Waspada Modus Curang UTBK 2025: Kamera di Behel hingga Kuku Palsu Terungkap!

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi alat bantu canggih upaya curang saat pelaksanaan Ujian UTBK-SNBT. (ilustrasi dibikin oleh chatgpt)

Ilustrasi alat bantu canggih upaya curang saat pelaksanaan Ujian UTBK-SNBT. (ilustrasi dibikin oleh chatgpt)

JAKARTA – Kamera tersembunyi di behel gigi, kuku palsu, hingga kancing baju. Itulah sebagian dari alat bantu canggih yang digunakan oknum peserta dalam upaya curang saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025.

Menanggapi laporan masyarakat dan beredarnya dokumen yang menyerupai soal UTBK di media sosial, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) langsung melakukan klarifikasi sekaligus investigasi menyeluruh.

“Kami sangat menyesalkan dan mengecam segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan UTBK-SNBT. Hal ini jelas mencederai nilai keadilan, integritas, dan kejujuran yang menjadi fondasi seleksi nasional,” kata Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2025, Prof. Eduart Wolok, dalam taklimat media via Zoom, Jumat (25/4/2025).

Eduart menegaskan bahwa dokumen soal yang tersebar bukanlah bocoran dari panitia, melainkan hasil rekaman ilegal yang dilakukan oleh peserta pada sesi pertama hari pertama ujian.

Rekaman tersebut diperoleh dengan alat bantu elektronik yang dilarang dibawa ke ruang ujian.

Ia memastikan, panitia telah menyiapkan soal UTBK-SNBT dalam sejumlah sesi berbeda, bahkan soal pada sesi pagi dan siang di hari yang sama pun tidak identik.

“Dengan sistem seperti ini, sangat kecil kemungkinan peserta lain bisa memperoleh soal yang sama. Jadi informasi yang beredar tidak bisa disebut sebagai bocoran soal resmi,” ujarnya.

Panitia mengungkap modus baru yang digunakan para pelaku kecurangan. Selain kamera di behel gigi dan kuku, alat bantu lain seperti kamera mini di kancing baju atau ikat pinggang digunakan untuk merekam soal secara diam-diam tanpa terdeteksi metal detector.

Saat ini, dugaan kecurangan yang teridentifikasi sedang dalam proses verifikasi dan investigasi lebih lanjut. Panitia bekerja sama dengan berbagai pihak, serta telah mengimbau seluruh pengelola Pusat UTBK di berbagai daerah untuk meningkatkan pemeriksaan peserta dan pengawasan selama ujian berlangsung.

Langkah korektif pun telah dilakukan, termasuk analisis rekaman CCTV dan log aktivitas peserta untuk mendeteksi akun-akun yang terlibat. Pemanggilan terhadap pihak-pihak yang berkaitan, baik dari internal maupun eksternal, juga sedang berjalan.Panitia SNPMB tidak main-main dalam menangani kasus ini. Bagi peserta yang terbukti melakukan kecurangan, sanksi tegas akan dijatuhkan, antara lain:

Diskualifikasi dari seluruh jalur penerimaan di PTN secara permanen

Pelaporan kepada institusi pendidikan asal

Jika ditemukan keterlibatan dari pihak internal, panitia menegaskan bahwa sanksi juga akan dijatuhkan sesuai ketentuan.

“Kami menjamin proses seleksi tetap berlangsung secara adil dan transparan. Kami minta para peserta tetap fokus, tenang, dan menjunjung tinggi kejujuran dalam mengikuti UTBK,” ujar Eduart.

Partisipasi Publik Dihargai, Laporan Bisa Disampaikan Lewat Kanal Resmi
SNPMB menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut melaporkan dugaan kecurangan.

Panitia mengajak semua pihak untuk menjaga integritas pelaksanaan seleksi nasional. Informasi atau pengaduan resmi dapat disampaikan melalui kanal SNPMB atau Unit Layanan Terpadu (ULT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terbaru