Menko Polkam Djamari Chaniago: Polri Harus Jadi Institusi yang Dicintai Rakyat

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago di hadapan para calon perwira Polri (dok. polkam)

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago di hadapan para calon perwira Polri (dok. polkam)

JAKARTA -Sebanyak 1.064 taruna dan siswa Akademi Kepolisian (Akpol) mendapat pesan khusus dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. Di hadapan para calon perwira Polri itu, Djamari menegaskan bahwa polisi harus hadir sebagai institusi yang benar-benar dicintai masyarakat, bukan sekadar kuat dalam kewenangan.

Pesan tersebut disampaikan Djamari saat memberikan pembekalan di Akpol Semarang, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026), dalam kuliah umum bertema mewujudkan perwira Polri yang adaptif, profesional, dan dicintai masyarakat dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.

Menurutnya, menjadi perwira Polri bukan hanya pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Karena itu, para taruna diminta membangun karakter, integritas, dan jiwa kepemimpinan sejak dini.

“Masyarakat membutuhkan profil personel Polri yang tulus mengabdi. Sadarilah bahwa menjadi perwira polisi adalah pengabdian, bukan sekadar profesi. Pangkat ada waktunya, jabatan ada masanya, tetapi pengabdian kepada bangsa harus dilakukan sepanjang hidup,” ujar Djamari.

Ia menegaskan, slogan polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.

“Kepolisian harus mampu menjadi institusi yang dicintai rakyat. Polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar diterapkan,” katanya.

Dalam pembekalan tersebut, Djamari juga mengingatkan para taruna bahwa Indonesia memiliki wilayah luas dengan karakter budaya yang sangat beragam. Karena itu, setiap calon perwira harus siap ditempatkan di mana saja dan mampu memahami kultur masyarakat setempat.

“Wilayah Indonesia sangat beragam, mulai dari ujung barat sampai ujung timur, dengan budaya dan tradisi yang berbeda-beda. Karena itu, kalian harus siap ditugaskan di seluruh tanah air. Pengalaman tersebut akan memperkaya wawasan kebangsaan kita,” tuturnya.

Selain itu, Djamari menekankan pentingnya kepemimpinan yang dekat dengan anggota. Menurut dia, seorang perwira tidak boleh menjaga jarak secara berlebihan dengan anak buahnya.

“Bersama-samalah kalian dengan anak buah dalam setiap tugas. Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya. Sayangi anak buahmu sebagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik oleh atasanmu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang perwira tidak hanya diukur dari prestasi pribadi, tetapi juga kemampuan membangun satuan kerja yang solid dan berprestasi.

“Saya mengapresiasi taruna yang meraih predikat terbaik di akademi, Adhi Makayasa. Namun setelah itu, kalian juga harus mampu menjadikan unit yang kalian pimpin sebagai unit Adhi Makayasa, yang bekerja dan mengabdi dengan baik,” katanya.

Djamari turut meminta para taruna menjaga ucapan, sikap, dan perilaku karena seluruh tindakan anggota Polri akan membentuk citra institusi di mata publik.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan penghargaan kepada para pengajar dan pengasuh Akpol yang dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter calon perwira Polri.

“Menyerap ilmu jauh lebih mudah dibandingkan memberikan ilmu. Karena itu, menjadi pengajar bukanlah tugas yang mudah. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengasuh dan pengajar yang telah mendidik para taruna. Hormati para pengasuh,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Akademi Kepolisian Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menko Polkam di Akpol. Ia menilai pengalaman dan dedikasi Djamari menjadi inspirasi bagi generasi muda Polri.

“Mewakili 1.064 taruna dan siswa serta 861 dosen, pengajar, pelatih, mentor, pengasuh, dan staf, saya mengucapkan terima kasih, rasa hormat, dan kebanggaan setinggi-tingginya kepada Bapak Menko Polkam,” ujar Daniel.

Menurut Daniel, usia bukan penghalang bagi seorang prajurit untuk terus mengabdi kepada negara.

“Usia 77 tahun bukanlah angka yang kecil, tetapi bagi seorang prajurit, usia hanyalah hitungan kalender. Yang membuat beliau tetap energik adalah tujuan hidup untuk menjaga negeri ini tetap aman,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Djamari turut didampingi Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan beserta jajaran deputi dan staf khusus Kemenko Polkam.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kemenag Siapkan Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031, Bentuk Tim AHWA
Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dikebut, AHY Sebut Sudah Tembus 17 Kilometer
Permenaker 7/2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Desak Revisi Aturan Outsourcing
3 SPPG di Bangka Belitung Rampung, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Program BSPS 2026: Pemerintah Targetkan 3 Juta Rumah Layak Huni hingga 2029
Irman Gusman: Pariwisata Sumatera Barat Punya Potensi Besar, Mentawai Bisa Jadi Destinasi Global
Kuliah Umum di UNWAHAS, Nusron Wahid Tekankan Pentingnya Pemerataan Akses Tanah
Keselamatan Kapal Indonesia Meningkat, Hanya 5 Kapal Ditahan Sepanjang 2025

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Kemenag Siapkan Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031, Bentuk Tim AHWA

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:46 WIB

Menko Polkam Djamari Chaniago: Polri Harus Jadi Institusi yang Dicintai Rakyat

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:59 WIB

Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dikebut, AHY Sebut Sudah Tembus 17 Kilometer

Senin, 4 Mei 2026 - 15:01 WIB

Permenaker 7/2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Desak Revisi Aturan Outsourcing

Senin, 4 Mei 2026 - 07:24 WIB

3 SPPG di Bangka Belitung Rampung, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru