Awal Semester Genap, Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Demak dan Jepara

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri Wonorejo 2 (dok. rentak.id)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri Wonorejo 2 (dok. rentak.id)

JEPARA – Sebanyak ratusan satuan pendidikan di Jawa Tengah mulai merasakan dampak Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Mengawali semester genap 2025/2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi sekolah di Kabupaten Demak dan Jepara dengan dukungan anggaran puluhan miliar rupiah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri Wonorejo 2, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, serta SMP Negeri 1 Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Program ini menjadi bagian dari agenda nasional Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang difokuskan pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, terutama di wilayah terdampak banjir dan memiliki keterbatasan sarana prasarana.

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan amanat langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh satuan pendidikan berada dalam kondisi aman dan layak digunakan. Ia menekankan bahwa keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama.

“Jangan sampai ada sekolah yang rusak, atapnya roboh, atau ruang belajarnya membahayakan peserta didik. Karena itu, revitalisasi sekolah menjadi prioritas agar pendidikan dapat berjalan dengan baik,” ujar Abdul Mu’ti di Jawa Tengah, Sabtu, (3/1/2026).

Selain meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi yang dilakukan langsung oleh masing-masing sekolah juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Program ini menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong perputaran ekonomi melalui belanja material dari lingkungan setempat.

“Program revitalisasi membuat pembangunan berjalan, ekonomi bergerak, dan sekolah menjadi lebih layak untuk belajar,” tuturnya.

Pada tahun 2026, pemerintah telah mengamankan alokasi awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp14 triliun untuk merevitalisasi sekitar 11 ribu sekolah. Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, cakupan program ini akan diperluas hingga menjangkau sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Di Kabupaten Demak, program revitalisasi menyentuh 110 satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp76 miliar. Revitalisasi tersebut mencakup 4 PAUD, 73 SD, 16 SMP, 6 SMA, 7 SMK, 1 SLB, dan 3 PKBM. Salah satu penerima manfaat adalah SD Negeri Wonorejo 2 Demak yang memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp2.229.803.192.

Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan 89 titik program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun 2025 untuk memenuhi kebutuhan perbaikan sarana sekolah. “Kami berharap bantuan revitalisasi ini terus berlanjut agar masyarakat Demak benar-benar dapat merasakan kelayakan sarana dan prasarana pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri Wonorejo 2 Demak, Ronsi, menjelaskan bahwa dana revitalisasi digunakan untuk merehabilitasi 12 ruang kelas, ruang administrasi, ruang teknologi informasi, ruang UKS, gedung perpustakaan, satu paket toilet, serta pembangunan dua paket toilet baru.

“Dana revitalisasi ini sangat membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan layak,” ungkapnya.

Program revitalisasi juga menjangkau Kabupaten Jepara dengan total 120 satuan pendidikan, terdiri atas 58 SD, 39 SMP, 4 SMA, 12 SMK, dan 1 SKB, dengan dukungan anggaran sebesar Rp92,39 miliar.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyebut revitalisasi satuan pendidikan menjadi dukungan besar dari pemerintah pusat bagi daerahnya. Menurutnya, bantuan tersebut menyasar sekolah negeri dan swasta dari berbagai jenjang. “Program revitalisasi ini sangat membantu daerah. Jepara menerima revitalisasi untuk ratusan satuan pendidikan dengan total anggaran puluhan miliar rupiah,” katanya.

Sebagai penerima manfaat, Kepala SMP Negeri 1 Tahunan Jepara, Adi Sasono, menyampaikan bahwa sekolahnya memperoleh bantuan sebesar Rp720 juta untuk rehabilitasi empat ruang kelas. Ia memastikan bahwa pekerjaan telah diselesaikan sepenuhnya.

“Alhamdulillah, bantuan revitalisasi untuk empat ruang kelas sudah kami selesaikan 100 persen, baik fisik bangunan maupun penganggarannya,” jelasnya.

Melalui efisiensi pelaksanaan, hasil revitalisasi bahkan dapat dimaksimalkan. “Dari empat ruang kelas tersebut bisa kami kembangkan menjadi lima ruang kelas, dan sisa materialnya dimanfaatkan untuk perbaikan teras masjid sekolah,” tambah Adi.

Dampak positif revitalisasi juga dirasakan para pendidik. Guru SMP Negeri 1 Tahunan, Nur Huda, mengungkapkan bahwa sebelum perbaikan, bangunan sekolah yang berdiri sejak 1983 kerap mengalami kebocoran. “Sekarang ruang kelas jauh lebih nyaman. Kami tidak lagi waswas ketika hujan turun karena atap sudah aman,” tuturnya.

Kebahagiaan serupa dirasakan peserta didik. Siswa SD Negeri Wonorejo 2, Akbar dan Dania, mengaku senang dengan kondisi ruang kelas yang kini lebih baik dan membuat mereka semakin semangat mengikuti pelajaran.

Selain pembangunan fisik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyalurkan bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan digital interaktif, serta menyelenggarakan pelatihan guru, termasuk pembelajaran mendalam, penguatan kecakapan, serta pengenalan coding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran pilihan. Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan mendukung

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:05 WIB

5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB