, anak-anak tak lagi harus berangkat sebelum subuh atau tiba di sekolah dengan napas tersengal. Mereka bisa datang tepat waktu, lebih segar, dan siap menerima pelajaran.
Program ini juga meringankan beban orang tua yang sebelumnya harus mengantar anak dengan sepeda motor atau membiarkan mereka berjalan jauh sendirian.

Operasional bus sekolah gratis sepenuhnya dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat. Pemerintah daerah pun menunjukkan komitmen kuat dengan meningkatkan alokasi anggaran setiap tahunnya.

Pada 2023, anggaran bus sekolah tercatat sebesar Rp 300 juta, meningkat menjadi Rp 522,75 juta pada 2024, lalu naik lagi menjadi Rp 706,8 juta pada 2025. Bahkan, untuk tahun 2026 anggarannya diproyeksikan mencapai Rp 800 juta.

Peningkatan anggaran ini sejalan dengan komitmen Pemkab Pakpak Bharat dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah, sekaligus meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS).

Di tengah keterbatasan geografis dan minimnya infrastruktur transportasi pedesaan, kehadiran bus sekolah gratis menjadi harapan baru bagi anak-anak Pakpak Bharat untuk terus melangkah mengejar cita-cita—tanpa harus mengorbankan tenaga sejak pagi buta.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Wisatawan Kapal Pesiar Berburu Pesona Cenderawasih di Aisandami, DAMRI Siapkan 3 Armada
Tol Jakarta-Tangerang Dipelihara, Jembatan Cisadane Direkonstruksi hingga 19 September
Krayan Terisolasi, Jalan Berlumpur Bikin Harga Sembako Melambung
Tol JORR Direkonstruksi hingga 18 September, Cek Titik Lajur yang Ditutup
Tol Jakarta-Cikampek Dipelihara Mulai 12 September, Cek Lokasi dan Jadwalnya
Rp3 Triliun untuk Motor Listrik Disorot, Djoko Setijowarno: Lebih Baik Perkuat Bus Listrik
AirNav Resmi Operasikan JARKOMPENAS, Perkuat Transformasi Digital Navigasi Penerbangan
Lima Bandara Kembali Layani Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Dipantau

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 07:28 WIB

Wisatawan Kapal Pesiar Berburu Pesona Cenderawasih di Aisandami, DAMRI Siapkan 3 Armada

Rabu, 16 September 2026 - 10:02 WIB

Tol Jakarta-Tangerang Dipelihara, Jembatan Cisadane Direkonstruksi hingga 19 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:02 WIB

Krayan Terisolasi, Jalan Berlumpur Bikin Harga Sembako Melambung

Minggu, 13 September 2026 - 08:25 WIB

Tol JORR Direkonstruksi hingga 18 September, Cek Titik Lajur yang Ditutup

Sabtu, 12 September 2026 - 14:06 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Dipelihara Mulai 12 September, Cek Lokasi dan Jadwalnya

Berita Terbaru