Chef Expo 2026 Jadi Panggung Kuliner Nusantara Menuju Dunia

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chef Expo 2026 promosi kuliner Indonesia di kancah internasional (dok. kemenpar)

Chef Expo 2026 promosi kuliner Indonesia di kancah internasional (dok. kemenpar)

JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menilai penyelenggaraan “Chef Expo 2026” menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi kuliner Indonesia di kancah internasional. Ajang ini dinilai bukan sekadar pameran industri makanan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi para pelaku gastronomi nasional dalam membawa cita rasa nusantara semakin dikenal dunia.

“Satu kehormatan bagi saya untuk hadir di Chef Expo 2026 bersama para insan kuliner Indonesia yang terus membentuk dan menghidupkan citra serta cita rasa Indonesia,” kata Menpar Widiyanti saat membuka “Chef Expo 2026” di NICE PIK 2, Rabu (6/5/2026).

Pameran kuliner yang berlangsung pada 6–9 Mei 2026 itu menghadirkan sejumlah chef ternama Indonesia, di antaranya Chef Juna, Chandra Yudasswara, Sisca Soewitomo, Chef Axhiang, hingga Chef Mutho. Mereka mengisi berbagai sesi demo memasak kuliner khas nusantara yang menjadi daya tarik utama acara.

Selain pameran industri kuliner, Chef Expo 2026 juga diramaikan dengan berbagai kompetisi untuk chef profesional maupun junior chef. Sejumlah lomba yang digelar antara lain kompetisi sajian makanan Indonesia, modern plated dessert, cake decoration, fruit carving, lomba rijsttafel, hingga Black Box Challenge dengan Chef Juna dan Chef Ragil sebagai juri.

Menurut Menpar Widiyanti, sektor kuliner memiliki hubungan erat dengan pariwisata karena makanan menjadi salah satu alasan utama wisatawan datang ke sebuah destinasi sekaligus mengenal budaya setempat.

“Budaya gastronomi nusantara dan pariwisata Indonesia merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Semakin populer makanan Indonesia, semakin besar pula daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi pusat gastronomi dunia berkat kekayaan rempah, keberagaman budaya, dan tradisi kuliner yang diwariskan turun-temurun. Pengakuan internasional terhadap kuliner Indonesia pun terus meningkat, salah satunya melalui penghargaan New Destination Champion Awards 2026 dari La Liste serta masuknya Indonesia dalam Top 10 Best Cuisine in the World 2025 versi Taste Atlas.

Widiyanti menjelaskan, meningkatnya popularitas makanan Indonesia di luar negeri juga akan berdampak pada bertambahnya restoran Indonesia di berbagai negara. Hal tersebut diyakini mampu membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kuliner nasional dan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Ini pada akhirnya akan menciptakan efek berganda pada perekonomian nasional melalui pemesanan akomodasi, transportasi, cenderamata, dan produk makanan,” katanya.

Pemerintah, lanjut dia, terus memperkuat pengembangan gastronomi nasional melalui sejumlah program strategis lintas kementerian dan lembaga. Salah satunya program “Serasa” yang bertujuan memperluas kehadiran restoran autentik Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari gastro diplomacy Indonesia.

Di sisi lain, Kementerian Pariwisata juga menjalankan program Wonderful Indonesia Gastronomi sebagai platform promosi terpadu yang mengangkat destinasi, pelaku usaha, dan pengalaman kuliner nusantara melalui berbagai kegiatan promosi, forum gastronomi, hingga pemberdayaan UMKM lewat Gastronomi Market.

Tak hanya itu, pemerintah juga menghadirkan kategori penghargaan restoran berkelanjutan dalam Wonderful Indonesia Awards sebagai bentuk dukungan terhadap praktik kuliner yang ramah lingkungan.

“Indonesia sesungguhnya telah memiliki seluruh fondasi untuk menjadi kekuatan gastronomi dunia, mulai dari kekayaan rempah, tradisi kuliner, hingga generasi chef berbakat. Namun keberhasilan itu ditentukan oleh langkah nyata yang kita ambil bersama. Mari kita pastikan cita rasa nusantara tidak hanya dikenal, tetapi juga hadir dan mudah diakses di berbagai belahan dunia,” ucap Widiyanti.

Dalam kesempatan tersebut, Menpar juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Indonesian Chef Association dan CrescentRating untuk memperkuat profil gastronomi halal Indonesia.

Kolaborasi itu mencakup program Certified Halal Gourmet Chef (CHGC) untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim melalui kehadiran chef bersertifikasi halal, sekaligus penyelenggaraan Halal Trip Gastronomy Awards 2026 guna meningkatkan daya saing global industri kuliner nasional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

WIDY HILODAYS Jalin Kemitraan dengan Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Pariwisata Danau Toba Kian Mendunia
Danau Toba Tak Boleh Redup, Pelaku Wisata Sumut Siapkan Langkah Nyata
Korsel Ralat Travel Advisory Bali, Pemerintah Perkuat Keamanan Destinasi Wisata
Gencar Promosi di NATAS 2026, Kemenpar Dikritik Belum Maksimal Benahi Kualitas Destinasi
Pariwisata Dihantam Krisis Global, Pemerintah Putar Strategi Besar 2026
Dimsum Gulung Goreng: Si “Kriuk” Mewah yang Bikin Gak Berhenti Ngunyah!
Dorong JAL Tambah Penerbangan, Kemenpar Klaim Tren Positif, Namun Konektivitas Masih Tertinggal
KKP Berduka, Deden Maulana Pulang Terakhir dari Misi Pengawasan Laut

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:07 WIB

Chef Expo 2026 Jadi Panggung Kuliner Nusantara Menuju Dunia

Kamis, 23 April 2026 - 17:55 WIB

WIDY HILODAYS Jalin Kemitraan dengan Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Pariwisata Danau Toba Kian Mendunia

Rabu, 22 April 2026 - 07:15 WIB

Danau Toba Tak Boleh Redup, Pelaku Wisata Sumut Siapkan Langkah Nyata

Rabu, 15 April 2026 - 05:30 WIB

Korsel Ralat Travel Advisory Bali, Pemerintah Perkuat Keamanan Destinasi Wisata

Kamis, 2 April 2026 - 10:23 WIB

Gencar Promosi di NATAS 2026, Kemenpar Dikritik Belum Maksimal Benahi Kualitas Destinasi

Berita Terbaru