Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi untuk Santri, S1 hingga S2 Bisa Tuntas 4 Tahun

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para santri siap Kementerian Agama membuka Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) jalur gelar akselerasi 2026. (dok. kemenag)

Para santri siap Kementerian Agama membuka Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) jalur gelar akselerasi 2026. (dok. kemenag)

JAKARTA – Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi kini terbuka lebih luas bagi kalangan santri. Di saat banyak peserta masih menanti hasil UTBK-SNBT 2026, Kementerian Agama menghadirkan jalur alternatif melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) skema akselerasi yang memungkinkan santri meraih gelar sarjana hingga magister dalam waktu lebih singkat.

Program Sarjana Lanjut Magister (PSLM) menjadi skema akselerasi pertama yang dibuka dalam BIB 2026. Melalui program ini, peserta dapat menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 hanya dalam empat tahun atau 48 bulan masa studi.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama, Ruchman Basori mengatakan, program tersebut dirancang untuk mempercepat lahirnya sumber daya manusia unggul dari lingkungan pesantren.

“Program ini membuka ruang baru bagi santri untuk menempuh jalur pendidikan tinggi yang lebih terakselerasi. Dalam empat tahun, peserta dapat menyelesaikan jenjang sarjana sekaligus magister,” ujar Ruchman di Jakarta, dikutip, Kamis  (7/5/2026).

Ia menilai, skema akselerasi ini menjadi bentuk afirmasi sekaligus penguatan akses pendidikan tinggi bagi lulusan pesantren agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pada tahun pertama pelaksanaannya, peserta yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada program studi Bahasa dan Sastra Arab mulai Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.

Sementara itu, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, Siti Maria Ulfa menjelaskan, pendaftaran program dibuka sejak 1 April hingga 31 Mei 2026 dan diprioritaskan khusus bagi santri.

“Program ini memang diprioritaskan untuk lulusan pesantren yang berada dalam binaan Kementerian Agama dan memenuhi persyaratan administratif maupun akademik,” jelasnya.

Menurut Siti Maria Ulfa, kategori santri yang dapat mengikuti program ini meliputi lulusan pondok pesantren terdaftar yang memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP), termasuk lulusan Pendidikan Diniyah Formal, Satuan Pendidikan Muadalah, PKPPS, hingga MA, SMA, atau SMK berbasis pesantren.

Adapun syarat utama peserta antara lain Warga Negara Indonesia, berusia maksimal 20 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran, lulusan tiga tahun terakhir (2024–2026), serta belum pernah atau sedang menempuh pendidikan sarjana.

Peserta juga wajib terdaftar dalam sistem Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama, melampirkan rekomendasi dari pesantren asal, dokumen akademik, surat kesehatan, personal statement, rencana kontribusi pascastudi, hingga sertifikat kemampuan Bahasa Arab dengan skor minimal TOAFL 500.

Selain menjadi alternatif bagi santri yang masih menunggu hasil UTBK-SNBT, program ini juga menawarkan jalur percepatan studi dengan sistem akademik yang lebih terstruktur dan efisien.

 

Penulis : guntar

Editor : gunawan tarigan

Berita Terkait

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Berita Terbaru

Hiburan

Rahasia Titi Kamal Tetap Ceria, Biasakan Diri Bersyukur

Selasa, 20 Okt 2026 - 01:00 WIB