Wamendiktisaintek Stella Christie Tekankan Pemanfaatan AI Berbasis Manusia untuk Hadapi Tantangan Global

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendiktisaintek Stella Christie, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan Artificial Intelligence atau AI (dok.rentak.id)

Wamendiktisaintek Stella Christie, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan Artificial Intelligence atau AI (dok.rentak.id)

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harus tetap berfokus pada kemampuan manusia agar dapat menjawab berbagai tantangan global.

Pesan ini disampaikan Wamen Stella dalam DNA Masterclass 2025 yang digelar oleh Sinar Mas Land melalui Digital Hub, Kamis (21/8/2025). Acara tersebut mengusung tema “Dibangun untuk beradaptasi: Digerakkan oleh manusia, didukung oleh AI”.

Menurutnya, AI memiliki potensi ganda yang dapat membawa manfaat besar sekaligus menimbulkan risiko serius. Karena itu, strategi pelatihan, pengelolaan data, dan kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat agar teknologi ini benar-benar berkontribusi pada ketahanan dan kesejahteraan Indonesia.

“Tantangan-tantangan yang kita hadapi berat sekali, tetapi bukan berarti tidak bisa kita hadapi. Dan ini adalah tantangan untuk seluruh dunia, bukan hanya untuk Indonesia,” ujar Wamen Stella.

Risiko dan Peluang dari AI

Wamen Stella mengungkapkan empat risiko utama dari perkembangan AI, yakni:

Meningkatnya pengangguran,

Melemahnya keamanan siber,

Menurunnya keandalan informasi,

Bertambahnya kesenjangan sosial.

Namun, ia juga menekankan bahwa AI mampu memberikan dampak positif, antara lain menciptakan pekerjaan baru, memperkuat keamanan, membantu proses fact checking, hingga menyetarakan akses global di berbagai bidang.

Indonesia sendiri kini disebut sebagai episentrum serangan siber di ASEAN, sehingga perlu memperkuat pertahanan digital melalui pendekatan human in the loop, yakni sistem AI yang tetap melibatkan partisipasi aktif manusia.

Stella menyoroti maraknya hoaks yang diperkuat oleh AI sebagai tantangan nyata. Di sisi lain, berkurangnya lapangan kerja akibat otomatisasi juga perlu diantisipasi melalui pelatihan, terutama bagi pekerja usia produktif yang rentan tergantikan.

“Generasi muda bisa difokuskan pada penguatan human centered skills seperti kreativitas, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan. Hal ini penting agar AI benar-benar menjadi alat yang meningkatkan kualitas hidup manusia,” jelasnya.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) juga disebut tengah menyiapkan berbagai program pelatihan untuk menjawab tantangan tersebut.

Selain risiko, AI juga dinilai dapat menjadi alat pemerataan, misalnya dengan deteksi kanker berbiaya rendah di bidang kesehatan atau membuka akses kursus daring di bidang pendidikan. Namun, pemanfaatan ini harus inklusif agar tidak memperlebar kesenjangan.

Stella menegaskan bahwa pengelolaan data nasional menjadi kunci kedaulatan bangsa. Mulai dari penyimpanan hingga akurasi data harus diperkuat demi memperkokoh ketahanan dan perekonomian Indonesia.

“Yang mahal itu bukan algoritmanya, yang mahal dari AI itu data. Indonesia punya begitu banyak data, kita punya kemampuan untuk bisa menjadi world player di AI,” pungkas Wamen Stella.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru