MEDAN — Langkah besar dalam penguatan sektor pariwisata berkelanjutan kembali ditorehkan melalui kemitraan strategis antara PT Widy Cahaya Cemerlang (WIDY HILODAYS) yang dipimpin H. Amsyal dengan Toba Caldera UNESCO Global Geopark. Kerja sama ini resmi ditandai dengan penyerahan sertifikat digelar di Museum Negeri Sumatera Utara, Kamis (23/4/ 2026)
Kemitraan berdurasi empat tahun tersebut menjadi tonggak penting dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus pelestarian warisan geologi di kawasan Danau Toba yang telah diakui dunia.
Amsyal menyebut, pencapaian ini bukan sekadar kebanggaan, melainkan dorongan untuk bekerja lebih keras dalam memajukan pariwisata Sumatera. “Dengan diterimanya penghargaan ini, justru menjadi pemicu bagi kami untuk semakin giat. Apa yang sudah kami perjuangkan selama 12 tahun di sektor pariwisata Sumatera tidak boleh melemah, tapi harus semakin kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengakuan geopark dengan status green card semakin memperkuat optimisme pihaknya. “Sekarang Geopark Danau Toba sudah kembali diakui dengan kartu hijau. Ini menjadi salah satu fokus yang akan kami kembangkan. Dalam waktu dekat, kami akan menyiapkan berbagai paket wisata berbasis geopark,” kata Amsyal.

Tak hanya itu, pihaknya juga bersiap ambil bagian dalam ajang internasional The 7th GEOFEST 2026 yang akan digelar pada 1–5 Juli 2026 di Taman Simalem Resort. Event tersebut menjadi panggung promosi global bagi Geopark Kaldera Toba.
“Dalam kegiatan GEOFEST nanti, akan ada sekitar 300 undangan dari berbagai negara, termasuk pejabat dan perwakilan kementerian. Kami mendapat kepercayaan untuk menghadirkan satu booth khusus WIDY HILODAYS,” jelasnya.
Menurut Amsyal, booth tersebut akan menjadi etalase promosi potensi pariwisata Sumatera Utara, mulai dari paket wisata, kopi khas daerah, hingga produk budaya seperti tenun ulos. “Ini kesempatan besar karena akan dikunjungi oleh tamu-tamu penting, termasuk menteri dan pelaku industri wisata internasional,” katanya.
Sebagai informasi, kawasan Danau Toba merupakan warisan geologi hasil letusan supervulkanik purba yang telah diakui UNESCO sejak 2020. Setelah sempat memperoleh status yellow card pada 2023, Geopark Kaldera Toba berhasil mengembalikan statusnya menjadi green card pada September 2025, menegaskan komitmen kuat dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan.
Sepanjang 2026, berbagai agenda lain seperti festival budaya, promosi wisata, hingga workshop kolaboratif juga dijadwalkan berlangsung untuk memperkuat daya tarik Danau Toba sebagai destinasi unggulan kelas dunia.
Penulis : lazir
Editor : ameri













